Kampusiana

UIN Bandung Tetapkan SDGs Sebagai Tema KKN Sisdamas 2018

Dok. Suaka

SUAKAONLINE.COM- Mengikuti program pembangunan berkelanjutan yang di sepakati oleh berbagai negara dalam forum resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), tahun ini Kuliah Kerja Nyata Berbasis Pemberdayaan Masyarakat (KKN Sisdamas) angkatan 2015 mengaitkan tema dengan 17 tujuan Suistanable Development Goals (SDGs) untuk diterapkan di masyarakat.

Suistanable Development Goals (SDGs) merupakan sebuah tindak lanjut dari kesepakatan sebelumnya yaitu Milennium Development Goals (MDGs). Di lansir dari Kompasiana.com, SDGs sendiri merupakan kesepakatan pembangunan baru yang mendorong perubahan-perubahan kearah pembangunan berkelanjutan berdasarkan hak asasi manusia dan kesetaraan untuk mendorong  pembangunan sosial, ekonomi dan lingkungan hidup.

Indonesia menunjukkan komitmen tinggi yaitu dengan telah ditandatanganinya  Peraturan Presiden No. 59 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pencapaian   Tujuan Pembangunan Berkelanjutan pada tanggal 4 Juli 2017 oleh Presiden Joko Widodo, dan dibentuk tim koordinasi SDGs Nasional dibawah koordinasi Kepala Bappenas.

SDGs sendiri memiliki 17 tujuan yang akan dijadikan tema diantara lain, Tanpa Kemiskinan, Tanpa Kelaparan, Kehidupan Sehat dan Sejahtera, Pendidikan Berkualitas, Kesetaraan Gender, Air Bersih dan Sanitasi Layak, Energi Bersih dan Terjangkau, Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, Industri, Inovasi dan Infrastruktur, Berkurangnya Kesenjangan, Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan,  Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, Penangan Perubahan Iklim, Ekosistem Lautan, Ekosistem Daratan, Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh, dan Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Dari 17 tujuan pembangunan, peserta KKN Sisdamas dipersilakan memilih salah satu untuk dijadikan tema yang sesuai dengan kondisi masyarakat di daerah tersebut dan mengaitkan dengan model KKN Sisdamas yang lain. Diantara lain yaitu KKN reguler, KKN daerah, KK luar negeri, KKN satu semester dan KKN masjid.

“Itu tema yang sudah di sepakati PBB, seluruh dunia juga sudah menyepakati. Kita akan menggunakan tangan-tangan mahasiswa dalam kegiatan KKN tersebutt,” ujar ketua LP2M Ramdani Wahyu Sururi, Rabu (7/8/2018).

Baca juga:  Zen RS: Simulakra Sepakbola

Mahasiswa Pendidikan Agama Islam, Yegi Rizki Pratama, mengatakan program SDGs memiliki peranan yang sangat penting bagi kemajuan dan kemaslahatan hidup manusia. “Saya setuju dengan adanya SDGs dalam pelaksanaan KKN Sisdamas. Ini berlandaskan pada tujuan umum dari program SDGs itu sendiri yaitu untuk menyejahterakan kehidupan manusia,” ujarnya, Kamis (19/7/97).

Lanjutnya, sudah menjadi rahasia umum kalau di negara kita masih banyak daerah-daerah yang bisa dikatakan masih tertinggal baik dari segi ekonomi, infrastruktur, pendidikan, dan lain sebagainya. Jika SDGs ini disinergikan dengan KKN Sisdamas dan bisa diaplikasikan dengan tindakan yang nyata, ini bisa menjadi gerbang untuk kemajuan suatu bangsa kedepannya.

Yegi sendiri menyatakan perihal pilihan tema, saya lebih condong kepada “Pendidikan Berkualitas”. Ini disebabkan karena pendidikan merupakan suatu modal awal untuk kemajuan suatu bangsa. Pendidikan juga bisa dikatakan sebagai gerbangnya dunia.

“Jika kita ingin masuk dan menguasai dunia, kita harus menempuh terlebih dahulu pendidikan. Pendidikan yang dimaksud bukan lagi hanya perihal kecerdasan kognitif saja, melainkan dengan disertai afektif dan psikomotorik,” ungkapnya. Dengan dihimpunnya ketiga ranah tersebut dalam proses pendidikan, diharapkan kedepannya mampu lebih peka lagi terhadap kemajuan lingkungannya.

Berbeda dengan Yegi, Febriana Rizky, salah satu mahasiswa yang akan mengikuti KKN dari Ilmu Hukum mengatakan bahwa tema SDGs yang dibawakan membosankan, persoalan mengenai kesehatan atau kepedulian terhadap alam bukanlah rahasia umum. Tanpa harus ada mahasiswa KKN informasi seperti itu mudah didapatkan, asalahkan masyarakat di suatu daerah mau mencerdaskan diri.

“ Saya mengakui 17 tujuan SDGs pasti sangat bermanfaat, tetapi menurut saya  ada hal yang lebih penting daripada sekedar pembangunan, yaitu masyarakat harus melek hukum, paham mengenai politik agar tidak dimanfaatkan oleh oknum-oknum pemerintah,” paparnya.

Baca juga:  Aniva Kusumawardani : Ciptakan Puisi dan Mensyukuri Makna Kehidupan

Febri menambahkan, masyarakat desa perlu tahu dalam bertindak di negara hukum seperti apa seharusnya.  Hak mereka harus dituntut dan kewajiban sebagai warga negara harus dilakukan. “Meskipun program ini program PBB yang banyak disepakati oleh 180 negara di New York, kita jangan lupa ada yang lebih penting bahwa saudara-saudara kita HAM nya masih direnggut dan masih dibiarkan oleh para pengurus PBB,” paparnya.

Pada pelaksanaanya PBB masih membiarkan kejahatan HAM yang seharusnya melindungi negara-negara Anggota. “Tanpa ada SDGs sebenarnya Indonesia sudah ada pemikiran kesana yang tercantum dalam UUD 1945. Insya Allah, kalau sudah melek hukum, kepedulian terhadap lingkungan juga pasti tumbuh.” tegasnya.

 

Reporter : Anggi Nindya Sari

Redaktur: Elsa Yulandri

 

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas