Advertorial

Komunitas Sanyawana Gelar Diskusi Film Sexy Killer

Dari kiri Didit Wicaksono (Greenpeace), Noer Fauzi Rahman (aktivitis), Indra Agustiani (penulis) dan moderator Ari J Purwawidjana (dosen sastra Inggris UNPAD) sedang mendiskusikan film mengenai aspek ekosistem dalam perspektif ekonomi dan politik di aula Student Center (SC) UIN Bandung, kota Bandung, Jum’at (10/5/2019). (Syifaurrahman/Magang)

SUAKAONLINE.COM –  Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Sastra Inggris UIN SGD Bandung dan komunitas Sanyawana menyelenggarakan acara nonton bareng sekaligus diskusi film Sexy Killer dan buka bersama di Aula Student Center (SC), Jum’at (10/5/2019).

Menurut penuturan Ketua Pelaksana, Aldy Rovaldi  tujuan dari acara ini adalah sebagai ajang menjalin silaturahmi antar mahasiswa sastra dari berbagai universitas se-Bandung “Acara ini bertujuan untuk menjalin silaturahmi se-Bandung Raya, dan yang hadir perwakilan dari Unpad, Uninus dan Al ghifari,” tuturnya.

Nobar dan diskusi ini menghadirkan pemateri Aktivisi agraria, Noer Fauzi Rachman, Juru Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace, Didit Wicaksono, penulis, Indra Agustiani, dan dimoderatori oleh Ari J purwawidjana.

Diskusi film ini mengangkat isu sosial dan ekonomi.  Menurut  , Didit Wicaksono film ini berkolaborasi dengan Dandhy Laksono untuk mengetahui dampak terhadap masyarakat yang tinggal dipertambangan dan dari cerita masyarak yang hidup berdampingan dengan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).

“Tahun lalu ketka kami berklaborasi dengan Dandy, kebetulan ia punya beberapa cerita soal batu batu bara, dan ketik. Ia ikut dengan kapal dan ia melihat langsung dampak yang terasa di masyarakat cerukan bawang dan cerita di Karimun  Jawa, ia merasa cerita ini harus dijahit, dan sebenarnya scara konteks ini sudah lengkap sekali unutk menjadi film dokumenter,”  ujarnya.

Menurut Noer Fauzi Rachman film ini bertujuan untuk meberitahukan penderitaan atas  proses  terjadi layanan listrik “Nilai bahwa  ada orang dan alam yang menderita dari rantai perjalanannya dan ada orang begitu kaya melimpah ruah,”  ungkapnya.

Hal yang sama diutarakan oleh Indra Agustiani, Serikat Petani Pasundan (SPP), ia berbendapat dampak tambang mempunyai pengaruh yang besar terhadap ekonomi petani.  Semangat penai menjadi PR yang sangat besar, jadi dampak dari usah tambang ini bertambak sangat luas,” tukasnya.

Baca juga:  Dudang Gojali : SK FEBI Rampung dalam Empat Bulan

Pada penghujung acara ini, ditutup oleh panampilan seni musik dari selepas hujan dan seniman Kota Bandung, Adew Habsta yang menyanyikan damai Indonesiaku.

Reporter : Syifaurrahman/Magang

Redaktur : Lia Kamilah

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas