Kampusiana

Pusat Karir Belum Banyak Dimanfaatkan Mahasiswa

dok. Suaka

SUAKAONLINE.COM—“Dari keseluruhan mahasiswa yang berkisar 26.000-an, hanya 326 mahasiswa saja yang mengikuti rangkaian kegiatan yang telah difasilitasi oleh Pusat Karir,” hal itu diungkapkan Ketua UPT Pusat Karir Betty Tresnawaty kepada Suaka, Selasa, (19/2/19). Sehingga kegiatan-kegiatan yang sudah dilaksanakan seperti seminar, dan jobfair pun tidak optimal diikuti mahasiswa.

Hal tersebut menurut Betty karena kurangnya sosialisasi Dekan terhadap mahasiswanya, sehingga sangat disayangkan. “Makanya sebenarnya tergantung Dekan, kalo Saintek, Tarbiyah sama Syariah itu Dekannya selalu datang,” ungkapnya. Betty juga menjelaskan bahwa acara yang diselenggarakan itu gratis, dia pun menyayangkan mahasiswa yang belum tahu keberadaan UPT Pusat Karir ini. Menurutnya harus dimanfaatkan dengan baik fasilitas yang sudah disediakan oleh rektor. Sehingga anggaran yang sudah dialokasikan tidak terbuang percuma.

Kegiatan yang berada di UPT Pusat Karir tidak hanya untuk mahasiswa yang ingin bekerja, tetapi ada juga rencana kegiatan untuk yang ingin menjadi wirausahawan. Ketua Unit juga menyarankan kepada mahasiswa lebih baik mulai ikut kegiatan dari semester awal supaya ada persiapan dan alumni UIN bisa semakin bersaing di luar, karena menurutnya bahwa lulus bukan hanya ditanya IPK, akan tetapi soft skills. “Jadi nanti biar mahasiswa tahu bahwa sebenarnya yang diinginkan perusahaan bukan yang hanya pinter aja tetapi yang supple, yang begini-begitu (standar perusahaan),” ujarnya kemudian.

Pelatihan soft kills yang akan dilakukan UPT Pusat Karir dibagi menjadi tiga tahap (untuk mahasiswa aja bukan untuk alumni karena alumni diaggap sudah telat). Soft skills tahap pertama yaitu pembangunan karakter. Yang kedua, kemampuan dalam berkomunikasi, contohnya komunikasi di depan umum, komunikasi menggunakan gawai, serta komunikasi lainnya. Dan yang ketiga langsung praktek, misalnya membuat surat lamaran di era digital.

Baca juga:  Pelepasan KKN Internasional UIN Bandung ke Malaysia

UPT Pusat Karir terus berupaya dalam meningkatkan kinerjanya. Rencananya pusat karir akan melacak keberadaan alumni baik yang pernah menggunakan jasa pusat karir, maupun yang belum menggunakan. Rencananya riset tersebut akan dilakukan pada Maret hingga Mei mendatang. Tujuan pusat karir bukan mencetak mahasiswa menjadi pekerja, karena menjadi pekerja bukan dari universitas akan tetapi dari institut. “Hakikatnya mahasiswa dari universitas itu jadi ilmuwan, kalau disalurkan kerja berarti menjadi nilai plus.” ungkap Betty.

Betty menuturkan bahwa dirinya tidak dibayar dalam melakukan pekerjaan ini, akan tetapi sebagai dosen dan kepala Pusat Karir bangga saat mahasiswa tidak menjadi pengangguran, “Kemarin alumni ada yang ngelamar kerja sekitar 20 orang yang keterima 13 orang. Ini kepuasan batin aja, seneng walaupun enggak dibayar juga,” dia pun menuturkan bahwa dalam pekerjaannya di UPT Pusat Karir dirinya dibantu oleh beberapa dosen, mahasiswa yang menjadi tim UPT Pusat Karir, dan pihak IT yang mengururus portal  karir.uinsgd.ac.id.

Menurut salah satu mahasiswa yang menjadi anggota tim UPT Pusat Karir, Annisa Zukhruf mengatakan bahwa pihak birokrasi dinilai tidak efisien dan berbelit, padahal ada yang lebih penting yakni menjalin kerjasama dengan eksternal. Karena unit ini keberadaannya langsung di bawah pihak rektorat. Dan Annisa menyayangkan manajemen UPT Pusat Karir menjadi seperti organisasi mahasiswa. “Ini UPT. Bahkan pembuatan job fair disuruh langsung oleh rektor.” ujarnya via daring, Rabu (20/2/2019)

Annisa Zukhruf juga berharap agar mahasiswa UIN pintar memanfaatkan kesempatan sebaik mungkin. Pelatihan, konsultasi, maupun seminar kegiatan di pusat karir tidak dipungut biaya, jadi biaya bukan lagi menjadi kendala yang sering dikeluhkan. “Masa nonton konser musik berbayar aja mau, tetapi soal self development biar semakin mantap dalam segala macam persiapan menghadapi dunia setelah perkuliahan gak mau?” pungkasnya.

Baca juga:  Pelepasan KKN Internasional UIN Bandung ke Malaysia

Reporter: Gina Handayani/Magang

Redaktur: Harisul Amal

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas