Lingkungan dan Kesehatan

JKBBE Menyelenggarakan Konferensi Pers Jelang Earth Hour 2019

Para panelis dari berbagai instansi memberikan penjelasan dalam Konferensi Pers bertajuk “Global Switch Off Eart Hour 2019”  di halaman Gedung Sate, Kamis (28/03/2019). (I Made Cahyana/Magang)

SUAKAONLINE.COM – Jelang Global Switch Off Earth Hour 2019 tingkat Jawa Barat, Jaringan Komunikasi Bandung Bijak Energi (JKBBE) menggelar Konferensi Pers di halaman Gedung Sate, Kamis (28/03/2019). Aksi Witch Off merupakan agenda tahunan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat.  Pada tahun ini simbolis Switch Off dilaksanakan pada Sabtu, 30 Maret 2019 mendatang, dengan mematikan listrik selama 60 menit mulai pukul 20.30 – 21.30.

Pada peringatan Earth Hour ke-11 ini akan dilaksanakan di 27 Kabupaten dan Kota Provinsi Jawa Barat, sesuai dengan surat edaran gubernur yang telah diedarkan oleh Pemprov Jabar. Sementara untuk tingkat provinsi, kegiatan tersebut dilaksanakan di Trans Studio Mall (TSM). Selain itu, di bulan yang sama di 170 negara turut berpartisipasi pada gerakan Switch Off ini.

“Aksi ini diikuti oleh 170 negara, namun tidak selalu dilaksanakan tepat pada tanggal 30 Maret. Beberapa dilaksanakan pada masa peralihan dari musim dingin ke musim semi dibulan Maret minggu ketiga atau keempat,” ujar Koordinator EH Kota Bandung, Saeful Hamdi.

Lanjut Saepul, kegiatan Earth Hour ini memiliki beberapa tujuan, diantaranya mengajak masyarakat bijak dalam menggunakan energi dan menghemat energi. Pun, untuk menjadi sarana edukasi dan transformasi informasi bagi masyarakat mengenai Earth Hour itu sendiri. Ia berharap gerakan ini tidak hanya simbolis saja, namun bisa secara konsisten dijalankan oleh masyarakat.

“Diharapkan masyarakat bisa lebih aware dan mampu melanjutkan konsisten mereka untuk hidup ramah lingkungan, jadi jangan cuman simbolis aja,” ungkapnya.

Melengkapi  apa yang disampaikan Saepul, Perwakilan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Barat, Bambang Tirto Widiyuno mengajak agar masyarakat dapat bijak dalam memanfaatkan potensi sumber daya. “Dimomentum sekarang saya sampaikan, agar kita bisa lebih bijak untuk memanfaatkan sumber daya itu dan lebih bisa terasa manfaatnya oleh masyarakat Jawa Barat pada khususnya,” tegas Bambang.

Baca juga:  Fundamentalisme: Makna Lebih Dalam Dibanding Riset Setara Institute

Sementara itu, Perwakilan Manajer Komunikasi World Wide Fund for Nature (WWF) Indonesia, Dewi Satriyani, menuturkan bahwa dalam Earth Hour ini targetnya adalah meningkatnya jumlah partisapasi masyarakat, bukan menargetkan banyak energi yang dihemat. “Bukan menargetkan berapa banyak energi yang dihemat. Akan tetapi menargetkan meningkatnya jumlah partisipasi publik maupun pihak pemerintah dan dampak perubahan yang terjadi. Beberapa peningkatan setiap tahun juga tercatat positif oleh WWF.” tutur Dewi.

Diakhir konferensi para panelis dari beragam instansi berharap,dengan adanya gerakan Earth Hour menjadikan pemicu bagi masyarakat untuk bergaya hidup lebih peduli akan lingkungan dan bijak dalam penggunaan sumber daya yang ada. Pun, dalam hal ini diharapkan masyarakat bisa sadar akan perubahan iklim yang terjadi sekarang merupakan salah satu akibat dari penggunaan sumber daya listrik yang berlebihan.

Reporter              : I Made Cahyana/Magang

Redaktur             : Dhea Amellia

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas