Sosok

Aniva Kusumawardani : Ciptakan Puisi dan Mensyukuri Makna Kehidupan

Aniva Kusumawardani

SUAKAONLINE.COM – Banyak sosok perempuan yang penuh semangat memilih untuk terus berkarya dengan berbagai cara, berlimpah ide dan gagasan dituangkan melalui sebuah karya puisi yang indah. Banyak penulis hebat di Indonesia yang karyanya menjadi sebuah mahakarya yang sangat luar biasa. Aniva Kusumawardani  perempuan yang lahir 22 tahun silam ini  tak diam untuk mengejar impiannya agar bisa menggaungkan karya puisi yang ia ciptakan hingga mengantarkan begitu banyak penghargaan.

Perempuan berdarah Jawa yang lebih akrab dipanggil Niva sebagai nama penanya ini  menyukai  puisi Sejak  masih duduk di bangku kelas 1 SMP,  namun kecintaannya  dalam menulis saat  itu tidak didukung oleh orang tuanya, akan tetapi semua itu tak mematahkan semangatnya dalam  menciptakan puisi yang indah.

Setelah lulus dari SMA, Niva memilih untuk melanjutkan pendidikan di Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung jurusan Jurnalistik dan mulai mendalami kembali semua impiannya untuk menjadi seorang penulis. ”Karena saya ingin menekuni hobi yang sudah dari dulu saya impikan, itulah sebabnya saya masuk ke jurusan jurnalistik karena di jurusan jurnalistik juga dipelajari hal yang berkaitan dengan sastra seperti jurnalistik sastra,” ujar  perempuan yang juga hobi membuat kerajinan flanel ini. Selasa (16/10/18).

Ia bercita-cita  menjadi  penulis hebat, berbagai cara dan strategi ia lakukan untuk bisa mencapai semua itu. tak saja berbicara tentang hobi dan cita-cita, Niva juga memiliki tujuan lain dibalik karya-karya yang ia tulis, seperti menyampaikan pesan-pesan kesetaraan gender pada perempuan, rasa cinta kepada alam, Tuhan dan sesama manusia, juga pesan untuk mencintai setiap perbedaan yang ada di tanah air ini.

Dari pengalaman berbuah karya

Baca juga:  Rasa Takut Berujung Trauma

Niva selalu mensyukuri apa yang telah ada, mengusahakan yang harus dicapai dan menetapkan satu pilihan. Itulah yang menjadi motivasi Niva untuk terus menuangkan idenya dalam bentuk puisi. Cerita atau kata yang selalu ia goreskan dikertas adalah tentang pengalaman hidup yang ia lalui, bahkan bentuk rasa syukurnya terhadap apa itu kehidupan. Baik pengalaman dirinya mau pun orang-orang sekitarnya. Ia percaya setiap orang pasti bisa menciptakan puisi, namun tidak semua orang bisa mencintai dan menekutinya.

Ia kerap menuangkan idenya dengan puisi roman, ia menceritakan tentang kehidupannya dalam puisi-puisi yang diciptakan. Karya pertama Niva adalah sebuah puisi berjudul senja batasi pertemuan dalam buku Jingga Piu. tahun 2018 ini Niva mendapat banyak kesempatan karena puisi-puisi yang ia ciptakan dibukukan, adapun  puisi tersebut yaitu muara pembasuh jiwa, Kartini masa kini penerus generasi, cerpen perjuangan cinta gadis disabilitas, kedua nama yang sah, menanti lantunan nama, kutemui engkau dalam akad, intimidasi  perbedaan, seteguk ramuan janji, dan kacamata sepi.

Puisi baginya  seperti diary, apa yang dirasakan maupun apa yang dilihat baik itu pengalaman pribadi atau pengalaman orang lain, itulah yang  selalu yang membuatnya  tertarik untuk mengabadikan kisah itu dalam puisi dengan terikat  irama, rima, dan bait.

”Tulislah apa yang saat ini dirasakan mengalir apa adanya, setelah itu cari  majas yang menggambarkan setiap kata yang telah ditulis dan berpegang pada KBBI untuk referensi pemilihan kata. Karena setiap orang mampu menulis puisi seperti dia menulis sebuah diary ataupun status di media sosial,” tambahnya.

Niva sangat berharap agar semua karya yang ia ciptakan akan diterima oleh para pecinta puisi, dan segala proses yang ia lakukan saat ini untuk menciptakant buku bisa berjalan lancar dan terbit. Baginya puisi tak lain sebagai ungkapan jiwa yang akan membuat setiap orang bisa memberi makna dan warna yang berbeda tentang apa itu kehidupan.

Baca juga:  Akrobat Nakal Oknum Pengajar

 

Reporter : Delvia Yosa Amanda

Redaktur : Muhamad Emiriza

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas