Advertorial

PAI UIN Bandung Menggelar Seminar Nasional

HMJ Pendidikan Agama Islam (PAI) mengadakan seminar nasional yang bertemakan “pendidikan karakter di Era 4.0” di Gedung Anwar Musaddad, Senin (29/4/2019). Acara ini merupakan acar closing ceremony pada milad yg ke 51 dan bertujuan untuk mengedukasi mahasiswa dalam menghadapi tantangan di Era revolusi 4.0. (Yorin Zela/Magang)

SUAKAONLINE.COM – Dalam rangkaian acara perayaan milad jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) mengadakan seminar nasional, seminar ini merupakan acara closing ceremony yang diadakan di gedung Anwar Mussadad, Senin (29/4/2019). Mengangkat tema “Inovasi Pendidikan dalam Upaya Membangun Generasi Milenial yang Berkarakter di Era 4.0”. Acara ini menghadirkan founder motivator pendidikan.com dan pimpinan pondok pesantren terpadu Darussyifa al-Firoh perguruan YASPIDA sukabumi sebagai pemateri yang ahli di bidang pendidikan.

Founder motivator pendidikan.com, Namin AB Ibnu Solihin menjelaskan bahwa generasi milenial harus mempunyai hard skill dan soft skill yang mumpuni dalam menghadapi revolusi industri 4.0 dimana teknologi sudah canggih dan berkembang dalam segala aspek kehidupan. kita harus mampu bersaing karena revolusi industri 4.0 ini akan mengubah hidup dan kerja manusia secara fundamental.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa Peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) harus dilakukan di semua institusi, pada era ini tenaga pengajar guru atau dosen sabagai garda terdepan dalam dunia pendidikan, harus meng-upgrade kompetensi. Dimana era pendidikan yang dipengaruhi oleh revolusi industri 4.0 ini merupakan pendidikan yang bercirikan pemanfaatan teknologi digital dalam proses pembelajaran atau dikenal dengan sistem siber.

Ia menambahkan dalam dunia pendidikan keberhasilan mengajar tidak dilihat dari kemajuan teknologi dan kemegahan gedung tapi terlihat pada kemampuan guru mengelola kelas belajar secara kreatif dan menyenangkan. Secanggih apapun teknologi yang terus berkembang itu tidak akan pernah mempengaruhi kualitas pendidikan di Indonesia ketika gurunya tidak kreatif sebagai pengajar.

 “Disini kuncinya bukan pada teknologi tapi kuncinya ada pada kualitas sumber daya manusianya sehingga dalam dunia pendidikan secanggih apapun teknologi yang berkembang jika cara mengajar guru masih jadul atau tidak kreatif maka tidak akan terjadi perubahan yang signifikan pada hasil yang diinginkan. lalu yang tak kalah penting yang harus kita bangun adalah pendidikan karakter,” jelasnya.

Baca juga:  Pelepasan KKN Internasional UIN Bandung ke Malaysia

Hal serupa disampaikan oleh pimpinan pondok pesantren terpadu Darussyifa al-Fithroh perguruan YASPIDA Mubarok, mengatakan bahwa pendidikan karakter harus dirancang dan dilaksanakan dengan upaya-upaya yang bisa membantu pesera didik dalam memahami nilai-nilai perikalu manusia dalam praktik kehidupan dalam masyarakat. Dalam proses pendidikan, internalisasi nilai-nilai budaya dan karakter merupakan salah satu upaya untuk mencegah terjadinya degradasi etika dan moral dalam kalangan remaja.

Pelaksana Tugas Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN SGD Bandung, Aan Hasanah mengatakan “Mau tidak mau, program studi Pendidikan Agama Islam (PAI) harus memiliki kemampuan bersaing menghadapi revolusi industri 4.0 yang semakin berada di depan mata. PAI harus semakin memperkuat pendidikan karakter,” ungkapnya.

Salah satu bentuk kesiapan menghadapi tantangan tersebut, kata Aan, yakni penyelengaraan pendidikan harus memiliki nilai akreditasi yang baik. Itulah yang kini tengah dilaksanakan FTK UIN SGD Bandung. Selain itu diakuinya ada tiga aspek yang harus diberi penguatan agar proses pembelajaran berlangsung secara optimal.

“Pertama infrastruktur, keberadaan insfrastruktur yang telah kami miliki memerlukan peningkatan, terutama labolatorium. kedua, kerja sama dengan pihak-pihak lain yang berhubungan dengan PAI, terutama lembaga pendidikan seperti madrasah-madrasah dan sekolah. Lalu yang ketiga itu penguatan fungsi kecendekiawan civitas akademika di tengah-tengah masyarakat,” jelasnya.

Hal ini sejalan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan menghadapi tantangan revolusi industri.  Tantangan besar bagi perguruan tinggi saat ini, yakni menghadapi revolusi industri 4.0. oleh karena itu setiap program studi yang diselenggarakan di perguruan tinggi harus mampu menjawab dan sejalan dengan tantangan tersebut.

Reporter : Yorin Zela/Magang

Redaktur : Lia Kamilah

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas