Kampusiana

Taklukan Ilmu Hukum, Jurnalistik Juara LSM-AJ 2018

Panitia memberikan piala penghargaan kepada juara LSM-AJ 2018, Jurnalistik, di Lapangan Yonif 330, Nagreg, Kabupaten Bandung, Rabu (16/5/2018). (Harisul Amal/ SUAKA)

SUAKAONLINE.COM – Setelah beberapa kali diundur dan nyaris dibatalkan, pertandingan puncak penghelatan pesta Liga Sepakbola Mahasiswa Antar Jurusan (LSM-AJ) yang mempertemukan antara Jurnalistik dan Ilmu Hukum akhirnya digelar. Bertempat di Lapangan Sepakbola Yonif 330, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung, Rabu (16/5/2018), laga final ini dimenangkan oleh kesebelasan Jurnalistik dengan skor tipis 1-0.

Langit yang cerah menjadi saksi bisu atas euphoria kesebelasan Jurnalistik. Tepat pukul 09.30 WIB wasit meniup peluit pertanda dimulainya babak pertama, tim Jurnalistik yang dipimpin oleh Yoga Partama langsung bermain ofensif menggempur pertahanan Ilmu Hukum.

Serangan demi serangan pun dihempaskan, puncaknya adalah di menit 24. Setelah menerima umpan lambung dari kanan, Penyerang Jurnalistik, Aditya Priyanto berhasil memasukkan gol ke gawang Ilmu Hukum. Namun sayang, sundulan pemain bernomor punggung 9 ini dianulir oleh wasit karena terjebak off side. Hingga turun minum babak pertama pun, skor berakhir sama kuat 0-0.

Di babak kedua, laga final terasa lebih panas. Ilmu Hukum yang tertekan di babak pertama, mulai mencoba menyeimbangi permainan Jurnalistik. Peluang pertama di babak kedua tercipta di menit ke 40, setelah pemain Ilmu Hukum di langgar oleh pemain belakang Jurnalistik. Ali Akbar dipercayai menjadi penendang free kick tersebut, namun sayang tendangan kerasnya melambung diatas gawang Jurnalistik yang dikawal oleh Amaludin.

Melihat gawangnya diserang, tim Jurnalistik kembali bermain ofensif. Di menit ke 45, terjadi blunder di lini pertahanan Ilmu Hukum, Indra Rosidin yang memanfaatkan momentum, langsung melakukan sprint menyerang pertahanan Ilmu Hukum. Namun sayang, dribel melewati dua pemain barisan belakang Ilmu Hukum yang dilakukan Indra sia-sia setelah bola mentah yang dieksekusinya melambung tinggi melewati sasaran.

Baca juga:  UIN Bandung Terima 3011 Mahasiswa Baru Jalur Ujian Mandiri

Banyaknya peluang yang terbuang sia-sia tidak menyurutkan semangat kedua tim untuk saling menyerang. Puncaknya adalah di menit ke 47, Aditya Priyanto kembali melakukan inovasi untuk menembus pertahanan Ilmu Hukum. Hasilnya adalah tendangan keras jarak jauh dihempas penyerang berambut gondrong tersebut, yang kemudian bola liar melengkung mengenai mistar gawang dan berbuah gol bagi Jurnalistik. Skor pun berubah menjadi 1-0 untuk kemenangan Jurnalistik.

Tensi permainan kedua tim semakin memanas setelah gol oleh tim Jurnalistik tercipta, Ilmu Hukum tidak semata menyerah tanpa perlawanan. Terbukti pada menit ke 66, menyerang dari sisi tengah, Ali Akbar menusuk pertahanan Jurnalistik. Ali berhasil melewati bek Jurnalistik, Azizi. Dan ia pun semakin percaya diri setelah berhasil melewati bek terakhir Jurnalistik, Yudi Rohiman. Namun sayang ketika berhadapan dengan kiper, tendangan Ali Akbar melambung tinggi dari target sasaran.

Menjelang 10 menit pertandingan berakhir, kedua tim saling menyerang satu sama lain. Ali Akbar menjadi motor serangan bagi Ilmu Hukum yang mengancam gawang Jurnalistik dengan 4 tendangan free kick nya. Begitupun dengan Jurnalistik, berbagai inovasi penyerangan dilakukan. Seperti melakukan umpan jauh kick and rush, menusuk dari sayap, hingga tendangan-tendangan keras dari luar kotak pinalti. Namun, hingga peluit panjang ditiupkan, skor 1-0 berakhir hingga akhir pertandingan.

Sorak suporter dan official tim pun pecah saat pertandingan berakhir. Tak lupa para pemain antar kedua jurusan itu saling berjabat tangan sebagai bentuk sportifitas. Selain Juara dan runner up yang diperoleh oleh Jurnalistik dan Ilmu Hukum, ada beberapa kategori lain yang diberikan penghargaan. Yakni Suporter Terbaik yang diperoleh oleh Manajemen Dakwah, Pemain Terbaik oleh Muhammad Rivky dari Ilmu Hukum, dan Top Skor oleh Ilham ‘cules’ dari Jurnalistik. Dengan kemenangan ini, Jurnalistik menjadi salah satu tim yang terbanyak meraih gelar LSM-AJ dengan lima kali juara.

Baca juga:  Menulis sebagai Jalan Mengawal Realita Sosial

 

Reporter : Harisul Amal

Redaktur : Muhamad Emiriza

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas