Kampusiana

KKN 2019 Akan Dilaksanakan di Dua Kabupaten

dok. Suaka

SUAKAONLINE.COM – Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), melaksanakan sosialisasi KKN Sisdamas 2019 (Kuliah Kerja Nyata Berbasis Pemberdayaan Masyarakat) di Aula Anwar Musaddad UIN SGD Bandung Kamis, (5/4/2019). Sosialisasi ini membahas apa saja yang harus dilakukan oleh Mahasiswa selama melakukan KKN Sisdamas 2019 yaitu berupa pengabdian kepada masyarakat dan pemberdayaan masyarakat

Dalam sosialisasinya, Ketua LP2M, Ramdani Wahyu Sururie, menjelaskan pendaftaran KKN 2019 akan dibuka pada 8-18 April 2019 melalui laman daring LP2M yaitu https://skkn.uinsgd.ac.id/kkn/ yang bisa diakses langsung oleh mahasiswa dengan memasukkan nomor induk mahasiswa (NIM) dan password yang telah terintegrasi langsung dengan Sistem Administrasi Layanan Akademik (Salam).

KKN Sisdamas 2019 akan dilaksanakan di dua kabupaten yaitu Kabupaten Bandung dan Kabupaten Sumedang, terdiri dari 24 kecamatan dan 125 desa. Namun bukan hanya itu KKN kali ini pun akan mengirimkan mahasiswa ke beberapa kabupaten atau kota yang sudah menjalin kerjasama seperti Kabupaten Pangandaran, Kota Banjar, Kabupaten cianjur dan Kota Bandung.

“Nanti Kota Bandung yang ada di sini, yang sekitar UIN jadi mahasiswa yang tinggalnya di masjid, kalau dia berangkat KKN kan ninggalin masjid kasian udah aja disuruh disini,” Ungkap Ramdani, Jumat (5/4/2019). Ia mengungkapkan lebih mengayomi orang yang diam di masjid atau di pesantren, namun mereka tetap mengikuti prosedur pendaftaran yang ada.  

Ramdani melanjutkan, KKN Sisdamas merupakan salah satu mata kuliah yang berbobot 2 SKS, namun pada praktiknya setara dengan 98 jam atau sekitar 30 hari.  Mahasiswa harus melakukan pengabdian kepada masyarakat dan pemberdayaan kepada masyarakat, dalam rangka pengabdian dan pemberdayaan masyarakat mahasiswa dibikan kesempatan untuk mengajukan proposal untuk program yang akandilakukan di desa tempat KKN Sisdamas.

Baca juga:  UIN Bandung Bangun ULP Konseling di Kampus Dua

Di tahun ini ada hal yang baru dalam KKN Sisdamas 2019 ini yaitu pengajuan proposal program di desa yang akan dijadikan tempat KKN. Untuk pengajuan Proposal yang dikirim melaluli laman daring https://pusatpengabdian.uinsgd.ac.id/ pihak LP2M hanya menerima pengajuan 20 proposal dan setelah diverifikasi yang akan di terima dan dibiayai oleh pihak kampus hanya 10 proposal dan pembiayaan dari pihak kampus akan ditanggung maksimal 10 juta rupiah per proposal, Ketua LP2M menjelaskan proposal ini juga bisa diajukan ke pihak luar juga tidak hanya ke pihak kampus saja.

Dalam pembentukkan kelompok mahasiswa bisa memilih sesuka hati melalui formulir yang tersedia di laman daring pendaftaan KKN Sisdamas 2019, untuk pembagiannya 15 orang per kelompok dan satu desa di bagi untuk 3 kelompok ketiga kelompok tersebut akan di bimbing oleh 1 orang pembimbing lapangan. KKN akan berlangsung mulai tanggal 29 juli sampai 31 Agustus 2019.

“Nanti kita juga akan informasikan untuk KKN ke malaysia untuk 20 orang mahasiswa nanti kita akan seleksi mereka melayani masyarakat indonesia yang ada di sana, yang ada di malaysia bersama-sama mahasiswa mahasiswa malaysia yang jumlahnya ada 60 yang kita akan coba kirim ke malaysia,” Ujar Ramdani saat diwawancara setelah Sosialisasi selesai, Jumat (5/4/2019).

Ia menambahkan, ada pengecualian untuk mahasiswa Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) untuk tidak mengikuti prosedur karena akan ada  jalur khusus, yang disebar 1 orang ke setiap desa. Mahasiswa PMI diharapkan bisa membantu siklus pemberdayaan yang telah dimiliki LP2M, terlebih juga mahasiswa PMI telah mempelajari mata kuliah riset aksi, sehingga menurutnya bisa membantu kelompok-kelompok lain. Dan juga mahasiswa PMI ini akan disebar dibagi rata ke setiap kelompoknya.

Baca juga:  BCRR 2019, UIN Bandung Perdana Menjadi Tuan Rumah

Perbedaan lain yang mencolok dari KKN Tahun sekarang itu adalah dari segi waktu, dari segi teknis waktu menurut Ramdani mereka lebih dipercepat dari tahun kemarin, karena menurutnya ia ingin melihat hasil dari mahasiswa apakah dengan diberi senggang waktu yang cukup panjang mahasiswa bisa memanfatkan dan improvisasi dengan cara membuat proposal.

Menurut mahasiswa PMI, Rahmad Ridwan, menaggapi soal persiapan setelah sosialisasi yang dilakukan LP2M, menurutnya persiapan yang harus dipersiapkan adalah mental , kemudian pematangan materi mengenai pemberdayaan masyarakat, dan diskusi-siskusi dengan dosen yang ahli di bidang pengembangan masyarakat.

Lalu terkait mahasiswa PMI tidak usah mengikuti prosedur pendaftaran ia setuju-setuju saja. ”Saya pribadi jurusan PMI tidak apa-apa, karena mungkin ini sistem KKN Sisdamas itu berbasis pemberdaaan masyarakat dan kebetulan PMI itu ada core dibidang itu.” Jawabnya ketika diwawancarai via daring, Sabtu (6/4/2019).

Reporter: Fadil Ilman/ Magang

Redaktur: Harisul Amal

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas