Kampusiana

Wisuda ke-73 UIN Bandung Luluskan 1078 Mahasiswa

Rektor UIN SGD Bandung, Mahmud, melakukan prosesi pelepasan wisudawan dan wisudawati dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda ke-73 UIN SGD Bandung di Gedung Anwar Musaddad, UIN SGD Bandung, Kota Bandung, Minggu (20/1/2019). (Rizky Syahaqy / SUAKA).

 

SUAKAONLINE.COM –  Wisuda ke-73 resmi digelar pada Minggu (20/1/2019) di Aula Anwar Musaddad UIN SGD Bandung. Dalam wisuda kali ini Rektor UIN SGD Bandung, Mahmud melepas 1078 wisudawan dan wisudawati dengan rincian 953 orang program sarjana, 75 orang program magister, dan 50 program, doktor.

Ketua Senat Universitas, Nanat Fatah Natsir, dalam sambutannya memberikan selamat kepada para wisudawan dan wisudawati yang sudah menyelasaikan studinya dan mendapatkan gelar kesarjanaannya. Ia berharap agar ilmu yang diperoleh dapat diimplementasikan dengan baik dan tetap bersyukur atas kelulusan tersebut. Nanat pun berpesan untuk selalu menjaga nama baik almamater di manapun mereka berada.

Nanat juga menyebutkan prestasi yang membanggakan untuk UIN SGD Bandung, yakni masuk ke dalam tujuh besar Perguruan Tinggi Kegaamaan Islam Negeri (PTKIN) terbaik se-Indonesia. UIN SGD Bandung sendiri berada di peringkat empat di bawah UIN Jakarta, UIN Malang dan UIN Riau.

“Kita perlu bangga akan hal itu, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta berada di bawah UIN Sunan Gunung Djati Bandung,” ucap Nanat disambut riuh tepuk tangan.

Tak hanya itu, prestasi yang ditorehkan UIN Bandung selama tahun 2018 terbilang cukup banyak. Terlepas dari berada di posisi empat PTKIN terbaik se-Indonesia, UIN SGD Bandung meraih Sinta Award dan termasuk nomor satu PTKIN di lingkungan Kementerian Agama raihan kepercayaan intelektual.

Kemudian perpustakaan UIN SGD Bandung menjadi yang tercanggih dan terbaik serta mendapat akreditasi A se-Indonesia. Terakhir yaitu, hasil tauhid Inspektorat Jenderal Kementerian Agama RI, UIN SGD Bandung mendapat predikat hasil exchange mencapai angka 79,55.

Baca juga:  UIN Bandung Peringati Hari Santri 2019

Rektor UIN SGD Bandung, Mahmud, menjustifikasi pernyataan yang disampaikan oleh Nanat. Mahmud juga menyampaikan setidaknya ada tiga hal yang dikuatkan dalam perjalanan empat tahun dirinya sebagai Rektor.

Ia menuturkan, pertama, penguatan dalam hal digitalisasi. Kedua, penguatan internasionalisasi. Ketiga, penguatan internalisasi di bidang nilai-nilai ajaran Islam dalam bingkai Wahyu Memandu Ilmu yang disertai dengan akhlakul karimah.

Mahmud berpesan kepada wisudawan dan wisudawati dalam akhir sambutannya. “Rasulullah pernah menjawab pertanyaan dari salah seorang yang bertanya bagaimana agar menjadi orang yang berpengetahuan. Rasulullah menjawab, ‘Bertakwalah kamu sekalian kepada Allah, maka kamu akan menjadi orang yang paling berilmu dari manusia lainnya’. Pesan yang diambil dari percakapan tersebut yaitu, Anda boleh mendapat gelar Sarjana, Magister, dan Doktor, tapi kualitas ketakwaan jangan sampai berkurang,” ujar Mahmud.

Salah satu lulusan Program Sarjana jurusan Bahasa dan Sastra Inggris, Ahmad Ziaulhaq, merasa bahagia dengan dirinya yang sudah lulu. “Semoga apa yang saya dapatkan di kampus bisa terjewantahkan di dunia luar. Selain itu ada pengabdian juga yang semoga bisa saya laksanakan. Untuk UIN saya harap lebih modern dan lebih membumi lagi, artinya setiap lulusan UIN harus memiliki efek untuk masyarakat,” harap Ahmad.

Senada dengan Ahmad, lulusan Program Sarjana jurusan Pendidikan Matematika, Fadhilla Amalia, juga berharap agar UIN Bandung menjadi universitas yang lebih maju dan lebih banyak prestasi yang didapat. “Untuk saya sendiri keinginan saya setelah ini melanjutkan ke jenjang S2, dan minta doanya supaya terkabul.” tutup Lia.

 

Reporter : Rizky Syahaqy

Redaktur : Elsa Yulandri

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas