Infografis

Fakta – Fakta tentang Greentea

SUAKAONLINE.COM, Infografis Teh Hijau atau yang akrab disebut sebagai Matcha ini tengah menjadi minuman favorit di kalangan masyarakat. Namun, di balik itu semua tidak banyak yang tahu mengenai fakta-fakta tentang khasiat Teh Hijau ini. Ada banyak sekali hal yang tidak diketahui kita tentang Teh Hijau termasuk sejarah munculnya Teh satu ini.

Teh hijau mulai digunakan sebagai minuman sejak 2700 tahun sebelum Masehi pada dinasti Kaisar Shen Nung, namun tercatat dalam kamus kuno pada 350 tahun sebelum Masehi. Sekitar 200 tahun sebelum Masehi dalam buku tanaman obat Cina disebutkan daun teh berkhasiat menghilangkan racun dalam tubuh. Di Jepang tradisi minum teh berasal dari Cina sekitar abad ke-6 Masehi. Pada zaman Kamakura, pendeta Eisai dan Dogen menyebarkan ajaran Zen sambil memperkenalkan matcha (teh hijau dalam bentuk bubuk) yang dibawanya dari Tiongkok sebagai obat. Teh dan ajaran Zen menjadi populer sebagai unsur utama dalam penerangan spiritual. Sejak itu teh hijau mulai dikenal berkhasiat untuk kesehatan dan digunakan awak kapal dalam pelayaran jauh.

Di Indonesia sendiri, tanaman teh pertama dibawa dan dikembangkan oleh penjajah Belanda. Hingga pada masa kemerdekaan, usaha perkebunan dan industri teh diambil alih dan diperbaiki oleh pemerintah RI. Perkebunan dan perdagangan teh juga dilakukan oleh pihak swasta. Berbagai olahan dari teh hijau sudah banyak dibuat, dari mulai es krim, pudding, cake, minuman dan lain-lain.

Teh adalah minuman yang paling banyak dikonsumsi di dunia selain air. Namun, 78 persen dari teh yang dikonsumsi di seluruh dunia berwarna hitam dan hanya sekitar 20 persen berwarna hijau . Teh hijau terbuat dari daun yang tidak teroksidasi dan merupakan salah satu jenis teh yang kurang diproses. Karena itu mengandung paling banyak antioksidan dan polifenol yang bermanfaat.

Baca juga:  Seminar Jurnalistik Dema Fidkom, Bahas Tuntas Praktik Jurnalisme Warga

Teh hijau dapat membantu mencegah berbagai penyakit termasuk kanker. Teh hijau digunakan dalam pengobatan tradisional Cina dan India untuk mengontrol perdarahan dan menyembuhkan luka, membantu pencernaan, meningkatkan kesehatan jantung dan mental , dan mengatur suhu tubuh. Studi terbaru menunjukkan bahwa teh hijau berpotensi memiliki efek positif pada segala hal mulai dari penurunan berat badan hingga gangguan hati, diabetes tipe 2 , dan penyakit Alzheimer.

Penelitian lain menemukan bahwa teh hijau dapat membantu mencegah gigi berlubang, stres, kelelahan kronis, mengobati kondisi kulit, dan memperbaiki radang sendi dengan mengurangi peradangan. Teh hijau ini tersedia dalam kemasan, dan dimaniskan dengan gula atau pemanis buatan, dalam kantong teh tunggal, daun lepas, dan serbuk instan.

Namun, di balik khasiat dari Teh Hijau tentunya terdapat risiko atau komplikasi yang tidak banyak diketahui orang seperti bagi mereka yang memiliki kepekaan kafein yang parah, meminum teh hijau dapat berdampak pada insomnia , kecemasan , lekas marah, mual, atau sakit perut. Begitu juga jika diminum dengan obat stimulan, teh hijau bisa meningkatkan tekanan darah dan detak jantung.

Suplemen teh hijau mengandung zat aktif tingkat tinggi yang dapat memicu efek samping dan berinteraksi dengan herbal lain, suplemen, atau obat-obatan. Secara khusus, wanita hamil atau menyusui, mereka yang memiliki masalah jantung atau tekanan darah tinggi , masalah ginjal atau hati, sakit maag, atau gangguan kecemasan seharusnya tidak mengonsumsi suplemen atau ekstrak teh hijau.

 

Peneliti : Tasya Augustiya/SUAKA

Desain : Nurul Fajri/SUAKA

Sumber : medicalnewstoday.com, teaflloor.com

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas