Lintas Kampus

Peringati Hari Merdeka, YIPC Jatim Berbagi Keceriaan di Pengungsian Syiah

Foto bersama antara anggota YIPC Jatim dan anak-anak pengungsian Syiah Sampang selepas perlombaan Jumat(17/8/2018). Perlombaan itu bermaksud memberikan keceriaan kepada anak-anak pengungsi agar bisa merasakan keceriaan di hari kemerdekaan. Dok.Pribadi

SUAKAONLINE.COM – Pukul 9 pagi, sembilan orang dari Young Interfaith Peace Camp regional Jawa Timur  (YIPC Jatim)  berkumpul di UIN Sunan Ampel Surabaya lalu dilanjut singgah di rumah Farhan untuk membungkus kado. Kado itu sebagai hadiah dalam rangka memperingati hari kemerdekaan yang dilaksanakan di Pengungsian Syiah Sampang,  Rumah susun Puspa Agro Jemundo Sidoarjo Jawa Timur Jumat(17/8/2018).

Mereka adalah Farhan, Josua, Desi, Fais, Icha, Oliv, Muza, Adam dan Lutfi, anggota YIPC Jatim yang akan merayakan peringatan kemerdekaan di Pengungsian Syiah Sampang.  Dengan maksud untuk menghibur,  merayakan kemerdekaan membuat anak-anak Syiah fun, menghadirkan keceriaan di hari kemerdekaan dengan beragam perlombaan.

Ada empat macam perlombaan diantaranya lomba makan kerupuk, lomba memasukan paku dalam botol, lomba menggiring bola dengan terong dan lomba balap karung. Dilanjut dengan pemutaran video animasi sebagai cara menghibur anak-anak.  Tujuanya untuk membuat anak-anak di pengungsian merasa senang ditambah dengan hadiah yang mereka persiapkan.

Hadirnya YIPC Jatim membawa angin segar serta kebahagiaan bagi anak-anak pengungsi Syiah Sampang. “Anak-anak sangat bahagia merasa ada yang memedulikan dan memerhatikan kala peringatan 17an.  Sebab bagi anak-anak itu merupakan stimulus untuk menyuntik semangat”urai Rohmah  pengurus pengungsian Syiah Sampang, Sabtu(24/8/2018)

Dari pendeskripsian Josua Bernard Kristian animo anak-anak dalam mengikuti lomba sangat luar biasa. Mereka tersenyum, tertawa lepas, menikmati perlombaan. Sama halnya ketika beberapa anggota YIPC Jatim tengah menjelaskan tata cara lomba. Anak-anak terus bertanya “Kak bagaimana, Kak bagaimana” ujar Josua menirukan ekspresi anak-anak kala bertanya, Sabtu(18/8/2018). Baginya kebahagiaan anak-anak adalah rasa syukur yang diamini.

Baca juga:  Humas Kembali Harum Lewat Himmas Cup

Anak-anak disana tetap menjaga kesopanan dan ramah. Kerap bertanya kepada penyelenggara lomba, memperkenalkan diri tanpa diminta serta mengajak berjabat dengan mencium tangan layaknya Kakak dan adik.

YIPC Jatim sengaja memilih lokasi tersebut agar anak-anak di rumah susun turut merayakan semarak kemerdekaan. Menurut salah satu anggota YIPC Jatim, Desi Fajarwati Lesmana mengungkapkan perasaanya terkait jarang ada perayaan di pengungsian.”Alasan selanjutnya karna ia merasa anak-anak Syiah berhak merasakan kebahagiaan di hari kemerdekaan layaknya anak-anak lain di luar pengungsian”  terangnya Minggu(19/8/2018).

Rohmah menganggukan pernyataan Desi membeberkan tahun pertama mereka dipindahkan, peringatan 17an digelar oleh Taman Relawan. Tahun-tahun berikutnya nihil sampai pada 2017. Ketika pemerintah mengadakan upacara sebagai cara  memperingati hari kemerdekaan bagi para pengungsi termasuk anak-anak.

Satu frekuensi dengan Desi dan Rohmah, Jebe sapaan kental Josua menegaskan bahwa selama ini mereka mengalami pengalaman pahit lantaran  terusir dari kampung halaman sendiri, rumah yang sedari kecil sudah ditinggali hanya karena perbedaan  mahzab, iman atau aqidah.

“Mungkin bagi mereka bicara kemerdekaan, yang identik dengan  kebebasan  belum sepenuhnya merasa merdeka. Sebab belum bisa kembali ke kampung halaman. Tapi semoga saja ini menjadi awal mereka merasakan kemerdekaan, terbukti dari keceriaan dan canda tawa mereka”tutur Jebe.

Pun Rohmah, ikut membuka suara ia masih tidak habis pikir perihal kemerdekaan. “Maaf saya tidak mengerti makna merdeka.  Soalnya masih ada orang yang mengungsi di negeri sendiri.  Masih ada yang kehilangan haknya juga kehidupan yang tidak menentu padahal Indonesia sudah merdeka. salah satu contohnya pengungsi Syiah Sampang yang sampai detik ini belum ada penyelesaniya. Sedih itu  makin terasa ketika tidak bisa merayakan dI kampung sendiri.  Kemerdekaan, kedamaian dan kebebasan  beragama  belum bisa didapat.”

Baca juga:  Wisuda 71, Mahmud Lepas 1380 Wisudawan

Konsisten Menanam Perdamaian

Selain perayaan peringatan kemerdekaan YIPC Jatim  juga menyebarkan nilai-nilai perdamaian melalui edukasi dengan cara mengajar. Hal tersebut dilaksanakan kala bulan ramadhan sekaligus buka puasa bersama warga pengungsian beberapa bulan silam. “Ini bukan kali pertama, sebelumnya memang pernah kunjungan kesana untuk menyebarkan nilai-nilai perdamaian kepada mereka sambil kita selingan ngasih games” papar Jebe Member YIPC yang turut serta dalam perayaan kemerdekaan.

Respon baik mencuat dari anak-anak. Bahkan mereka menginginkan acara semacam itu terulang lagi. Melihat masih jarang yang berkunjung ke rumah susun tersebut. Anak-anak menyampaikan aspirasinya kepada pengurus pengungsian,  Rohmah supaya getol menggelar acara serupa.  Sang pengurus menjadi lidah penyambung untuk memanggil YIPC Jatim kembali berkunjung.

Dari situ YIPC Jatim berinisiatif melakukan kunjungan ke warga Pengungsian Syiah Sampang. Juga sebagai project deradikaliasi dengan mengusung tema ‘revousi spiritual dan revolusi nilai kebangsaan.’ Satu sisi memang sebagai respon atas pengeboman yang terjadi di Surabaya beberapa waktu  lalu sisi lain momentum yang tepat dengan hari kemerdekaan menebar keceriaan.

Kondisi Bangunan Memprihatinkan

Ada dua bangunan yang berdiri, satu Rusun Pengungsi  Syiah Sampang yang terusir dari kampung halaman, sebelahnya lagi Syiah warga negara asing. Dari segi kebersihan Rusunawa negara asing lebih bersih dan terawat karena memang kondisi bangunanya yang masih baru.

Menilik bangunan menurut Jebe bisa diikatakan cukup layak. Sejauh yang ia amati kondisi infrastruktur disana kurang terawat dibanding dengan Rusunawa di sebelahnya. Setali tiga uang dengan Jebe, alumni Studi agama-agama UIN Sunan Ampel Surabaya Desi  menyatakan bahwa Kondisi mereka terlihat cukup baik, hanya saja rumah susun yang mereka tinggali terlihat minim perawatan.

Baca juga:  Wawan Gunawan : Jas akan Diusahakan Rampung Sebelum UTS

“Kondisi bangunan memang banyak yang rusak dan keropos. Rumah susun yang terdiri dari lima lantai itu tahun lalu sempat ada pengecetan di tembok luarnya tetapi banyak yang rusak di dalam” ujar Rohmah lagi.  Ia juga menambahkan kerja bakti kerap dilangsungkan. Bersih-bersih diakukan setiap hari, untuk yang di bawah satu Minggu dua kali.

 

Reporter  : Anisa Dewi Anggri Aeni

Redaktur : Muhammad Iqbal

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas