Kampusiana

LP2M: Proposal KKN yang Diajukan Bersifat Pengabdian, Bukan Kegiatan

dok. Suaka

SUAKAONLINE.COM- Tahun ini, UIN SGD Bandung membuka kompetisi bagi mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN), untuk mengajukan proposal kegiatan yang akan mereka kerjakan pada saat KKN nanti. Hal ini disampaikan Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Ramdani Wahyu S, ia menjelaskan bahwa proposal-proposal ini nantinya akan diseleksi terlebih dahulu dengan berbagai pertimbangan.

“Pengajuan proposal yang dimaksud adalah proposal pengabdian, bukan proposal kegiatan. Jadi proposal pengabdian itu sama saja dengan proposal penelitian, yang mana tidak termasuk dalam dana tambahan yang disediakan oleh LP2M. Proposal yang diterima nanti akan diseleksi lagi, dan hanya sekitar 10 sampai 15 kelompok saja yang akan menerima dana tambahan ini,” ungkap Ramdani, saat ditemua Suaka di ruang kerjanya, Jumat (03/05/2019).

Ramdani juga menyampaikan sistematika kelompok yang akan menerima dana tambahan adalah kelompok yang menyerahkan laporannya secara berjenjang dengan target yang terukur. Begitu pula ketika penyerahan dana yang akan diadakan sebanyak 3 termin. Bagi kelompok yang tidak memberikan laporan pada setiap termin, maka tidak akan mendapat dana tambahan lagi pada termin selanjutnya.

Mengenai besaran dana maksimal yang akan diberikan LP2M, Ramdani hanya mengatakan bahwa itu tergantung pada tim penilai yang menentukan besaran dana tambahan. “Ya tergantung hasil penilaian tim penilai. Mahasiswa mengajukan berapa ya nanti tim penilai yang akan menilai berapa cocoknya dana yang perlu diberikan,” ujarnya.

Dana KKN yang pada tahun ini diperoleh dari dana UKT akan sedikit dialokasikan sebagai dana tambahan bagi beberapa kelompok KKN. Adapun kelomok yang tidak mendapatkan dana tambahan atau proposalnya tidak diterima, maka harus mencari sendiri melalui sponsor atau semacamnya. Hal ini mendapat tanggapan dari peserta KKN. Seperti salah seorang Mahasiswa Teknik Informatika, Rizaldi Andiansyah yang pada tahun ini akan mengikuti KKN.

Baca juga:  UIN Bandung Siapkan Bantuan Dana Menulis Artikel

Rizaldi mengungkapkan ketidak setujuannya terhadap pengadaan kompetisi untuk dana kegiatan KKN. Dia menuturkan bahwa dalam segi transparansi atau rincian proses pengalokasian dana ini belum jelas. Dia juga mengungkapkan masih banyak mahasiswa yang bingung apakah dana tersebut akan dialokasikan kepada 10 kelompok terpilih atau ada tahap lainnya. “Menurut saya mah, gini ya emang sih itu menjadi ajang lomba kreativitas antar kelompok kkn, tapi dalam segi transparansi atau rincian proses nya masih belum jelas gimana saja,” ungkap Rizaldi.

Meski demikian Rizaldi tetap berusaha mengajukan proposal ke pihak kampus dengan harapan proposalnya dapat diterima. Mengenai rencananya jika proposalnya ditolak, Rizaldi sudah berencana untuk mencari dana dari pihak eksternal. “Masih dalam rancangan proposal dan mungkin bakalan coba dulu mengajukan ke pihak internal kampus, kalo mungkin sudah ga bisa atau ga diterima paling bakalan mengajukan ke pihak pihak eksternal kampus,” sambungnya.

Dalam wawancara itu, Rizaldi berharap agar pihak LP2M memberikan solusi pendanaan bagi kelompok yang tidak mendapat dana tambahan atau proposalnya tidak diterima. “ya saran dari saya mah kasih lah solusi pendanaan buat yang proposal nya ga terpilih supaya yang bener niat ngajuin ga sia sia gitu.” pungkasnya.

Reporter : Awla Rajul, Hamzah Anshorulloh/ MAGANG

Redaktur: Harisul Amal

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas