Advertorial

GPA UIN Bandung Gelar Talk Show Scholarship

Dok.pribadi

SUAKAONLINE.COM – Global Partnership Association (GPA) UIN SGD Bandung menggelar Talk Show Scholarship dalam rangkaian acara Lokakarya yang dilaksanakan di Aula Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip) Selasa, (26/2/2019). Acara terbuka untuk seluruh mahasiswa UIN Bandung khususnya bagi yang berminat untuk menempuh pendidikan di luar negeri.

Alumni International Business Graduate School of Management The University of Auckland, Agus Joharudin menyampaikan bahwa untuk mewujudkan pendidikan luar negeri bukan semata dimulai dari sebuah keinginan dalam diri. Mencari informasi untuk memenuhi tujuan dan target dengan jelas, jurusan, universitas dan negara yang dituju merupakan salah satu langkah awal. Selain mencari data dan informasi, cukup banyak hal mesti disiapkan sebelum mulai mendaftar.

“Kita hanya diberi waktu yang terbatas, lakukanlah hal-hal yang akan membuat kita untuk mencapai tujuan kita. Jadi apabila teman-teman ingin berkuliah di luar negeri terutama dengan beasiswa, kalian harus yakin dengan sepenuh hati bahwa kalian bisa dapatkan itu, kalau hanya setengah hati itu hanya buang-buang waktu kalian,” ujarnya.

Ia meyakini bahwa dalam hidup semuanya memiliki nilai dan harga yang harus dikorbankan. Termasuk dalam meraih beasiswa atau menargetkan suatu universitas, salah satunya pengorbanan waktu. Sejak mempersiapkan perkuliahan di luar negeri, banyak waktu yang akan dikorbankan, dengan melatih kemampuan berbahasa asing yang tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat.

Agus juga menyampaikan bahwa penting halnya untuk berkomunikasi dan berbagi dengan teman-teman dengan tujuan yang sama. “Misalnya dengan mengikuti organisasi seperti GPA, membuat kelompok belajar Bahasa, kemudian membahas strategi cara meraih beasiswa dan berkuliah di luar negeri. Mencari informasi seperti persyaratan apa saja, waktu nya berapa lama, berapa banyak biaya yang akan dikeluarkan, sehingga kita sudah terbayang seperti apa perjalanan yang akan ditempuh,” tambah Agus.

Baca juga:  Fasilitas SC Tak Kunjung Diperbaiki, FKU Melakukan Aksi

Ada dua syarat untuk mencapai pendidikan di luar negeri, pertama untuk diterima oleh suatu universitas, kedua memperoleh sumber dana. Maka penting untuk menentukan universitas dan memastikan diterima di universitas tersebut. Ia mengungkapkan bahwa sebenarnya sumber dana beasiswa itu banyak, bisa diperoleh dari pemerintah, organisasi internasional atau universitas tersebut.

Pesan Agus kepada peserta talk show,  bahwa untuk mencapai beasiswa perlu persiapan yang sangat panjang. Agus berpesan untuk fokus kepada tujuan, jangan melangkah dengan setangah hati dan carilah informasi sebanyak mungkin. “Bayangkan sejak sekarang, sosok seperti apa yang kamu inginkan untuk diingat bagi orang-orang. Akan jadi orang yang seperti apa? Pikirkan kembali apakah kuliah di luar negeri itu dapat membantu kamu untuk mencapai tujuan itu? Jangan sampai kita hanya ikut-ikutan orang lain,” katanya.

Kemudian, talk show dilanjutkan olehbeberapa perwakilan dari delegasi Student Exchange Summer Enrichment Programme 2018 yang berbagi pengalamannya saat di University of Malaya. Yang turut membagikan pengalaman mulai dari student exchange, mobility program, dan outbound program.

“Kalau di kita itu ada namanya Summer Enrichment Programme jadi ada banyak kegiatan-kegiatan yang kita sebut sebagai pertukaran pelajar namun berbeda. Kalau Student exchange itu lamanya enam bulan, mobility program itu selama satu bulan sedangkan outbond program itu hanya satu atau dua minggu.” ungkap mahasiswa jurusan Fisika, Indra Rosinto Subandar.

Reporter : Nurul Fajri

Redaktur : Lia Kamilah

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas