Advertorial

Agroteknologi Bahas Ketahanan Pangan Nasional Melalui Seminar


Rektor UIN SGD Bandung, Mahmud berfoto bersama para pemateri Seminar Agroteknologi 2019, di Aula Anwar Musaddad (2/3/2019) Shania Anwar/Suaka

SUAKAONLINE.COM- Forum Mahasiswa Agroteknologi/Agroekoteknologi Indonesia (Formatani) selenggarakan seminar nasional dengan mengusung tema “Mewujudkan Ketahanan Pangan Nasional dengan Zonasi Lahan dan Pemanfaatan Lahan Sub-optimal” dan Musyawarah Nasional (Munas) di Aula Anwar Musaddad, Sabtu (2/3/2019). Acara yang dihadiri oleh 87 perguruan tinggi se-Indonesia, 150 dosen dan peneliti, dan 242 peserta dari delegasi Formatani di tutup pada, Kamis (7/3/2019).

Seminar tersebut dihadiri oleh Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, Perlindungan Tanaman, Yaya Rukayadi, Pemulia Tanaman, Aan Andang Darajat, Bioteknologi Tanah, Cecep Hidayat, PT Pupuk Kujang, Sutisna Sintaatmadja, dan Ketua Harian Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia, Paulus Tjakrawan.

Dalam pemaparannya, Aan mengatakan bahwa zona agroekologi merupakan wilayah dimana pihak-pihak yang terkait dengan budidaya tanaman berinteraksi dengan komponen lahan dan kegiatan pertanian lainnya. Selain itu, setiap wilayah agroekologi hanya cocok untuk tanaman tertentu, karena memiliki karakteristik iklim, tanah yang berbeda-beda. Di Indonesia kemiringan lereng, elevasi tempat kelembaban, drainase, dan karakter unik tanah menjadi faktor pembeda Agro Ecological Zones (AEZ).

“Agroekologi itu wilayah dimana pihak-pihak yang terkait dengan budidaya tanaman berinteraksi dengan komponen lahan dan kegiatan pertanian lainnya. Juga setiap wilayah agroekologi hanya cocok untuk tanaman tertentu, harus yang memiliki iklim dan tanah yang berbeda-beda,” jelasnya.

Aan pun menambahkan bahwa AEZ di Indonesia sangatlah beragam, adanya keragaman genetik, preferensi konsumen, dan kondisi lingkungan seleksi merupakan faktor tertentu dalam pembentukan varietas yang superior di lingkungan optimal dan sub-optimal, juga program pemuliaan partisipatif disertai dengan penyelarasan pemahaman konsep G x E, terhadap kondisi agroekologi, dan lingkungan strategis yang berlaku pada saat ini, adalah salah satu alternatif untuk meningkatkan efesiensi program perakitan varietas sesuai dengan daya dukung lingkungan.

Baca juga:  Zero Waste, Solusi Masalah Sampah Saat Ini

Dan untuk meningkatkan produktivitas lahan sub-optimal, Sutisna Sintaatmadja mengatakan perlu adanya perbaikan sifat fisik tanah, dan kemasan tanah dengan cara penambahan bahan organik tanah untuk meningkatkan kapasitas tukar kation, dan mengaktifkan mikroba tanah. Kemudian gunakan pupuk yang lepas terkendali atau controlled release fertilizer dengan asam humat dan zeolite sebagai bahan pembuat pupuk rilis lambat atau slow release fertilizer. jelasnya.

”Kegiatan musyawarah nasional ini diadakan dua tahun sekali, yang pada tahun sebelumnya telah di selenggarakan di Universitas Jendral Soedirman Purwokerto Jawa Tengah.  Ikhsan pun berharap semoga munas bisa lebih baik lagi dan setelah munas, sekjen yang terpilih bisa mengangkat pertanian, karena pertanian sangat penting  untuk keberlangsungan hidup manusia.” harap Ketua Pelaksana, Ikhsan.

Rektor UIN Bandung, Mahmud dalam sambutannya mengajak untuk bergerak pada sektor pertanian dan membuat prodak yang bisa membuat negeri ini menjadi benar-benar di hormati dan di hargai masyarakat. “Saya berharap dengan seminar yang di laksananakan ini, mudah-mudahan tidak sebatas wacana tapi ada action yang bisa membanggakan negeri yang kita cintai. Sebab tidak akan ada orang lain yang ingin memberi kemajuan negeri ini kecuali kita anak bangsa yang telah hidup di negeri ini.” tutupnya. 

Reporter : Anisa Nurfauziah

Redaktur : Lia Kamilah

1 Comment

1 Comment

  1. Ahmad Taofik

    5 Maret 2019 at 23:30

    Berita yang disajikan tidak sesuai fakta, yang menyelenggarakan seminar nasional adalah jurusan Agroteknologi Fakultas Sains dan Teknologi UIN SGD, bukan Formatani. Kedepan, hendaknya peliput berita harus benar benar menelusuri sesuatu kepada sumbernya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas