Kampusiana

UIN Bandung Persiapkan Visitasi untuk Pembaharuan Akreditas Kampus

Dok. Suaka

SUAKAONLINE.COM  – Setelah terakhir visitasi pada 2014 dengan akreditasi B, UIN SGD Bandung mempersiapkan untuk pembaharuan akreditasi yang sesuai ketentuan masa berlakunya akan berakhir tiap lima tahun. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari bagian Humas Al-Jamiah, Asesor dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) akan melakukan penilaian selama tiga hari, dari tanggal 28 Februari – 2 Maret 2019.

Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN SDG Bandung, Dindin Jamaluddin menuturkan bahwa ada harapan agar target pencapaian akreditasi nantinya memperoleh nilai baik. Dan untuk kemungkinan tersebutlah pendaftaran untuk visitasi dilakukan lebih awal, tambahnya juga bahwa dengan makin cepat melakukan pendaftaran maka standar yang harus dipenuhi juga lebih mudah.

“Harus naik, makanya kenapa kita submit dipercepat sebelum tgl 1 oktober. Karena kalau lebih dari tanggal itu nanti kita harus memenuhi sembilan kriteria dari yang awalnya tujuh standar. Karena submitnya dipercepat maka targetnya yah harus nilai baik,” ungkapnya. Selasa (12/02/2019)

Tujuh standar yang dimaksud merupakan persyaratan yang menjadi penilaian saat akreditasi oleh tim asesor. Pendaftaran dilakukan melalui Sistem Akreditasi Perguruan Tinggi Online (SAPTO) yang merupakan gerbang satu pintu untuk pendaftaran borang di BAN-PT. Selain untuk pendaftaran, sistem ini juga merupakan laman untuk informasi seputar visitasi akreditasi perguruan tinggi.

Dari beberapa kriteria yang menjadi penialain tersebut, termasuk salah satunya adalah perihal sarana dan prasarana. Dindin juga menjelaskan bahwa penilaian terhadap hal tersebut utamanya ialah terhadap fasilitas bagi mahasiswa. Beberapa data seperti peningkatan jumlah pengunjung perpustakaan online, juga dikumpulkan yang nantinya sebagai bahan penilaian.

Perkembangan pembaharuan ataupun pengadaan sarana prasaran baru, juga sudah dalam proses pengerjaan. Hal tersebut yang disampaikan oleh Kasubbag Rumah Tangga, Edy Fuady bahwa beberapa proses sudah dikerjakan seperti pembuatan marka jalan, pengecatan gedung kuliah dan yang sedang berlangsung ialah perbaikan trotoar di beberapa titik.

Baca juga:  Media Indonesia ‘Jangan’ Menyebarkan Berita Bohong Tentang Venezuela

“Untuk masalah persiapan kita sudah, yang bisa sambil berjalan kita kerjakan. Bisa dilihat mulai dari depan sampai belakang perbaikan marka jalan dan perbaikan trotoar, juga pengecetan yang sudah berlangsung, kemudian rambu-rambunya juga kita mulai pasang,” jelasnya. Rabu, (13/02/2019)

Bukan hanya itu, persiapan juga dilakukan dengan pengumpulan data-data yang dilakukan dengan koordinasi LPM dengan bagian birokrasi lain, misalnya data-data mahasiswa berprestasi yang diperoleh dari jurusan ataupun dari kemahasiswaan. Meski begitu, Dindin juga menyebutkan bahwa  keterlibatan mahasiswa dalam persiapan ini hanya untuk beberapa kesempatan saja, yakni hanya di waktu visitasi saja sebagai pengisi acara.

“Untuk melibatkan mahasiswa pasti, karena mahasiswa kan user tapi dalam konteks pngumpulan data nampaknya tidak, karena kan datanya sudah ada di kemahasiswaan. Untuk pelaksanaannya nanti, mungkin ada beberapa mahasiswa yang kita minta untuk terlibat, misalnya kori atau tahfidz,” ungkapnya.

Untuk mendukung pelaksanaan visitasi nanti, Edy juga menyebutkan bahwa rencananya selama tiga hari tersebut akan dilakukan pengosongan kampus dari kendaraan, baik milik mahasiswa, dosen ataupun pegwai kampus lainnya . Sementara untuk menampung kendaraan tersebut akan dialihkan ke kampus dua.

Reporter : Abdul Azis Said

Redaktur: Harisul Amal

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas