Kampusiana

Dikdik Zafar Sidik : Pelatih Harus Memahami Karakter Atletnya

Salah seorang keynote speaker acara ‘Pelatihan Pelatih dan Instruktur Olahraga Tingkat Nasional 2018’, Dikdik Zafar Sidik memaparkan materinya tentang dasar-dasar kepelatihan di Aula Abdjan Soelaeman, Sabtu (08/12/2018). (Abdul Azis/ SUAKA).

 

SUAKAONLINE.COM- Bekerjasama dengan Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan Yayasan Rotan Bharaduta Aksyafa, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Taekwondo  UIN  Bandung mengadakan Pelatihan Pelatih dan Instruktur Olahraga Tingkat Nasional 2018, di Aula Abdjan Soelaeman, Sabtu, (08/12/2018).

Berlangsung selama dua hari sejak 7 Desember, pelatihan tersebut berisi empat materi, yang diantaranya ialah Kebijakan olahraga, filosofi olahraga, pengantar ilmu kepelatihan juga materi terkait  gizi dan performa atlet. Salah satu dari pembicara tersebut ialah dosen Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Dikdik Zafar Sidik.

Dalam acara tersebut, Dikdik memaparkan materinya terkait pengantar ilmu kepelatihan. Ia berbicara banyak tentang peran seorang pelatih juga pedoman dalam memberikan pelatihan. Dalam paparannya, ia menyinggung peran penting seorang pelatih dalam keberhasilan seorang atlet.

“ Kunci keberhasilan sesuatu itu dari desainernya atau perancangnya, perancang itu bisa jadi adalah guru atau pelatih. Atlet tidak mungkin bisa berprestasi tanpa pelatih, begitu juga pelatih jika ingin sukses perlu memiliki atlet yang dibina untuk dilatihnya. Atlet dan pelatih tidak bisa dipisahkan, hanya bisa dibedakan,“ jelasnya.

Dengan perannya itu, seorang pelatih dituntut untuk memenuhi beberapa kriteria yang salah satunya ialah harus mampu memahami karakteristik atletnya. Hal tersebut Sebagaimana yang  disampaikan oleh Dikdik bahwa dalam merancang program latihan, kemampuan dalam memahami karakter anak asuhnya, berguna bagi pelatih untuk memberikan program latihan yang berbeda-beda bagi setiap atlet.

“ Karena prinsipnya atlet adalah sosok individu, jadi prinsip individual itu penting dipahami oleh pelatih. Karena perbedaan individu adalah nyata, setiap manusia individu itu tidak sama. Nah, perbedaan-perbedaan individu itulah yang  harus dipahami oleh seorang pelatih, sehingga dalam memprogram latihan tidak boleh ada kesamaan,” ujarnya.

Baca juga:  Penolakan dan Penuntutan Lima Sema-F terkait Pemilihan Sema-U

Ia juga membenarkan bahwa seorang pelatih dituntut untuk mampu menjadi seorang psikolog bagi atletnya. Itu berangkat dari keharusan seorang pelatih untu memahami kondisi atlet, sebagaimana yang ia katakan sebelumnya. Bukan hanya itu selain aspek psikis, ia juga menjabarkan bahwa seorang pelatih juga harus mampu memahami taktik, teknik juga fisik saat akan melatih atletnya.

Acara ini dihadiri oleh 500 peserta yang datang dari berbagai kalangan. Mulai dari mahasiswa yang tak lain adalah pengurus UKM olahraga UIN Bandung, instruktur atau pelatih olahraga, juga peserta yang merupakan guru sekolah.

Beberapa mahasiswa juga datang dari luar UIN seperti STKIP Pasundan Cimahi, salah satunya ialah Adi Darmawan. Ia sangat mengapresiasi acara tersebut yang menurutnya memberikan banyak bekal dan pengalaman bagi calon-calon pelatih.

“ Acaranya bagus banget, ini bisa menjadi bekal bagi calon pelatih untuk menambah mutu dan kualitasnya. Dengan acar ini juga diharapkan dapat menjadi momen mencari bibit untuk menjadi calon pelatih nasional,” ungkap Adi.

Ketua UKM Taekwondo, Bambang Fatur juga menjelaskan bahwa diselenggarakannya acara tersebut tidak lain ialah untuk memberikan edukasi terkait pengetahuan keolahragaan. Ia tidak menyangkal akan pentingnya edukasi bagi atlet atau calon pelatih, yang menurutnya dalam olahraga bukan hanya melulu mengadakan pertandingan atau latihan fisik saja. Melalui acara tersebut, ia juga mengharapkan adanya peningkatan kompetensi bagi pelatih ataupun guru, sehingga ikut memberi kontribusi untuk memajukan olahraga di Indonesia.

“ Tujuanya tidak lain untuk meningkatkan mutu dan kompetensi bagi pelatih dan guru olahraga juga pelaku olahraga lainnya. Sehinggga nanti ketika mereka pulang ke daerahnya masing-masing, mereka dapat menciptakan atlet-atlet yang sesuai dengan kompetensi mereka, sehingga nanti akan tercipta kualitas dari pelatih yang inshaallah mampu memajukan olahraga Indonesia.” Pungkasnya.

Baca juga:  Kunjungan Komisi VIII DPR RI ke UIN Bandung

 

Reporter: Abdul Azis Said

Redaktur: Elsa Yulandri

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas