Lintas Kampus

Mengedukasi Masyarakat dalam Memantau Netralitas ASN

Forum Netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) Jabar mengedukasi masyarakat tentang jenis pelanggaran netralitas ASN dan  cara memantau perilaku netralitas ASN dalam Pemilu di Car Free Day (CFD) Dago, Minggu (31/3/2019). (Dhea Amellia/Suaka)

SUAKAONLINE.COM – Forum Netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) Jabar menggelar edukasi dan sosialisasi cara melakukan pemantaun netralitas ASN dalam Pemilihan Umum (Pemilu) di Car Free Day (CFD) Dago, Minggu (31/3/2019). Kegiatan ini merupakan upaya untuk meningkatkan partisipasi publik untuk ikut memantau prilaku ASN dalam Pemilu.

Koordinator Forum Netralitas ASN Jabar, Pius Widiyatmoko mengatakan bahwa dalam Pemilu, ASN dilarang secara terang-terangan menyatakan keberpihakkannya kepada salah satu calon, baik secara online maupun offline. “Jadi memang ASN masih memiliki hak pilih, beda dengan TNI dan Polri yang tidak memiliki hak pilih. Tapi bukan berarti mereka secara bebas mengekspresikan secara terbuka,” kata Pius.

Pius mengungkapkan, pihaknya telah menemukan sembilan ASN yang secara terbuka mengekspresikan  dukungan kepada salah satu paslon, baik melalui media sosial dan juga secara langsung. “Terpantau di kita ada beberapa di Kota Bandung, itu kemarin kita menemukan salah satu lurah di Kota Bandung yang menyatakan keberpihakkannya secara eksplisit ke 02. Kemudian di Dishub Kota Bandung sama 02 juga,” tutur Pius.

Lanjut Pius, dukungan terhadap pasangan calon (paslon) 01 dan 02 juga terjadi diranah akademik khususnya dilingkungan kampus. Keberpihakkan tersebut terjadi secara terang-terangan dilakukan oleh dosen di salah satu PTN di Bandung, dengan cara yang bervarisi.

“Ada beberapa yang agak vulgar dosen ini mengajak si mahasiswa ketika proses belajar mengajar, beberapa juga ada yang menyebarkan Alat Peraga Kampanye (APK) salah satu paslon dilingkungan kampus,” ungkapnya.

Pius pun mengungkapkan, sembilan ASN dengan bukti kuat yang secara eksplisit menyatakan keberpihakkan salah satu paslon tersebut, telah dilaporkan ke Komisi ASN terkait pelanggaran kode etik. Sementara pelanggaran yang telah terindikasi namun masih bersifat sumir, sedang dalam tahap pemantauan.

Dalam kegiatan ini Pius mengimbau,  agar masyarakat ikut memantau prilaku ASN jelang Pemilu 2019. Apabila menemukan indikasi atau bukti pelanggaran masyarakt bisa melapor ke lapor.go.id atau lapor.kasn.go.id. Hal ini karena dikhawatirkan para ASN memanfaatkan fasilitas dan jabatannya untuk kepentingan pemenangan salah satu calon.

“Paling dikhawatirkan penggunaan asset-aset negara, apalagi mereka-mereka yang menduduki jabatan level atas. Dia mampu menggerakan  sumber daya publik, sumber daya rakyat ini karena dia memiliki keberpihakan,  ini yang kita khawatirkan. Makannya Bawaslu dan KASN itu bekerja sama untuk memantau ini,” kata Pius.

Salah satu pengunjung CFD, Fitri Ayu berpendapat, dengan adanya kegiatan ini dapat menjadi sarana pengetahuan bagi masyarakat dan menjadi pemicu semangat agar masyarakat juga bisa ikut serta memantau netralitas ASN dalam Pemilu.

“Dari sini kita tau ASN itu apa sama ASN gak boleh ngapain apa aja selama Pemilu. Terus ini juga bisa jadi pemicu buat kita ikut memantau perilaku ASN selama menjelang Pemilu.” tutup Fitri.

Reporter : Dhea Amellia

Redaktur : Lia Kamilah

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas