Kampusiana

Komentari Fenomena Sosial Himasaifi Gelar Talkshow

Dok. Pribadi.

SUAKAONLINE.COM – Himpunan Mahasiswa Sains Fisika (HIMASAIFI) UIN SGD Bandung menggelar talkshow dengan mendatangkan Pidi Baiq dan Sidik Permana di Aula Anwar Musaddad (25/9/2018). Kegiatan tersebut merupakan rangkain terakhir acara Physic Fair 2018 yang mengusung tema “Peran Saintis dalam Menghadapi Problematika Sosial”.

Talkshow tersebut diawali dengan pembicaraan Sidik yang menurutnya sangat banyak sekali fenomena sosial pada saat ini, dari yang terhangat tentang suporter yang meninggal sampai isu tentang Calon Presiden. Sidiq yang merupakan Akademisi dan Ketua Himpunan Fisika Indonesia itu pun menyoroti fenomena sosial dari akademisi terkait kartu kuning Jokowi yang dilakukan Mahasiswa Universitas Indonesia akhir-akhir lalu.

“Sangat banyak kalau kita bicara tentang fenomena sosial pada saat ini, meninggalnya suporter sepak bola kemaren yang didasari dengan kurangnya edukasi perbedaan pilihan, bagaimana bisa nyawa dihargai dengan murah dan karena perbedaan warna kostum,” ungkapnya.

Pun dengan perbedaan pemilihan Capres atau Cawapres, Sidiq mengatakan,  karena perbedaan tak sedikit orang dengan gampangnya mengkafirkan orang lain. Kalau dari akademisi, mungkin tentang kartu kuning Jokowi yang dilakukan oleh mahasiswa Jurusan Fisika Universitas Indonesia. Menurutnya hal tersebut sah-sah saja dan itu adalah bentuk respon terhadap fenomena sekarang.

Ia juga menambahkan bahwa generasi milenial sekarang berbeda dengan generasi zaman dulu, sifat alamiah yang menjadikan semuanya berbeda. Karena perkembangan zaman dan orang yang harus menyesuaikan jadi berubahlah sikap dan perilakunya dimulai dari penampilan sampai gaya hidup. Didorong juga dengan kemajuan teknologi, namun apabila dilakukan tidak dengan baik dan benar teknologi bukan bisa membuat semua nya baik dan pintar namun membuat buruk dan bodoh.

“Pada mahasiswa misalnya, berbeda ya mahasiswa zaman sekarang dengan zaman dulu. Dulu mahasiswa ke dosen sangat segan segali bahkan untuk nanya tugas dan nilai sekalipun. Namun sekarang tak sedikit mahasiswa yang mengajak ngopi atau nongkrong bareng untuk membicarakan nilai, tugas atau bahkan bimbingan skripsi,” tambah Pria lulusan Fisika ITB tersebut.

Baca juga:  Zen RS: Simulakra Sepakbola

Pidi Baiq pun ikut mengomentari terkait fenomena pada saat ini, menurut Pidi orang-orang dari zaman dulu hingga zaman sekarang tidak pernah berubah dan sangat terlalu serius, seperti isu Capres yang menggoreng agama, semuanya serius padahal menurutnya hal yang harusnya di bicarakan bukan agamanya tapi pelajaran tentang kehidupan di muka bumi untuk nantinya di evaluasi dan menjadi lebih baik lagi.

“Hidup jangan terlalu serius bahkan gila juga diperlukan, mending disangka gila tapi menyenangkan daripada serius tapi nyatanya menyebalkan. Saya juga membuat counter-counter, apabila sekarang ada Front Pembela Islam, saya bikin Front Pembela Islam, Budha, Hindu, Kristen. Hal seperti itu sebenarnya bukan untuk menyaingi tapi untuk mengimbangi,” ujar Penulis “Dilan” tersebut.

Selain menyuguhkan talkshow, kegiatan Pysich Fair 2018 juga menampilkan seni tari, paduan suara dan penampilan band dari Mahasiswa Fisika. Juga pada hari sebelumnya diadakan kegiatan donor darah untuk umum, Olimpiade Fisika tingkat SMA dan Riset Basic Learning untuk SMA.

 

Reporter : Muhamad Emiriza

Redaktur : Elsa Yulandri

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas