Kampusiana

Perpustakaan UIN Bandung, Wajibkan Mahasiswa Gunakan KTA Saat Berkunjung

Salah seorang Mahasiswi UIN SGD Bandung sedang melakukan scanning Kartu Tanda Anggota (KTA) saat akan memasuki  perpustakaan, Rabu (11/4/2018). (Rivaldi Maulana/Magang).

Suakaonline.com- Perpustakaan UIN SGD Bandung, telah membuat aturan baru untuk masuk ke perpustakaan. Seluruh mahasiswa diwajibkan untuk menggunakan Kartu Tanda Anggota (KTA) perpustakaan saat mengisi daftar hadir kunjungan perpustakaan dan saat peminjaman buku. Keyboard untuk mengetik NIM pun kini telah ditiadakan.

Salah seorang mahasiswa Jurusan Bimbingan Konseling Islam (BKI) semester 2, Alif Hisan Alfaridzi mengaku tidak izinkan masuk ke dalam perpustakaan oleh petugas saat akan mengerjakan tugas  dikarenakan tidak memakai kartu anggota perpustakaan. Hal tersebut membuatnya harus meninggalkan perpustakaan

“Jadi waktu itu ke pepustakaan, ketika sampai di lobby keyboard  di komputer buat absen udah engga ada kemudian dibilangin sama petugasnya kalau engga ada kartu gak bisa masuk ke dalam dan waktu itu kartu aku ketinggalan jadi disuruh bawa dulu” ujarnya, Kamis (12/04/2018).

Kepala Perpustakaan UIN SGD Bandung, Ija Suntana mengungkapkan peraturan baru ini bertujuan untuk menertibkan para mahasiswa secara administratif. Selain itu pula  kerusakan sistem menjadi salah satu alasan mengapa mahasiswa wajib menggunakan kartu tanda anggota hal.

“Sistem suka rusak , ketika mahasiswa mengketik nama lalu meng-enter nya komputer suka rusak. Terus diadakan kartu tanda anggota perpustakaan untuk memudahkan mahasiswa ketika masuk ke perpustakaan jadi datang langsung scan” ujarnya saat ditemui dalam ruangannya Rabu, (11/04/2018).

Selain itu pria yang mengenakan kemeja putih tersebut menambahkan bahwa  seharusnya mahasiswa bisa lebih merawat fasilitas yang ada di perpustakaan khususnya komputer daftar kunjungan agar tidak cepat rusak. Oleh karena itu diadakan aturan ini agar fasilitas-fasilitas yang ada di dalam perpustakaan bisa terawat dengan  baik dan tidak mengalami kerusakan. “ Pokoknya aturan itu untuk mendisiplinkan mahasiswa untuk lebih bisa merawat barang dan agar tidak cepat rusak , kan semua fasilitas di  kampus ini semuanya milik mahasiswa “ tegasnya.

Baca juga:  Kasus Ojol dan Opang Cipadung Berakhir Damai

Ditemui di ruangan yang berbeda, menurut pegawai perpustakaan bagian otomasi, Andi Ruswandi. adanya aturan yang di berlakukan membuat sebagian mahasiswa yang belum mengambil kartu tanda anggota perpustakaan akhirnya mengambil kartu tersebut di bagian otomasi. Fungsi dari kartu tanda anggota perpustakaan itu sendiri untuk menimalisir kesalahan mahasiswa dalam meminjam buku, karena saat mahasiswa melakukan peminjaman buku secara manual dengan mengketik NIM banyak yang mengalami masalah.

“ Dengan adanya aturan tersebut , banyak mahasiswa yang datang kesini bawa formulir untuk ngisi kartunya. Malahan untuk yang semester empat dan enam  pun masih bisa mengambil kartu. Kemarin ada satu kelas yang ambil kartu dari angkatan 2016, karena mereka berfikir tidak perlu mengambil kartu tapi setelah adanya aturan ini, ya Alhamdulillah mereka sadar kalau KTA memang dibutuhkan,” ujarnya.

Andi pun meluruskan bahwa pihak perpustakaan tidak melarang mahasiswa untuk berkunjung. Tetapi dirinya menginginkan seluruh mahasiswa disiplin saat berkunjung dengan memaksimalkan fasilitas yang sudah diberikan salah satunya penggunaan kartu tanda anggota.

Hal serupa di sampaikan oleh Mahasiswa Jurnalistik semester 2, Shania Nur Afni Octavia dirinya mengaku tidak berkeberatan dengan adanya aturan mahasiswa yang  wajib memakai kartu saat masuk kedalam perpustakaan.

Engga sih , ya malah bagus dengan adanya aturan ini kita tidak perlu cape cape ngetik manual , gampang cukup di scan ajah udah bisa masuk “ ucapnya sambil keluar dari perpustakaan.

Reporter: Rivaldi Maulana/Magang

Redaktur: Elsa Yulandri

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas