Lingkungan dan Kesehatan

Gerakan Muda FCTC, Melindungi Generasi dari Rokok

Dok. pribadi

 

SUAKAONLINE.COM- Indonesia merupakan salah satu dari 7 negara anggota Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang hingga saat ini belum mengaksesi atau menandatangani Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) sebagai perjanjian internasional tentang kesehatan masyarakat dari dampak konsumsi rokok dan paparan asap rokok.  Hal ini memunculkan semangat dari 20 orang pembaharu muda dari 17 kota di Indonesia untuk membentuk sebuah komunitas “Gerakan Muda FCTC” untuk mendorong Indonesia menandatangani FCTC.

Salah satu pembaharu muda asal Bogor, Bagja Nugraha menceritakan bahwa komunitas Gerakan Muda FCTC ini terbentuk sejak tahun 2015 oleh sekelompok pemuda dari 17 kota di Indonesia. ”Sejak ada training pembaharu muda pada 2015, 20 orang pembaharu muda dari 17 kota di Indonesia mengadakan pertemuan dan berinisiatif untuk membentuk sebuah komunitas yang bertujuan agar Indonesia menandatangani FCTC untuk melindungi generasi kini dan akan datang dari dampak rokok,” tuturnya, pekan lalu (17/4/2018).

Selain itu, alasan Indonesia harus menandatangani FCTC tak lain karena Indonesia saat ini menempati urutan ke-3 sebagai negara perokok dan sebagian besar pelakunya adalah anak-anak di bawah 19 tahun. Hal ini juga menjadikan Indonesia dijuluki sebagai baby smoker country. Terlebih lagi sebenarnya, Indonesia juga menjadi inisiasi Perjanjian Internasional antar Negara-Negara WHO, namun menjadi satu-satunya negara di Asia yang belum menandatangani FCTC.

Gerakan muda FCTC ini telah melakukan beberapa program kegiatan salah satunya adalah Petualangan 365 Hari FCTC Warrior di 25 Kota di Indonesia yang saat ini masih berlangsung. Di antara kota yang akan dilalui adalah Jakarta, Bogor, Cianjur, Bandung, Aceh, Pandeglang dan kota lainnya di Indonesia. Dalam aksinya tersebut diisi oleh berbagai kegiatan menarik di antaranya pengumpulan identitas untuk FCTC, Pertunjukan Wayang FCTC, dan Deklarasi D10M FCTC untuk Indonesia. Bagja mengatakan, “Program ini diselenggarakan dengan visi sebagai edukasi sekaligus gaung untuk sama-sama bersinergi dan berkolaborasi guna menghancurkan hegemoni industri rokok di Indonesia,” terangnya (19/4/2018).

Selain itu, Gerakan Muda FCTC juga tengah melakukan beberapa kegiatan seperti Funwalk anak Indonesia pada hari anak Nasional, dan masih banyak lagi. Seluruh kegiatan yang diadakan oleh Gerakan Muda FCTC adalah agar Presiden Jokowi mau ikut menandatangani FCTC seperti 183 negara lainnya untuk melindungi anak-anak sebagai generasi emas dari rokok dan pertembakauan di Indonesia.

Diambil dari laman fctcuntukindonesia.org, FCTC sendiri berisi atas 11 bab dan 28 pasal, di dalamnya mengatur mengenai paparan asap orang lain, iklan promosi dan sponsor rokok, harga dan cukai rokok, kemasan dan pelabelan, kandungan produk tembakau, edukasi dan kesadaran publik, berhenti merorok, perdagangan ilegal rokok, hingga penjualan rokok pada anak di bawah umur. Agak berbeda dengan data sebelumnya, status FCTC saat ini sudah ditandatangi oleh 187 negara dan 9 negara yang belum, di antaranya Andorra, Monaco, Liechtenstein, Eritrea, Malawi, Somalia, Sudan Selatan, Republik Dominika dan Indonesia.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dalam laman websitenya mengatakan bahwa Indonesia merugi bila tidak menandatangani FCTC. Selain berdampak bagi kesehatan, Indonesia juga akan kehilangan kesempatan untuk mengikuti konferensi bersama negara-negara WHO yang telah meratifikasi FCTC juga kehilangan harkat dan martabat sebagai negara yang melindungi dan bertanggung jawab meningkatkan kesejahteraan.

Sebagai mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi UIN SGD Bandung, Aaz M. Hafidz mendukung adanya komunitas yang bergerak untuk melawan hegemoni industri rokok dan melindungi anak-anak sebagai generasi bangsa. “Aku setuju dan dukung banget dengan adanya gerakan FCTC ini, karena memang dampak merokok dan paparan asap rokok itu amat berbahaya bagi kesehata dan bisa menyebabkan kematian juga. Apalagi ada yang mengatakan bahwa di abad 21 diperkirakan 70% dari angka kematian di dunia disebabkan oleh rokok,” jelasnya Kamis.

 

Reporter : Tasya Augustiya/ Magang

Redaktur : Muhammad Iqbal

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas