Kampusiana

Meneropong Dema-U Satu Periode Kedepan

Ketua Dema-U periode 2018-2019, Oki Reval Julianda sedang memberikan sambutannya pasca pelantikan Dema-U, Senin (23/7/2018) di Aula Anwar Mussadad. Ia berharap segala elemen di ruang lingkum Universitas dapat bekerja sama dengan Dema-U demi kemajuan UIN SGD Bandung. (Fadhilah Rama/ Suaka)

Beberapa waktu lalu Dewan Eksekutif Mahasiswa UIN SGD Bandung (Dema-U) periode 2018/2019 resmi dilantik pada Senin (23/7/2018). Ketua Dema-U terpilih, Oki Reval Julianda menuturkan pasca pelantikan Dema-U akan langsung fokus ke beberapa kegiatan kemahasiswaan di UIN SGD Bandung.

Oki menjelaskan untuk saat ini Dema-U akan fokus terlebih dahulu untuk publikasi. Hampir sudah 4 tahun lamanya Dema-U vakum, perlu adanya publikasi yang maksimal ke seluruh mahasiswa UIN SGD Bandung  bahwa Dema-U kini sudah dilantik dan siap untuk menjalankan tugas serta peran dan fungsinya.

Setelah itu, Dema-U akan fokus kepada perhelatan Ospek Universitas yang akan diadakan bulan Agustus mendatang. Ketika ditanya sejauh mana persiapan untuk PBAK (Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan), dirinya mengatakan belum ada obrolan khusus dengan birokrat. Tapi akan segera diagendakan rapat bersama dengan Dema-U untuk merumuskan PBAK.

Pria yang merupakan mahasiswa Fakultas Saintek itu pun memberikan bocoran ada beberapa program yang akan ia rumuskan saat Rapat Kerja (Raker) nanti. Salah satunya adalah website informasi terpusat UIN SGD Bandung meliputi kegiatan mahasiswa, kalender akademik, dan lain lain. Di website tersebut juga akan disertakan CloudBox (Kotak Awan) untuk menampung saran dan masukan dari mahasiswa yang nantinya akan ada di website tersebut.

Selain itu, akan ada program yang sifatnya rutin. Dema-U akan mengadakan kajian rutin di Masjid Iqomah. Hal ini bertujuan untuk menghidupkan kembali masjid dan dengan diadakannya kajian rutin ini diharapkan dapat mampu memotivasi teman-teman mahasiswa.

Baca juga:  Belajar Politik Sehat dan Menyehatkan

“Kita (Dema-U –red) akan mengadakan kajian rutin guna menghidupkan masjid dan akan kerjasama dengan Lembaga Dakwah Mahasiswa (LDM). Nanti juga kita akan mendatangkan tokoh-tokoh keagaaman, tokoh inspiratif sehingga nantinya bisa memotivasi teman-teman di UIN SGD Bandung. Namun perlu dimatangkan lagi nanti saat Rapat Kerja,” tuturnya Senin (23/7/2018).

Kemudian, Dema-U akan fokus ke Dies Natalis yang merupakan acara peringatan besar di tingkat Universitas. Diharapkan di Dies Natalis nantinya mahasiswa akan aktif dan ikut serta mensukseskan acara tersebut. Salah satu inovasi yang ditawarkan dalam Dies Natalis adalah Job Fair Sunan Gunung Djati.

“Salah satu program unggulan kita adalah Dies Natalis. Kita semua tahu dari Dies Natalis beberapa tahun kebelakang itu mahasiswa perannya sangat sedikit. Nah kita akan terlibat disana kita akan kemas kegiatan itu dengan kemasan kemahasiswaan,” tuturnya

Dema-U juga akan berusaha untuk merangkul seluruh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Sebagai wadah, Dema-U akan menampung segala aspirasi dari teman-teman mahasiwa. Hal ini memang tidak mudah setelah vakum selama 4 tahun, Dema-U harus kembali menumbuhkan kepercayan dari para mahasiswa. Maka dari itu akan dimaksimalkan jalur koordinasi dengan Dema-F juga. Itulah yang coba dituangkan dalam tagline nya Konstruktif Kolaboratif.

“Dilatar belakangi Dema-U selama 4 tahun vakum berarti disini perlu ada pembangunan ulang (rekonstruksi) tatanan organisasi. Tatanan organisasi disini adalah kita membangun ulang relasi-relasi, baik itu di internal ataupun di eksternal UIN Bandung. Kita bangun ulang jalur koordinasi kita bangun kembali kepercayaan mahasiswa terhadap Dema-U dan kita bangun ulang peran Dema-U dalam kemajuan UIN SGD Bandung,” tegasnya.

Rektor UIN SGD Bandung, Mahmud pun berharap dengan terbentuknya Dema-U ini dapat terjalin kerja sama yang baik antara mahasiswa dengan dosen dalam berbagai aspek untuk membangun kampus ini menjadi kampus yang unggul. Kolaborasi dalam hal tri dharma Perguruan Tinggi sangat mungkin terjadi, utamanya adalah dalam pengimplementasiannya. Karena prinsipnya baik dosen maupun mahasiswa, menginginkan yang terbaik untuk kampus.

Baca juga:  Api Obor Asian Games 2018 Sambangi Bandung, Warga Antusias

 

Reporter : Fadhilah Rama

Redaktur : Muhamad Emiriza

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas