Infografis

Jumlah Wisudawan ke-70 UIN SGD Bandung

SUAKAONLINE.COM, Infografis — Wisuda merupakan suatu proses pelantikan kelulusan mahasiswa yang telah menempuh masa belajar pada satu universitas. Biasanya wisuda diawali dengan prosesi masuknya rektor dan para pembantu rektor dengan para dekan guna mewisuda para calon wisudawan. Para wisudawan  biasanya memakai pakaian yang telah ditentukan. Bagi wisudawati biasanya menggunakan kebaya tradisional dengan kain jarik, dan wisudawan biasanya memakai kemeja putih, celana hitam,sepatu hitam, jas dan dasi.

Pada saat wisuda biasanya para wisudawan menggunakan baju toga. Sejarah toga berasal dari tego, yang dalam Bahasa Latin bermakna penutup. Toga umumnya dikaitkan dengan bangsa romawi, tapi sesungguhnya toga berasal dari sejenis jubah yang dikenakan oleh pribumi Italia, yaitu bangsa Etruskan yang hidup di Italia sejak 1200 SM. Kala itu bentuk toga belum berbentuk jubah, hanya kain sepanjang 6 meter dan cara memakainya hanya dililitkan ke tubuh.

Sejarah toga sudah berkembang di Romawi, waktu toga dijadikan busana orang-orang Romawi. Waktu itu toga adalah pakaian berupa sehelai mantel wol tebal yang dikenakan sesudah cawat atau celemek. Toga diyakini telah ada sejak era numapompilius, raja Roma yang kedua. Seiring berjalannya waktu, pemakaian toga untuk busana sehari-hari perlahan mulai ditinggalkan.

Filosofi Pakaian dan Topi Toga saat Wisuda

Toga mempunyai arti filosof yang kental, salah satunya adalah arti warna hitam pada toga. Ternyata pemilihan warna gelap pada toga adalah simbolisasi yaitu misteri serta kegelapan yang berhasil dikalahkan sarjana waktu mereka menempuh pendidikan di bangku kuliah. Tak hanya itu, sarjana pula diharapkan mampu menyibak kegelapan dengan ilmu pengetahuan yang selama ini didapat olehnya.

Warna hitam pula melambangkan keagungan, oleh karena itu tak hanya sarjana, ada hakim serta separuh pemuka agama pula memakai warna hitam pada jubahnya. Tak hanya warna jubah toga yang membuat filosof mendalam, ternyata ada pula arti filosof dari bentuk persegi pada topi toga. Sudut-sudut pada topi toga menyimbolkan seorang sarjana yang dituntut untuk berfikir rasional  serta memandang segala sesuatu hal dari beraneka sudut pandang.

 

 

Peneliti                 : Anisa Nurfauziah

Desain                  : Heri Nurdiansyah

Sumber                : Bagian Akademik UIN SGD Bandung

                                  Humas UIN SGD Bandung

                                 Malahayati.ac.id

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas