Kampusiana

Wisuda 71, Mahmud Lepas 1380 Wisudawan

Rektor UIN SGD Bandung, Mahmud, memberi sambutan dan selamat kepada 1380 wisudawan dalam prosesi Sidang Senat Terbuka Wisuda 71, di Aula Anwar Musaddad, Sabtu (15/9/2018). (Harisul Amal /SUAKA)

SUAKAONLINE.COM – Rektor UIN SGD Bandung, Mahmud melepas 1380 wisudawan dan wisudawati dalam prosesi wisuda yang ke-71 di Aula Anwar Musaddad, Sabtu (15/9/2018). 1380 wisudawan itu terdiri 1216 dari program sarjana (S1), yang terdiri dari Fakultas Syariah dan Hukum, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, dan Fakultas Psikologi. Kemudian 159 dari program magister (S2), serta 5 wisudawan dari program doktor (S3)

Mahmud mengucapkan selamat kepada semua wisudawan. Ia juga turut mengapresiasi terhadap wisudawan yang mendapaka IPK 4.0 serta mahasiswa yang hafiz 30 juz. “Karena wisuda saat ini ada salah satu wisudawan yang mendapatkan IPK istimewa dengan nilai 4.00 ini yg kebetulan hampir sama dengan era industri 4.0 Jadi saya sebagai Rektor akan memberikan apresiasi kepada yang bersangkutan berupa beasiswa untuk melanjutkan studi di kampus UIN Sunan Gunung Djati Bandung ini,” ujarnya

Selanjutnya, Mahmud berharap,  wisudawan yang sudah lulus agar bisa berkiprah di masyarakat dengan baik. “Mereka harus bisa bekerja sesuai dengan latar belakangnya, bukan hanya sekedar bekerja tapi juga harus berprestasi. Selanjutnya sebagai produk dari perguruan tinggi islam harus bisa menampilkan pesan-pesan islam yang rahmatan lil ‘alamin, dan juga sekaligus mengantisipasi dari pemahaman yang bernuansa radikal, dan menjaga nama baik almamater,” tambahnya

Dalam kesempatan ini, Mahmud juga mengajak Wisudawan dan tamu undangan yang hadir untuk turut mendoakan Rektor UIN SGD Bandung periode 2011-2015, Dedi Ismatullah yang telah berpulang ke rahmatullah. “Sebagai apresiasi kepada beliau selaku tokoh kampus ini, kita akan memberikan satu gedung dengan nama beliau yaitu gedung  Fakultas Syariah dan Hukum dengan nama Profesor Doktor Kyai Haji Dedi Ismatullah, mudah-mudahan dengan nama ini akan semakin banyak mendoakan beliau dan sekaligus membawa berkah bagi Fakultas Syariah dan Hukum,” ungkapnya.

Baca juga:  KLC : Organisasi Daerah Perlu Pengakuan

Salah seorang wisudawan Fakultas Syariah dan Hukum, Mujibullah Budiman mengatakan, langkah yang diambil kampus dalam membagi kouta dan pelaksanaan wisuda itu sudah efektif, terlebih wisuda yang sekarang itu koutanya terlalu besar, ada sebesar 1380 untuk hari ini, dan sekitar 1000an di keesokan harinya. Karena menurutnya, jika berkaca pada wisuda September tahun lalu itu disekaliguskan di kampus dua, hasilnya adalah prosesi wisuda berlangsung tidak kondusif.

“Belum lagi juga banyak  terdapat keluhan dari wali mahasiswa, mengigat kampus dua itu kondisinya gersang. Dan dengan pembagian kouta seperti sekarang ini kondisi prosesinya bisa berlangsung lebih tertib. Terlebih sekarang ada kebijakan mengenai satu undangan hanya berlaku bagi satu orang, yang sebelum-sebelumnya itu satu undangan bisa untuk beberapa orang” ujarnya

Terlepas dari itu, Mahasiswa jurusan Hukum Pidana Islam tersebut mengaku terharu, karena perjuangannya selama ini telah terbayar. “Kemudian sebagai alumni, saya berharap semoga kampus dapat membuat mahasiswanya tenang dan nyaman. Terutama dari fasilitasnya harus ditingkatkan lagi, kualitas dan komitmen dosen harus ditingkatkan lagi, dan terakhir yang saya tekankan, semoga budget UKT yang dikeluarkan oleh mahasiswa harus sesuai dengan fasilitas yang di dapat,” tutupnya.

 

Reporter : Harisul Amal

Redaktur : Muhamad Emiriza

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas