Kampusiana

Fakultas Syariah dan Hukum Melakukan Pemilu Raya

Komisi Pemilihan Mahasiswa (KPM) Fakultas Syariah & Hukum melaksanakan pemilihan untuk anggota SEMA-F Syarkum dapil jurusan Hukum Keluarga di Aula SC, Senin (27/5/2019). Pemilu Raya ini diadakan karena calon anggota SEMA-F untuk jurusan Hukum Keluarga yang terverifikasi melebihi kuota yang telah ditentukan. (Fadhilah Rama/Suaka)

SUAKAONLINE.COM – Pemilu Raya calon anggota Senat Mahasiswa Fakultas (Sema-F) Syariah dan Hukum resmi digelar di Aula Student Center,  Senin (27/5/2019). Pemilu raya kali ini hanya diikuti oleh dua calon anggota Sema-F yang berasal dari jurusan Hukum Keluarga. Hal ini dikarenakan, calon anggota Sema –F yang terverifikasi dari jurusan tersebut, melebihi kouta yang telah ditentukan. Sehingga pemilihan dikembalikan kepada mahasiswa jurusan Hukum Keluarga.

Prihal persyaratan yang harus dipenuhi oleh calon anggota Sema-F Syariah dan Hukum  agar calon dapat terverifikasi, telah diatur dalam Persema Nomor 1 Tahun 2018. Bahwa yang dapat terverifikasi harus memenuhi beberapa syarat, diantaranya harus ada surat rekomendasi dari ketua jurusan dan Wakil Dekan III, melampirkan surat pernyataan tertulis bahwa bersedia mencalonkan sebagai anggota senat mahasiswa, tercatat sebagai mahasiswa aktif dan dibuktikan dengan surat keterangan aktif kuliah, telah mengikuti diklat legisma dan dibuktikan dengan sertifikat legisma, serta mengajukan transkrip nilai dengan IPK minimal 3,25.

Sementara prihal kuota yang dapat diduduki setiap jurusan, menurut Ketua Panitia Komisi Pemilihan Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum (FSH), Fahri Fauzi,  tergantung pada rasio kuantitas mahasiswa jurusannya itu sendiri. Dari seluruh jurusan yang ada di FSH, ada sekitar dua belas orang calon, dan yang terverifikasi sebelas orang, termasuk dua diantaranya berasal dari jurusan Hukum Keluarga.

“Dari semua jurusan untuk menjadi calon senat,  melihat dari rasio kuantitas mahasiswanya, maka jika melihat seperti itu hanya Manajemen Keuangan Syariah dan Muamalah yang calon anggota senatnya dua orang, selebihnya satu orang. Pun Hukum Keluarga jatahnya satu orang, dikarenakan yang lolos verifikasi ada dua orang, maka setelah itu diserahkan ke masyarakat Hukum Keluarga. Maka yang melakukan pemilu ini hanya Hukum Keluarga saja, karena melebihi kouta dari yang disediakan,” beber Fahri, Senin (27/5/2019).

Baca juga:  Dudang Gojali : SK FEBI Rampung dalam Empat Bulan

Fahri melanjutkan, yang berhak menggunakan hak suara adalah mahasiswa Hukum Keluarga yang telah terdaftar di Daftar Pemilih Tetap (DPT). Jumlah DPT sendiri yaitu  sebanyak 520 orang. Sementara prihal minimal suara yang masuk, telah diatur dalam Persema Fakultas Syariah dan Hukum Nomor  1 Tahun 2018 pasal 28. Pada poin pertama hanya dibahas yang mendapatkan suara terbanyak, itulah yang menang. Jadi, tidak ada batas minimal berapa suara yang harus didapatkan oleh calon yang mengikuti Pemilu Raya tersebut.

Anggota senat mahasiswa terpilih dari jurusan Hukum Keluarga, Dicky Permana menuturkan, setiap satu orang anggota senat mahasiswa mewakili sekitar  500 orang mahasiswa. Jadi, jika ada jurusan yang mahasiswanya melebihi 500 orang, maka kouta untuk menduduki Sema juga bertambah.

“Kalau untuk rasio, kalau yang mahasiswanya dijurusan itu kurang dari 500 maka kursi yang ada itu cuma satu, cuma kalau yang mahasiswanya lebih dari 500, itu kursi untuk menduduki legislatif di Sema ada dua. Contoh Muamalah, mahasiswanya itu ada 800-an, akhirnya dua koutanya gitu, sama MKS juga, ada 750 lebih mahasiswanya,” ujar DIcky.

Terkait waktu pelaksanaan, Bendahara Umum Senat Mahasiswa Fakutas Syariah dan Hukum, Rizky Afrianda, mengatakan bahwa pihak Sema telah berkoordinasi dengan Wakil Dekan I Fakultas Syariah dan Hukum. “Kita sebetulnya telah berkoordinasi dengan Wadek I, Ahmad Hasan Ridwan. Kan waktu UAS itu 20 sampai 25 Mei, akan tetapi pada 27 Mei rata-rata dari mahasiswa Syarkum telah UAS dan juga tidak mengganggu kegiatan UAS, karena pertimbangan dan sebagainya, Wadek I menerima pertimbangan kami.” pungkas Rizky.

Reporter              : Shania Anwar dan Fadhilah Rama

Redaktur             : Lia Kamilah

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas