Hukum dan Kriminal

Kasus Ojol dan Opang Cipadung Berakhir Damai

Sejumlah perwakilan armada ojek pangkalan Arda Cipadung dan Ojek Online melakukan mediasi, ditengahi oleh Kapolsek Panyileukan, Sudewo, di Aula Polsek Panyileukan, Kamis (19/4/2018). Proses mediasi menghasilkan kesepakatan damai antara ojol dan opang. (Harisul Amal/ Magang)

 

 

SUAKAONLINE.COM — Aksi protes atas intimidasi yang dilakukan pengendara Ojek Pangkalan (Opang) terhadap pengendara Ojek Online (Ojol) berakhir damai dengan melakukan mediasi antar kedua belah pihak. Proses mediasi didampingi oleh Ketua Arda Ojek Pangkalan Cipadung, Cecep Septajudin dan kuasa hukum Ojek Online, Veto Syarif. Tahap akhir mediasi adalah penandatangan Surat Kesepakatan Bersama oleh kedua belah pihak dan korban intimidasi, Dadan Kadasiman.

Pada awalnya Dadan tetap ingin melanjutkan proses pelaporan hukum atas intimidasi terhadapnya. Namun setelah mediasi dilakukan, ia memaafkan pelaku intimimidasi dan tidak akan melapor kepada pihak kepolisian. “Saya mengerti dan sudah memaafkan perbuatan mereka terhadap saya,” ujarnya, Kamis (19/4/2018).

Pihak Ojol dan Opang pun membuat kesepakatan bersama. Pengendara Ojol diminta untuk meminta izin terlebih dahulu sebelum menjemput dan menurunkan penumpang. Lalu mereka juga diizinkan untuk bisa menjemput penumpangnya di titik penjemputan.

Saat melakukan penjemputan (Pick Up) Ojol akan didampingi Opang karena penumpang diharuskan naik Opang terlebih dahulu sampai pangkalan, dengan biaya dibebankan kepada penumpang. Setelah itu penumpang baru bisa menggunakan Ojol sampai tempat yang akan dituju.

Sedangkan saat menurukan (Drop Off) di kawasan Cipadung dan Manisi, Ojol hanya memberikan tawaran kepada penumpang untuk memberikan biaya insentif yang nantinya diberikan kepada Opang.

Agar tidak salah paham, Ojol harus tetap mengenakan atribut lengkap dan etika yang baik. Ini dilakukan supaya Opang lebih mudah mengenali identitasnya tanpa ada proses penggeledahan terlebih dahulu yang memicu timbulnya konflik.

Dengan tanda bahwa Ojol dan Opang sudah berdamai, maka penurunan spanduk yang dipasang di pangkalan ojek daerah Cipadung dan Manisi pun disepakati akan serentak diturunkan. Itu berarti daerah tersebut sudah aman dimasuki oleh Ojol.

“Kita harus bijak dalam menghadapi situasi seperti ini. Situasi ini sebenarnya sudah sering saya terima dan bukan kita gak mau menggubris. Tapi memang belum ada titik temunya. Saya kira sekarang adalah waktu yang tepat untuk melakukan mediasi supaya ada solusi,” jelas Kompol Sudewo  di Polsek Panyileukan.

Pihak kepolisian meminta agar kasus ini dijadikan sebagai pelajaran yang harus diambil hikmahnya. Jika ada yang melanggar hasil kesepakatan oleh salah satu pihak, maka harus siap menerima hukum yang telah ditentukan. Dengan adanya Surat Kesepekatan Bersama ini, maka konflik antara Ojol dan Opang dinyatakan selesai.

 

 

Reporter  : Lia Kamilah/Magang

Redaktur : Muhammad Iqbal

Ke Atas