Infografis

Kontribusi Indonesia terhadap Penumpukan Sampah di Laut

SUAKAONLINE.COM, Infografis – Sampah plastik menjadi sumber permasalahan yang mengancam lingkungan hidup yang dihadapi oleh seluruh masyarakat dunia. Pengunaan produk plastik yang tidak terkendali menyebabkan timbulnya berbagai masalah lingkungan yang serius. Bahkan, sampah plastik bukan hanya menjadi masalah untuk masyarakat di perkotaan saja, di pesisir hingga kehidupan lautan pun ikut terdampak atas membludaknya jumlah sampah jenis ini.

Melansir dari Tempo.co, tim peneliti LIPI melakukan kajian mengenai sampah plastik di laut. Studi tersebut dilakukan di 18 pantai di Indonesia yang dijadikan area monitoring setiap bulan untuk pemantauan sampah terdampar di 13 pesisir di Indonesia dijadikan area sampling mikroplastik di permukaan air. Serta delapan lokasi untuk mikroplastik di sedimen dan satu genus ikan (Stelophorus sp) dari 10 lokasi se-Indonesia.

Hasilnya, jenis sampah yang ditemukan di seluruh area monitoring pantai termasuk plastik dan karet, logam, kaca, kayu (olahan), kain, lainnya, serta bahan berbahaya. Perhitungan kasarnya dengan asumsi sederhana diperkirakan 100 ribu hingga 400 ribu ton plastik yang dibuang oleh masyarakat indonesia pertahunnya.

Berdasarkan hasil penelitian LIPI tersebut, ditemukan korelasi antara kepadatan penduduk dengan sampah plastik pada lingkungan. Jumlah penduduk yang banyak semakin berpotensi akan menghasilkan sampah plastik yang banyak pula. Parahnya, sampah yang ada di lautan dan mengambang di permukaan jumlahnya  hanya 5 persen dari semua sampah plastik yang dibuang ke laut, selebihnya tertinggal di bawah permukaan air.

Menurut Ocean Conservancy, sebuah organisasi nirlaba bidang konservasi laut dari AS, sebanyak 95 persen sampah justru terendam di bawah permukaan. Bahkan di beberapa tempat di lautan, ditemukan sampah yang mengumpul seperti daratan dengan luas bermil persegi. Sehingga dengan kondisi tersebut, dampak sampah plastik akan lebih parah terhadap kehiduan bawah laut, dikarenakan sampah yang tertinggal justru sulit untuk dilakukan pembersihan dan kehidupan bawah air sangat beragam dengan biota laut seperti terumbu karang.

Baca juga:  UIN Bandung Bangun ULP Konseling di Kampus Dua

Indonesia sendiri termasuk dalam urutan kedua negara terbanyak menyumbang sampah plastik di lautan. Dilansir dari lingkunganhidup.co, bahwa kondisi pencemaran laut di Indonesia cukup memprihatinkan, sebesar 75 persen berkategori sangat cemar, 20 persen tercemar sedang, 5 persen tercemar ringan. Sebagian sumber pencemaran tersebut adalah sampah plastik yag dihasilkan oleh manusia

Sumber           : Tempo.co, lingkunganhidup.co, sampahmuda.com

Peneliti            : Shania Anwar

Desain             : Nurul Fajri

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas