Kampusiana

Milad ke-30, LDM UIN SGD Bandung Gelar acara Muslim Festival

Ketua pelaksana Muslim Festival Lembaga Dakwah Mahasiswa (LDM), Fikri Febrian Abdurrahman, memberi sambutan dalam agenda puncak rangkaian acara Muslim Festival, di Aula Abdjan Soelaeman, Jum’at (10/11/2018). Dalam sambutannya ia memaparkan seluruh rangkaian acara Muslim Festival yang berlangsung selama empat hari serta menyajikan delapan mata perlombaan dan 12 jenis kategori lomba. (Ahmad Fauzi/SUAKA)

SUAKAONLINE.COM – Sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT, LDM UIN SGD Bandung menggelar rangkaian acara Muslim Festival dalam memperingati Milad LDM ke-30 tahun yang jatuh pada 1 Juni 2018. Acara ini berlangsung selama empat hari dan mengusung tema “Mahakarya Dalam Membangun Negeri” di Aula Abdjan Soelaeman, Jumat (10/11/2018).

Muslim Festival merupakan suatu rangkaian acara yang dimulai pada tanggal 20 – 21 Oktober 2018 berlangsung delapan mata perlombaan dan 12 kategori lomba tingkat Provinsi Jawa Barat yang diselenggarakan di empat tempat yang berbeda, yaitu Aula Lectur Hall, Aula Student Center, Aula Mahad Al-Jamiah dan Masjid Iqomah UIN SGD Bandung. Kemudian pada tanggal 9 November digelar kajian  Tarbiyatunnisa dan di tanggal 10 november yang merupakan puncak acara digelar Tabligh Akbar, Talkshow dan juga konser nasyid.

Tujuan dari acara Muslim Festival ini selaras dengan tema yang diusung, yaitu Mahakarya Membangun Negeri, dimana melalui perlombaan dan juga acara yang diberikan, banyak elemen yang tergabung dalam acara ini dapat saling bersinergi menciptakan sesuatu hal yang positif untuk membangun negeri.

“Harapan dari kami selaku panitia ingin pemuda-pemudi berintegritas serta bersinergi saling berkolaborasi antar satu sama lain untuk membangun suatu karya membangun negeri kita tercinta ini,” ujar ketua pelaksana Muslim Festival, Fikri Febrian.

Adapun mata perlombaan yang dipertandingkan yaitu lomba Fashion Show, lomba Puisi, lomba Nasyid, lomba Vidio Kreatif, lomba Poster Dakwah, lomba Cerpen, lomba Da’I kategori Cilik, Remaja, dan Dewasa, serta Tahfidz kategori Cilik, Remaja dan dewasa.

Baca juga:  Penolakan dan Penuntutan Lima Sema-F terkait Pemilihan Sema-U

Dalam puncak acara Muslim Festival, Tablig Akbar diisi oleh pemateri Akmal Sjafril yang merupakan kepala sekolah pemikiran islam. Kemudian Talkshow diisi oleh seorang motivator sekaligus Creator dari Cinta Positif, kang Abay dan Singlelillah project. Dalam talkshownya, ia menuturkan bahwa pendidikan atau belajar itu tidak sama dengan sekolah atau kuliah artinya pendidikan bisa didapat dimanapun, dan perlunya mengenali potensi diri untuk menentukan cita-cita dimasa yang akan datang.

“Dalam mengenali potensi diri, kita harus mengenal diri kita sendiri, caranya dengan rumus tiga T. pertama tanya hati, temukan waktu yang pas dan tanyakan kepada Allah mengenai peran hidup kita. Kemudian tanya masalalu, ingatlah apakah ada kegiatan dimasa lalu yang anda kerjakan membuat anda senang dalam mengerjakannya. Yang terakhir lakukanlah tes kepribadian untuk mengetahui potensi yang ada didalam diri kita masing-masing,” papar kang Abay.

 

Reporter: Ahmad Fauzi

Redaktur: Muhamad Emiriza

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas