Infografis

85 Tahun Persib Bandung

SUAKAONLINE.COM – Infografis, Tepat pada 14 Maret 2018, tim sepakbola kebanggaan Jawa Barat, Persib Bandung genap berusia 85 tahun. Terbentuknya tim Persib pada tahun 1933 bukanlah hal yang mudah, perjalanan selama 85 tahun pun merupakan perjuangan yang cukup berat bagi Persib untuk bisa mencapai masa kejayaannya.

Sebelum berdirinya Persib Bandung, pada tahun 1923 berdiri Bandoeng Inlandsche Voetbal Bond (BIVB) di Kota Bandung. BIVB ini merupakan salah satu organisasi perjuangan kaum nasionalis dengan Syamsudin sebagai ketua umumnya, yang kemudian diteruskan oleh putra pejuang wanita, Dewi  Sartika, yakni R. Atot. BIVB memanfaatkan lapangan Tegallega di depan tribun pacuan kuda sebagai lapangan sepakbola.

Kemudian BIVB menghilang, lalu berdiri dua perkumpulan yakni Persatuan Sepakbola Indonesia Bandung (PSIB) dan National Voetbal Bond (NVB). Dari dua perkumpulan itulah terbentuk tim Persib Bandung pada 14 Maret 1933 dengan Anwar St. Pamoentjak sebagai ketua umum. Adapun tim yang tergabung di bawah naungan Persib yaitu SIAP, Soenda, Singgalang, Diana, Matahari, OVU, RAN, HBOM, MALTA, dan Merapi.

Sayangnya pada tahun 1937 muncul Voetbal Bond Bandung & Omstreken (VBBO) yang dimotori orang-orang Belanda, sampai-sampai Persib dipandang remeh dan dijadikan perkumpulan sepakbola kelas dua karena bermain di pinggiran Bandung. Dan masyarakat Bandung lebih tertarik pada VBBO karena bermain di pusat kota Bandung seperti Sidolig dan UNI yang lebih bergengsi. Namun akhirnya Persib bisa merebut kembali eksistensinya di Bandung dan mengambil alih lapangan UNI dan Sidolig. Pada tahun 1937 Persib juga berhasil menjuarai kompetisi perserikatan dengan mengalahkan Persis Solo.

Pada tahun 1961 reputasi Persib sebagai jawara perserikatan semakin membesar, dengan megalahkan PSM Ujung Pandang di partai final, Persib menjadi juara pada tahun 1961. Hal itu membuat Persib ditunjuk mewakili PSSI di kejuaran sepakbola “Piala Aga Khan” di Pakistan pada tahun 1962.

Namun pada tahun 1970-an, Persib mengalami kemunduran, tahun 1978-1979 Persib terdegradasi ke Divisi 1. Oleh karena itu, pelatih Persib asal Polandia, Marek Janota mempersiapkan tim Junior. Sedangkan tim senior ditangani oleh Risnandar Soendro. Kedua tim itu digabung hingga mengahsilkan buah manis, Persib kembali promosi ke Divisi Utama dan menjadi runner up pada 1982-1983 dan 1984-1985 dengan rekor jumlah penonton membeludak dari kapsitas 100.000 stadion Senayan, yang hadir sampai 120.000 saat melawan PSMS Medan.

Hasil racikan Marek dan Soendro menghasilkan bintang Persib, seperti Robby Darwis, Adeng Hudaya, Adjat Sudrajat, Suryamin , Dede Iskandar, Boyke Adam, Sobur, Sukowiyono, dan Iwan sunarya. Akhirnya Persib kembali merebut tahta juara pada 1986 setelah mengalahkan Perseman Monokwari dan 1994 setelah mengalahkan PSM.

1995 Persib Bandung mncatatkan sejarah baru dalam kompetisi Liga Indonesia pertama setelah perhelatan perserikatan berhenti pada tahun 1994. Saat itu Persib berhasil keluar sebagai kampiun setelah mengalahkan Petrokimia Gresik 1-0 lewat gol Sutiono Lamso pada menit 76. Pelatih Indra Thohir dan asistennya Djajang Nurdjaman juga mengantarkan Persib lolos ke babak perempat final Liga Champions Asia pada masa itu. Namun setelah itu, Persib kembali terpuruk, puncaknya pada 2003 Persib hampir terdegradasi. Saat itu Persib ditunggangi Sledzianowski yang diganti di pertengahan jalan.

Tahun 2008 dibentuk PT Persib Bandung Bermartabat (PT PBB) pada bulan Desember. Dan seiring berjalannya waktu PT PBB menjadi pengelola klub profesional terbaik di Indonesia. Hal itu juga berdampak baik bagi Persib yang berhasil finish di peringkat tiga klasemen Liga Super Indonesia 2008-2009. Setelah puasa gelar selama 19 tahun, akhirnya pada 2014 Persib  Bandung berhasil menjadi juara Indonesia Super League di bawah kendali Djajang Nurdjaman sebagai pelatih setelah mengalahkan Persipura Jayapura di partai final lewat adu penalti di Stadion Jakabaring Palembang.

Kejayaan Persib berlanjut di tahun 2015 setelah keluar menjadi juara Piala Presiden mengalahkan Sriwijaya FC di partai final yang dihelat di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Setelah itu Persib Bandung harus puasa gelar kembali, tahun 2016-2017 tidak ada satu pun gelar juara yang didapatkan Persib. Dan pada tahun  2018 ini dengan usianya yang genap 85 tahun, tentu seluruh pendukung Persib menginginkan Persib Bandung meraih kembali kejayaannya.

 

Peneliti : Rizky Syahaqy/Magang

Sumber : Persib.co.id , Pikiran Rakyat Online

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas