Kampusiana

Lima Jalur Pendaftaran, UIN Bandung Akan Terima 5700 Mahasiswa Baru

Dok. Suaka

 

SUAKAONLINE.COM – UIN SGD Bandung akan menerima 5700 mahasiswa baru dari   lima jalur Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) tahun akademik 2018/2019. Kelima jalur tersebut diantaranya adalah Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Seleksi Bersama Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN-PTKIN), Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN), dan Ujian Mandiri (UM). Hal tersebut dipaparkan oleh Wakil Rektor (Warek) 1 UIN SGD Bandung, Asep Muhyidin pada Jumat (20/4/2018).

Dalam pelaksanaanya, Asep menjelaskan  dua jalur yaitu SNMPTN dan SBMPTN merupakan penerimaan nasional yang dikelola oleh Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) dan dua jalur lainnya, SPAN-PTKIN dan UM-PTKIN merupakan penerimaan yang dikhususkan untuk Perguruan Tinggi Negeri Islam dibawah pengawasan Kementrian Agama (Kemenag) dan satu lagi jalur Ujian Mandiri yang dikelola oleh pihak kampus sendiri.

”Karena kita dibawah dua Kementrian,yaitu Kemenristekdikti dan Kemenag maka sudah diatur pembagian kuotanya. Untuk yang Kemenristekdikti, 30% untuk SNMPTN, 40% untuk SBMPTN, dan 20% untuk Mandiri. Dan untuk yang Kemenag, 50% untuk SPAN-PTKIN, 30% UM-PTKIN, dan 20% Mandiri,” ujarnya.

Menyangkut kuota mahasiswa baru sendiri, sebagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN), jumlah yang akan di terima oleh UIN SGD Bandung  telah ditetapkan sekitar 5700 mahasiswa. Asep juga menjelaskan penetapan kuota ini disesuaikan dengan fasilitas yang ada. “Angka kuota ini jumlahnya pasti turun-naik tiap tahun karena prodi dan fasilitas di kampus kan berbeda dulu dan kini,” paparnya.

Wakil Rektor I pun menyebutkan, untuk jalur SBMPTN berbeda dengan tahun sebelumnya. Jika tahun lalu untuk tahapan ujiannya menggunakan nama PBT dan CBT kini diganti menjadi Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) dan Ujian Tulis Berbasis Cetak (UTBC). Dalam jalur SBMPTN ini jumlah prodi yang disediakan ada 15 prodi. Prodi ini meliputi prodi umum yang mendapat izin operasional dari Kemenristekdikti dengan kuota untuk mahasiswa baru di jalur SBMPTN ini adalah 789 mahasiswa.

“Untuk menghadapi SBMPTN, UIN SGD Bandung yang tergabung ke dalam Panitia Lokal 34 Bandung dan baru saja melakukan Jumpa Pers SBMPTN 2018 pada Rabu (18/4/2018) lalu. Jumpa pers tersebut dihadiri oleh perguruan-perguruan tinggi yang ada di Bandung. Jumpa pers yang dipandu oleh Sekretaris Eksekutif I Panlok 34 Bandung, Asep Gana Suganda, dan membahas mengenai segala kebutuhan yang menyangkut penyelenggaraan SBMPTN tahun ini,” ungkap Asep.

Selanjutnya, untuk SPAN PTKIN UIN SGD Bandung akan menerima 1830 mahasiswa yang terdiri dari 29 prodi. Prodi ini adalah prodi yang mendapat izin operasional dari Kemenag. Pendaftaran SPAN-PTKIN dimulai dari tanggal 1 hingga 29 Maret 2018. Untuk pengumuman hasil seleksi akan diumumkan pada Selasa (1/4/2018).Pada SPAN-PTKIN tahun ini posisi ketua panitia diemban oleh UIN Alauddin Makassar.

“Untuk UM-PTKIN, UIN SGD Bandung menyediakan kuota sebesar 1097 untuk para calon mahasiswa baru dan terdiri dari 29 prodi. Pendaftaran dibuka mulai tanggal 12 April – 8 Mei 2018. Akan ada dua tipe ujian, yaitu Paper Based Test (PBT) dan Computer Based Test (CBT) yang dilaksanakan serentak secara Nasional pada 22 Mei 2018,” ujar Warek I.

Di jalur mandiri yang dikelola oleh pihak kampus, UIN SGD Bandung membuka kuota sebanyak 589 mahasiswa. Kuota tersebut adalah kuota normatif, artinya jumlahnya bisa bertambah apabila belum memenuhi kuota total atau keseluruhan. Jalur Mandiri ini meliputi tes jalur CBT, jalur tahfidz dan prestasi, dan jalur khusus luar negeri (mahasiswa asing). Pendaftaran dibuka mulai dari tanggal 4 Juni – 12 Juli 2018 dan pelaksaan ujian akan dilakukan di Lab. Komputer UIN SGD Bandung pada 18 – 28 Juli 2018.

Untuk jalur tahfidz, minimal memiliki hafalan Al-Quran 5 juz dan untuk yang jalur prestasi (non-akademik) bisa di bidang seni,olahraga, atau yang lainnya dan minima tingkat regional (kota/kabupaten). “Dalam jalur tahfidz itu nanti akan dibuktikan dengan sertifikat dan juga akan di tes lagi apakah betul dia hafal. Begitupun dengan jalur prestasi yang non-akademik, dibuktikan dengan sertifikat juga,” jelasnya kepada tim Suaka.

Kasubag Humas UIN SGD Bandung, Rohman Setiaman mengatakan bahwa untuk PTKIN, UIN SGD Bandung menduduki posisi 3 favorit. Dan untuk menarik minat calon mahasiswa baru, akan dilakukan sosialiasi ke beberapa daerah. “Sudah dibentuk Tim PMB dan rencananya kita akan melakukan sosialisasi ke beberapa daerah, yaitu Kuningan, Pangandaran, Pelabuhan Ratu, dan terakhir di Kabupaten Bandung Barat,” ucapnya Jumat (6/4/2018).

Reporter : Fadhilah Rama/Magang

Redaktur: Elsa Yulandri

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas