Kampusiana

UIN Bandung Alihkan Pengambilan Gaji Dosen ke BJB Syariah

Dok. Suaka

 

SUAKAONLINE.COM-  Pengambilan gaji dosen UIN SGD Bandung terhitung sejak Februari lalu dialihkan ke Bank Jabar Banten (BJB) Syariah. Kebijakan baru ini sesuai dengan hasil keputusan rapat pimpinan rektorat yang diadakan pada Januari lalu. Akses yang sulit dan masa transisi pergantian bank kemudian menjadi polemik yang dikeluhkan oleh para dosen.

Menanggapi hal tersebut Kepala bagian Keuangan dan Akuntansi, Suhaemi mengatakan kerjasama UIN SGD Bandung dengan BRI sudah dimulai sejak 2011-2017, kini  pergantian bank ini dilakukan karena kerjasama tersebut telah selesai. Selain itu, mengingat UIN sebagai perguruan tinggi Islam dan segalanya ingin berbasis syariah.

“Pergantian tersebut ada keuntungan bagi UIN sendiri, diantaranya kampus UIN mendapatkan kendaraan operasional dari BJBS. Penyerahan kunci mobil ketika bulan Januari sekaligus pembukaan payment untuk pembayaran gaji, dan lemonorasi yang masuk ke jurusan,” pungkas Suhaemi.

Suhaemi menambahkan adapun kendala yang dihadapi beberapa dosen, mereka mendapat potongan gaji dari pihak bank, baik dari bank BRI maupun bank BJB Syariah. Menangani hal ini dari pihak pengelola keuangan mengirim surat kepada pihak bank agar mengembalikan gaji kepada rekening dosen masing-masing. “Untuk menindak lanjuti hal ini dari bagian keuangan menegaskan kepada pihak bank untuk menghimbau terjadinya kendala di bulan selanjutnya.” ungkap Suhaemi.

Suhaemi menegaskan karena ini lembaga pendidikan, yang otomatis didalamnya ada bisnis yang dikelola hal tersebut harus saling menguntugkan. Menurutnya, disini peran bank bukan hanya media pembayaran saja tetapi keuntungan yang diperoleh dari kerjasama.

Dosen Fakultas Adab dan Humaniora, Ujang Supyatman menanggapi pergantian Bank pengambilan gaji tersebut. Menurutnya, ketebatasan ATM BJB Syariah yang menjadi salah satu hambatan. Meskipun dari pihak kampus menyediakan satu ATM tetapi bagi dosen yang merasa terburu-buru untuk mengambil gaji harus pergi ke Ujung Berung, baginya itu ada kesulitan sendiri yang dirasakan.

Baca juga:  Api Obor Asian Games 2018 Sambangi Bandung, Warga Antusias

Senada dengan Ujang, Dosen Fakultas Adab dan Humaniora, Fadlil Yani Ainusyamsi mengaku meskipun pergantian bank tersebut tidak menimbulkan kerugian finansial, namun transisi pergantian bank tersebut tetap merepotkan, karena akses ATM BJB Syariah yang sedikit, serta bank cabang yang jauh. “meskipun tidak dipungut biaya tetapi energi untuk menguruskan hal tersebut kan juga membutuhkan waktu dan menghabiskan tenaga,” keluhnya, Kamis (1/3/2018).

 

Reporter: Lu’lu Uswatun Hasanah/ Magang

Redaktur: Elsa Yulandri

 

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas