Kampusiana

Rocky Gerung: Generasi Muda, Tingkatkan Budaya Literasi

Akademisi Uiniversitas Indonesia, Rocky Gerung sedang memberikan kuliah umum dalam acara talk show bertajuk ‘Generasi muda? Mau dibawa kemana?’ dalam rangkaian acara Fidkom Fest di Aula Anwar Musadad, Kamis (15/3/2017). menurutnya, generasi muda harus meningkatkan budaya literasi agar mampu berpikir kritis. (Rizal Sunandar/ Magang).

 

SUAKAONLINE.COM– “Indonesia menempati posisi ke 60 dalam budaya literasi, sangat ironi kita kalah dari Vietnam,” ucap Akademisi Universitas Indonesia, Rocky Gerung salah satu pembicara dalam acara talkshow generasi muda. Talk show tersebut merupakan rangkaian acara Fidkom Fest yang diadakan pada Kamis, (15/3/2018) di Aula Anwar Musadad dengan tema ‘Generasi Muda? Mau dibawa kemana Indonesia?’.

Akademisi Universitas Indonesia, Rocky Gerung, tokoh yang sedang melejit dan kerap hadir di acara Indonesia Lawyers Club (ILC) menyampaikan kritiknya terhadap generasi muda dan milenial. Menurutnya, mahasiswa itu harus asimetris bukan simetris, dan tugas mahasiswa membuka seluruh legitimasi Indonesia. Ia mempertanyakan , kenapa Indonesia menempati posisi 60 dalam literasi. Padahal 20 persen anggaran APBN dialokasikan untuk pendidikan,

“Kita harus mempunyai lonceng di kepala untuk oto kritik kenapa kita kalah dari Vietnam yang menempati posisi di atas kita dalam literasi. Kita harus membuat perbandingan dengan kritis. Konstitusi itu menanamkan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujar Dosen Fakultas Ilmu Budaya UI tersebut.

Imbas dari rendahnya tingkat literasi, menurutnya berdampak pada nalar kritis anak bangsa. Maka tak heran jika hari ini kritik terhadap pemerintah dianggap suatu kebencian. “Pada hakikatnya kritik itu tak perlu disertai solusi. Pekerjaan kritik itu sebagai kontrol dan pemerintahlah yang harus mencari solusi,” ungkap Rocky dengan sesekali posisi berdirinya berpindah.

Rocky Gerung menegaskan, kritis adalah nafas mahasiswa. Ia menghimbau pada seluruh mahasiswa untuk meningkatkan budaya literasi saat ini, namun bukan hanya membaca, diskusi pun perlu dan harus ada perdebatan untuk mempertajam daya kritis mahasiswa.

Baca juga:  Kasus Ojol dan Opang Cipadung Berakhir Damai

Talk show tersebut tak hanya menghadirkan tokoh nasional seperti Rocky Gerung. Namun turut hadir juga anggota DPR dari Fraksi PKS, Ledia Hanifah, Deputi Bidang Pencegahan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agung Dewanto, ketua Ikatan Alumni UIN SGD Bandung, Reni Marlinawati, Akademisi Fidkom, Zaenal Mukharom dan Presiden Mahasiswa BEM UGM 2017, Alfath Bagus.

Menanggapi generasi muda, Anggota DPR fraksi PKS, Ledia Hanifah menyebutkan, pendidikan menjadi modal bangsa kedepan. Rata-rata anak Indonesia mengenyam bangku pendidikan hanya tujuh sampai delapan tahun. Ledia menegaskan, pendidikan menjadi modal generasi penerus untuk pengambilan kebijakan mendatang.

Ledia Hanifah mencoba mengusulkan apa yang harus dilakukan selama menjadi mahasiswa. “Pertama, iron stock, anda adalah peranan dimasa depan. Kalau ingin menjadi pemimpin harus disiapkan dari sekarang. Kedua, agent of change, kita harus mempunyai kepekaan terhadap realita sosial. Ketiga, Perluaslah jaringan, karena jaringan akan memperkokoh distribusi pikiran. Jika kita hanya sibuk terhadap diri sendiri, sulit untuk mengubah masa depan,” jelasnya.

Lain halnya dengan Ledia, Deputi Bidang Pencegahan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),  Agung Dewanto menegaskan hari ini Indonesia krisis integritas, maka dari itu generasi muda harus berintegritas tinggi. Ia mengatakan, kasus yang ditangani KPK sebelumnya ternyata banyak aktivis mahasiswa yang terjerat kasus korupsi, maka kedepannya kompetensi yang menjadi persyaratan lembaga adalah integritas.

Ketua Ikatan Alumni UIN SGD Bandung, Reni Marlinawati menyampaikan mengenai peran UIN SGD Bandung terhadap generasi muda. Menurutnya, Basis agama harus menjadi nilai nilai yang akan membawa Indonesia menjadi lebih baik sebagai negara berketuhanan. Agama, tambahnya harus menjadi basis pijakan dalam pengambilan keputusan ke depannya.

“50 persen penduduk dunia akan menganggur diganti oleh robot. 20 tahun yang akan datang yang akan mengisi posisi strategis adalah mahasiswa hari ini. Maka kalau hanya menikmati hari ini, Anda akan tertinggal.” pungkasnya.

Baca juga:  UIN Bandung Persiapakan IPPBMM VII di Purwokerto

 

Reporter: Rizal Sunandar/ Magang

Redaktur: Elsa Yulandri

 

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas