Kampusiana

Mahasiswa Keluhkan Fasilitas Masjid Iqomah UIN Bandung

dok. SUAKA

SUAKAONLINE.COM – Fasilitas di Masjid Iqomah UIN SGD Bandung yang belum memadai, menunai berbagai keluhan dari beberapa mahasiswa atau jemaah masjid sendiri. Keluhannya yaitu antara lain: toilet rusak yang belum diperbaiki, karpet dibagian atas untuk perempuan yang tampak kotor dan sudah lama diganti sampai kurangnya tempat pengisian air minum. Namun, belum adanya perbaikan membuat para jamaah merasa kurang nyaman ketika beribadah di Masjid Iqomah.

Hal tersebut dikeluhkan oleh salah satu mahasiswa, Popi Herawati yang mengaku kurang nyaman diakibatkan fasilitas yang belum memadai.  Seringnya air di tempat wudhu yang tidak mengalir lantas membuatnya bingung harus wudhu bagaimana ketika akan sholat, belum lagi mukena yang bau sampai toilet yang kurang dijaga kebersihannya. “kalau masjid di kampus lain tuh kebersihannya bener bener dijaga, kamar mandinya. Kalau sekarang kan pintu kamar mandinya aja bolong,” keluh mahasiswa Ekonomi Syariah tersebut.

Hal senada dikeluhkan salah satu mahasiswa Studi Agama-Agama, Nabila Khalida, dirinya menyebutkan bahwa fasilitas yang ada di Masjid Iqomah ini kurang tertata dengan baik, jika dibandingkan dengan masjid di kampus kampus lain yang notabenenya bukan kampus berbasis islami. Selain itu, tidak dapat dipungkiri bahwa masyarakat UIN SGD Bandung yang semakin banyak sedangkan luas masjid yang tidak terlalu besar sehingga membuat masjid tidak bisa menampung banyak jamaah.

“Aku berharap Masjid Iqomah lebih besar daripada ini, jadi lantai bawah untuk kegiatan, sebenernya ini juga udah bagus ada sekretariat LDM dan Unit Pengembangan Tilawatil Qur’an (UPTQ) dibawah, cuman kesananya agak kurang bersih. Terus kolam yang dibelakang itu lebih indah kalau ditata dan bukannya terbengkalai begitu, sayang kan padahal sebenernya udah bagus. Lalu halaman masjid bisa ditambahkan rumput-rumput jadi mahasiswa bisa duduk-duduk disana lalu dikasih kanopi.Tapi setidaknya lahan di depan bisa dipakai.” harapnya

Baca juga:  Pelepasan KKN Internasional UIN Bandung ke Malaysia

Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Iqomah, Bachrun Rifa’i juga menyebutkan fasilitas yang tersedia di masjid belum memadai apalagi dari segi kuantitas, seperti speaker dan Air Conditioner (AC) yang sampai saat ini belum juga dipasang meski sudah direncanakan. Dirinya mengaku bahwa sudah berusaha meningkatkan kualitas fasilitas contohnya kebersihan.

“Kalau toilet mungkin dari kuantitas yah, kalau kualitas Insya Allah pembersihan sudah intensif dari PT Manglayang juga kontrol terus. Kalau kuantitasnya memang tidak sebanding , hanya enam yah. Enam banding berapa ribu mahasiswa. Jadi kalau bersama-sama tidak akan sama, tapi kalau bergiliran hampir bisalah. Memang masih kurang, tapi toiletnya sudah diperbarui, cuman yang toilet perempuan memang suka macet. Dan mohon dianjurkan untuk perempuan tidak membuang pembalut bekas ke toilet, dulu suka terjadi sekarang sudah jarang,” ujarnya (20/2/2019)

Selain itu, Bachrun memaparkan kendala dalam perbaikan yaitu tidak adanya dana, sebab tidak ada subsidi dari universitas, dan ini berlaku untuk semua semua masjid di kampus lain juga. Dulu ada suntikan dana dari Ikatan Orang Tua Mahasiswa (IKOMA), tetapi sekarang pendapatan masjid hanya mengandalkan dari infaq, sedekah atau sumbangan. Dan uang yang didapat kemudian dikelola untuk keperluan masjid atau fasilitasnya.

“Dari infaq baru nanti dikelola untuk air, makan takmir, kebersihan dan hal-hal kecil seperti ember bocor atau kunci rusak. Lalu setiap hari jumat ada shodaqoh makan. Kecuali kalau diganti seperti di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) kan ya masjid itu, pusat pendidikan karakter tapi bentuknya masjid. Kalau yang besar ada dari zakat, kita dari Unit Pengumpulan Zakat Infaq dan Sedekah (UPZIS),” lanjutnya

Bachrun sendiri berharap agar ke depannya fasilitas Masjid Iqomah dapat lebih baik, diperlengkap serta berjalan dengan optimal, sebab masjid merupakan tempat yang penting. Sehingga kegiatan di masjid mulai dari beribadah, diskusi ataupun acara-acara seperti kajian dapat terselenggara dengan nyaman dan tenang. Selain itu, dapat juga melayani semua jemaah dengan baik. Termasuk pembangunan yang di depan sebab itu merupakan sumbangan dari pak gubernur dulu, itu stimulan jadi lanjutannya oleh kita dari mahasiswa dan dosen.

Baca juga:  Pelepasan KKN Internasional UIN Bandung ke Malaysia

Reporter : Rini Zulianti/Magang

Redaktur : Harisul Amal

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas