Lintas Kampus

Hadiri Santriversary 2018, Jokowi Ajak Santri Rawat NKRI

Dok. Net.

SUAKAONLINE.COM- Meluasnya isu-isu berita bohong atau hoaks menjelang tahun politik 2019, Presiden Republik Indonesia, Jokowi ingatkan para santri tentang pentingnya filterisasi informasi juga ajakan untuk ambil bagian dalam menjaga NKRI. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri acara puncak peringatan hari santri nasional 2018 di Lapangan Gasibu kota Bandung pada Minggu, (22/10/2018).

Peringatan Hari Santri Nasional 2018 merupakan tahun ketiga sejak ditetapkan secara resmi oleh Jokowi pada 15 Oktober 2015. Hal tersebut sebagaimana yang tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 22 tahun 2015 tentang penetapan 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional. Meski telah ditetapkan sebagai peringatan hari santri nasional, 22 Oktober tidak menjadi hari libur nasional.

Dalam acara yang bertajuk ‘Santriversary’ tersebut, Jokowi mengajak para santri untuk ikut bersama menjaga Indonesia. Dengan beberapa penekanan dalam sambutannya, ia juga mengingatkan tentang makna NKRI sebagai rumah sendiri yang harus terus dirawat oleh setiap orang termasuk oleh para santri.

“Saya ingin mengingatkan kepada kita semuanya, ingin menyadarkan pada kita semuanya bahwa negara kita NKRI adalah rumah kita sendiri, kita harus paham dan menyadari itu. Bahwa NKRI ini adalah rumah kita sendiri yang perlu terus kita rawat dan jaga, salah satunya yang menjaga adalah para santri,” ajaknya.

Lanjutnya, Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, oleh karena itu marilah kita jaga ukhuwah islamiyah kita juga ukhuwah watoniah kita. Jangan sampai antarumat saling mencela, jangan sampai antara sesama muslim saling menjelekkan, jangan sampai antardaerah, antarsuku saling memfitnah.

“Tidak pernah ada dalam ajaran Islam bahwa diperbolehkan untuk melakukan fitnah mencela ataupun menjelekkan. Tapi, tiap pemilihan Walikota, Bupati, Gubernur atau Presdien, silahkan berbeda pilihan nggak apa-apa, namanya beda pilihan karena namanya pesta demokrasi itu pasti ada perbedaan pilihan,” ungkapnya.

Baca juga:  Menelaah Tindak Asusila di Kampus Hijau

Menutup sambutannya,  di hadapan ribuan santri Jokowi berpesan utamanya kepada santri yang ikut memadati acara itu, perlu adanya kehati-hatian dalam menerima informasi ataupun berita. Dikarenakan menjelang tahun politik 2019, baginya perlu adanya saring informasi terlebih yang diterima dari media sosial.

“Saya titip jangan mudah percaya pada yang namanya hoaks, berita yang ada di media sosial, hati-hati kalau sudah menjelang tahun politik seperti banyak sekali beredar yang namanya kabar bohong atau hoaks dan juga fitnah-fitnah. Hati-hati tolong disaring apakah benar apa tidak,” pesannya.

Angga Nurcahya, salah seorang santri yang hadir pada acara tersebut bersama rombongan pesantrennya dari Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Ciwidey, Menyikapi penyebaran hoaks, menurutnya santri perlu melakukan musyawarah sebelum menerima sebuah informasi dan perlunya penyaringan berita ataupun informasi oleh setiap orang.

“Untuk peran santri dalam menjaga NKRI, seharusnya santri lebih bermusyawarah dan jangan mendengar berita-berita yang belum pasti, karena itu termasuk hoaks. jadi, diterimanya nanti disaring dulu. Jangan karena beda agama dan beda ras juga beda suku jadi membuat perselisihan, padahal kita hidupnya bareng-bareng satu Negara.” tanggapnya.

Menjelang kedatangan Jokowi dan beberapa petinggi negara pada acara puncak tersebut, sebelumnya terdapat kirab yang diikuti oleh ribuan santri, pada sorenya. Rute pawai dimulai dari Pusdai hingga titik akhir depan Gedung Sate. Guna mendukung pengamanan, diturunkan 2.271 aparat keaman yang didatangkan dari personel gabungan TNI, Polri juga instansi terkait.

 

Reporter : Abdul Azis said

Redaktur: Elsa Yulandri

 

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas