Lintas Kampus

Api Obor Asian Games 2018 Sambangi Bandung, Warga Antusias

Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat, M Iriawan membawa obor yang diterimanya secara estafet. Sabtu, (11/8/2018) Obor selanjutnya disimpan di pelataran depan Gedung Sate, sebelum meninggalkan Bandung menuju Garut hari ini (12/8/2018). Abdul Azis Said/ Suaka.

SUAKAONLINE.COM Arak-arakan api abadi yang nantinya akan dipakai dalam pembukaan Asian Games 2018 telah memasuki Kota Bandung pada Sabtu, (11/8/2018). Api obor dibawa secara estafet oleh 20 orang pelari yang terdiri atas atlet dan pejabat, dengan titik akhir di Gedung Sate yang disambut oleh Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat, M. Iriawan.

Kedatangan api tersebut disambut meriah warga Bandung yang berkumpul dan memenuhi sepanjang jalan di depan Gedung Sate. Selain menantikan kedatangan para atlet pembawa obor, warga juga disuguhkan hiburan berupa musik dan tarian tradisional. Bukan hanya itu, iring-iringan driver ojek online, komunitas pecinta sepeda tua hingga Bandung Tour on Bus (Bandros) juga turut meramaikan acara.

Antusias dan dukungan yang besar dari warga Bandung menyambut pawai obor, mempresentasikan tujuan penyelenggaraan kegiatan tersebut. Hal itu sebagaimana diutarakan oleh Mediko Azwar, selaku Marketing Director Grab Indonesia yang merupakan Official Mobile Platform Partner Asian Games 2018.

“Tujuan campaign ini sebagai cara menyambut adanya Asian Games, kita menyusun kampanye kemenangan dan mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk berpartisipasi mendukung para atlet dan juga mengajak bangsa Indonesia untuk menjadi bangsa yag menang.” terangnya, Sabtu (11/8/2018).

Torch Relay Diselenggarakan di 18 Provinsi dan 54 Kota

Kedatangan api obor di Kota Bandung merupakan serangkaian torch relay Asian Games 2018 yang diadakan oleh panitia dalam menyambut perhelatan akbar empat tahunan ini. Sebelum mengunjungi Kota Bandung, api obor tersebut sudah menyambangi 17 provinsi dan 49 kota di Indonesia, dan Bandung menjadi kota kedua di Jawa Barat setelah Purwakarta pada Jumat (10/8/2018).

Baca juga:  Beberes Bandung Ajang Warga Bandung Kerja Bakti Akbar

Sebagaimana rute pawai obor, dimulai dari pengambilan api abadi dari Mrapen yang disatukan dengan api abadi dari India. Pada Rabu, (18/7/2018) Wakil presiden, Jusuf Kalla ditemani Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani menghadiri konser torch relay yang diselenggarakan di Prambanan, yang menandakan dimulainya torch relay Asian Games 2018.

Setelah diinapkan semalam di Bandung, Minggu (12/8) pawai obor berlanjut menuju Kabupaten Garut juga untuk diinapkan semalam. Setelah dari Garut, rute selanjutnya ialah Cianjur (13/8), Bogor (14/8) dan berakhir di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) sehari setelah hari kemerdekaan RI, bertepatan dengan pembukaan Asian Games 2018.

 

5 Cabang Olahraga Diselenggarakan di Jabar

Meskipun bukan sebagai daerah utama penyelenggara, tapi terdapat lima cabang olahraga yang bakalan dipertandingkan di Jabar. Kelima cabang olahraga itu adalah sepakbola, kano slalom, paragliding, road bicycle racing dan mountain bike.

Untuk persiapannya, Iriawan dalam sambutannya menginginkan kerjasama semua pihak, utamanya keamanan termasuk juga masyarakat guna pemaksimalan, baik venue maupun keamanan untuk menjaga nama baik Indonesia sebagai tuan rumah.

Berangkat dari hal itu, agaknya tidak berlebihan jika Jabar memerlukan fasilitas olahraga yang memadai, khususnya ialah venue dengan standar internasional.

Sebagaimana tanggapan atlet peraih medali emas Asian games 2006 Doha, Taufik Hidayat saat ditanya perihal perkembangan olahraga di Jawa Barat, dalam suasana menyambut Asian Games. Dirinya menyayangkan tidak adanya fasilitas olahraga yang berstandar internasional, baginya itu menjadi salah satu kendala tidak diselenggarakannya pertandingan internasional di Jabar, sementara dirinya juga menyebutkan banyak atlet berprestasi berasal dari lokal Jabar.

“Sebenarnya kalau dilihat dari sejarah, Jawa Barat itu banyak menghasilkan medali, peraih emas olimpiade itu banyak dari Jawa Barat loh. Hanya saja Jawa Barat kurangnya ialah tidak memiliki lapangan internasional, sehingga nggak bisa mengadakan pertandingan internasional, dan sekarang itukan ada standarnya setiap cabang, dan Jawa Barat itu tidak punya,” jelasnya, Sabtu (11/08/2018).

Baca juga:  UIN Bandung Jembatani Peluang Kerja Mahasiswa dengan UPT Pusat Karir

Harapan Bagi Kesuksesan Asian Games 2018

Terlepas dari itu, harapan mengalir dari banyak pihak untuk kesuksesan Asian Games 2018. Iriawan juga mengutarakan harapannya bagi kelancaran dan keamanan acara Asian Games hingga selesai nanti, bukan hanya itu, ia juga berharap para atlet dapat memberikan hasil terbaik dengan keluar sebagai juara umum.

“Ini bersejarah di mana Asian Games sudah 56 tahun baru ada lagi di Indonesia. Mari kita sambut dan doakan agar penyelenggaraan Asian Games lancar, sukses, aman dan tentunya juga semoga Indonesia dapat meraih juara umum,” tutupnya.

 

Reporter   : Abdul Azis Said

Redaktur  : Muhammad Iqbal

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas