Kampusiana

Enam Calon Rektor UIN Bandung Lolos ke Jakarta

(Dari kiri) Ketua Senat Universitas, Prof. Dr. H. Nanat Fatah Natsir, MS.; Guru Besar Ilmu Pendidikan Psikologi, Prof. Dr. Hj. Aan Hasanah, M.Ed. pada Fakultas Tarbiyah dan Keguruan; Prof. Dr. H. Mahmud, M.Si. Guru Besar Ilmu Pendidikan Sosial pada Fakultas Tarbiyah dan Keguruan; Prof. Dr. H. Agus Salim Mansyur, M.Pd. Guru Besar Ilmu Kurikulum pada Fakultas Adab dan Humaniora; Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag. Guru Besar Ilmu Tafsir pada Fakultas Ushuluddin; Prof. Dr. H. Moh. Najib, M.jAg. Guru Besar Ilmu Hadits pada Fakultas Syariah dan Hukum; Prof. Dr. H. Muhtar Solihin, M.Ag. Guru Besar Ilmu Tasawuf pada Fakultas Ushuluddin; Sekretaris Senat Universitas, Prof. Dr. H. Idzam Fautanu, M.Ag. (Dok. Humas)

Sidang Pleno Senat Universitas yang berlangsung pada Hari Kamis, (25/4/2019) dalam rangka memberikan pertimbangan kualitatif Calon Rektor meloloskan enam Guru Besar UIN Sunan Gunung Djati Bandung sebagai calon Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung Masa Bakti 2019-2023.

Ketua Panitia Penjaringan, Prof. Dr. H. Oyo Sunaryo Mukhlas, M.Si menuturkan, bahwa berdasarkan hasil Sidang Pleno Senat Universitas terkait dengan pemberian pertimbangan Calon Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung Masa Bakti 2019-2023 telah ditetapkan dan diloloskan Enam Calon Rektor. Enam Calon Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung Masa Bakti 2019-2023 yang diberi pertimbangan dan lolos untuk diproses lebih lanjut (sesuai abjad) adalah sebagai berikut: Pertama, Prof. Dr. Hj. Aan Hasanah, M.Ed. Guru Besar Ilmu Pendidikan Psikologi pada Fakultas Tarbiyah dan Keguruan; Kedua, Prof. Dr. H. Agus Salim Mansyur, M.Pd. Guru Besar Ilmu Kurikulum pada Fakultas Adab dan Humaniora; Ketiga, Prof. Dr. H. Mahmud, M.Si. Guru Besar Ilmu Pendidikan Sosial pada Fakultas Tarbiyah dan Keguruan; Keempat, Prof. Dr. H. Moh. Najib, M.Ag. Guru Besar Ilmu Hadits pada Fakultas Syariah dan Hukum; Kelima, Prof. Dr. H. Muhtar Solihin, M.Ag. Guru Besar Ilmu Tasawuf pada Fakultas Ushuluddin; dan Keenam, Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag. Guru Besar Ilmu Tafsir pada Fakultas Ushuluddin”.

Dalam proses Pemberian Pertimbangan Kualitatif itu, Ketua Panitia Penjaringan, Prof. Dr. H. Oyo Sunaryo Mukhlas, M.Si. menuturkan lebih lanjut bahwa setiap Anggota Senat yang berjumlah 63 orang itu berhak memberikan Pertimbangan Kualitatif secara tertulis yang meliputi aspek Moralitas/Integrasi; Kepemimpinan; Kemampuan Manajerial; Kompetensi dan Reputasi Akademik; Jaringan Kerjasama Nasional dan Internasional; Visi, Misi dan Program. Rapat Senat yang dipimpin langsung oleh Ketua Senat Universitas, Prof. Dr. H. Nanat Fatah Natsir, MS. dan didampingi Sekretaris Senat Universitas, Prof. Dr. H. Idzam Fautanu, M.Ag. berlangsung dengan tertib dan lancar. Seluruh lembaran hasil Pertimbangan Kualitatif langsung dikumpulkan dan dimasukan ke dalam Amplop Suara untuk disegel, sehingga dapat terjaga keaslian dan kerahasiaannya. Dalam pengumpulan lembar Pertimbangan Kualitatif itu disaksikan pula oleh Prof. Dr. H. I. Nurul Aen, MA. dan Prof. Dr. H. Rachmat Syafi’i, Lc., MA. yang dipilih sebagai saksi.

Baca juga:  UIN Bandung Peringati Hari Santri 2019

Selanjutnya Calon Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung Masa Bakti 2019-2023 itu melakukan penandatanganan Pakta Integritas, yang intinya berupa komitmen jika nanti terpilih menjadi Rektor Masa Bakti 2019-2023 akan bekerja sesuai dengan Visi dan Misi UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang terdapat di dalam Rencana Induk Pengembangan (RIP) UIN Sunan Gunung Djati Bandung Tahun 2019-2045, papar Oyo S. Mukhlas.

Sementara itu, Ketua Senat Universitas Prof. Dr. H. Nanat Fatah Natsir, MS. mengamanatkan kepada Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung Prof. Dr. H. Mahmud, M.Si., agar Keenam Calon Rektor tersebut disampaikan kepada Menteri Agama RI di Jakarta.

Sumber : Humas UIN SGD Bandung

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas