Kampusiana

Pelepasan Peserta KKN Sisdamas Ketiga

Rektor beserta jajaran Dekan melepaskan burung merpati sebagai simbolis pelepasan peserta KKN Sisdamas 2018 di halaman gedung Anwar Musaddad, Senin (30/7/2018). Sebanyak 5225 peserta yang terbagi dalam 400 kelompok akan menempati 6 lokasi KKN, diantaranya Kabupaten Bandung, Kabupaten Pangandaran, Kota Banjar, Kelurahan Cipadung dan Thailand. (Dadan M. Ridwan/ Suaka).

SUAKAONLINE.COM – Dengan melepaskan burung merpati Rektor UIN SGD Bandung, Mahmud resmikan pelepasan peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Berbasis Pemberdayaan (Sisdamas) yang ketiga di halaman gedung Anwar Musaddad, Senin (30/7/2018). Tahun ini KKN Sisdamas bertajuk “Mengasah diri merakit sinergi”.

Dalam sambutannya Mahmud berpesan untuk menjaga nama baik almamater, bagus tidaknya almamater tergantung bagaimana cara pandang terhadap almamater itu sendiri. Ia berharap setiap sivitas akademika terutama peserta KKN menceritakan kebaikan almamater kepada masyarakat luas, jika ada keburukan segera laporkan kepada dirinya.

Mahmud menghimbau kepada peserta KKN untuk patut berbangga terhadap almamater, sebab UIN SGD Bandung merupakan salah satu Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang mendapatkan penghargaan Sinta Award dengan produktivitas publikasi tertinggi dalam kategori perguruan tinggi keagamaan.

“Ini salah satu ajang yang sangat bergengsi untuk sebuah perguruan tinggi. Kita UIN SGD Bandung sudah meraihnya. tentunya ini bukan kerja seorang saja, tapi berkat usaha kita bersama,” ujar Mahmud.

Selain itu, Mahmud berpesan untuk menggunakan pendekatan yang tepat dalam implemetasi program kerja pengabdian di masyarakat selama KKN, karena posisi mahasiswa dengan masyarakat berbeda. “Saudara adalah pendatang, mereka adalah pemilik. Karena itu perlu pendekatan yang betul-betul cantik,” ungkapnya.

Mahmud menerangkan filosofi yang diajarkan Prabu Siliwangi, “caina herang, laukna beunang” (airnya bening, ikannya dapat), yang berarti bagimana menyampaikan sebuah gagasan namun tidak membuat masyarakat terganggu.

Baca juga:  Belajar Politik Sehat dan Menyehatkan

Mahmud mengutip Quran Surat An-Nahl ayat 125 yang ditafsirkan secara sosiologis, dalam menyampaikan  gagasan dari bawahan ke atasan harus dengan al hikmah, seperti ke lurah, ke kepada desa. Jika dari atasan ke bawahan harus menggunakan nasihat yang baik. Jika sederat harus menggunakan cara yang baik pula.

Menyoal keagamaan pun tak luput Mahmud soroti untuk diperhatikan oleh peserta KKN. ia berpesan jangan sampai langsung mendebat pemahaman masyarakat yang tidak memiliki dalil yang kuat, namun gunakan cara yang baik dengan menunggu waktu yang tepat. Seperti saat acara dan kemudian ada sisi diskusi, maka kesempatan itu harus digunakan untuk menjelaskan apa yang dianggap benar.

“Jangan sampai ada cerita peserta KKN UIN SGD Bandung tiap minggu ada yang diusir. kalau perlu masyarakat tidak memperkenankan pulang, kenapa? mau diangkat jadi menantu,” ungkap Mahmud yang diringi gemuruh tawa peserta KKN.

Kepala Pusat Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), Ramdani Wahyu Sururie mengatakan sebanyak 5225 peserta yang terbagi dalam 400 kelompok akan menempati 6 lokasi KKN, diantaranya Kabupaten Bandung, Kabupaten Pangandaran, Kota Banjar, Kelurahan Cipadung dan Thailand.

selanjutnya peserta KKN akan diberangkatkan menggunakan 84 bis, untuk hari ini pemberangkatan dimulai dengan peserta KKN yang berlokasi di Kabupaten Pangandaran dan Kota Banjar dengan satu bis, yang disusul esok hari dari lokasi lainnya. “Sebab yang lain sudah ada yang standby disana, kan syarat KKN diluar Kabupaten Bandung harus yang berasal dari daerah sana.” pungkas Ramdhan saat dijumpai usai pembukaan.

 

Reporter : Dadan M. Ridwan

Redaktur : Elsa Yulandri

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas