Kampusiana

6.240 Peserta Mengikuti UMPTKIN di UIN Bandung

Sejumlah peserta UMPYKIN tengah mengikuti ujian Paper Based Test (PBT) di UIN SGD Bandung, Selasa (28/5/2019). Dengan jumlah 6.240 peserta yang terdiri dari 5.140 peserta PBT dan 1.100 peserta Sistem Seleksi Elektronik (SSE). UMPTKIN merupakan salah satu jalur seleksi masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri. (Sani Muhammad/Suaka)

SUAKAONLINE.COM –Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UMPTKIN) 2019 telah diselenggarakan serentak pada 28 Mei 2019 lalu, dengan tiga kelompok ujian yaitu, IPA, IPS, dan IPC. Dalam pelaksanaannya, terdapat dua macam tipe ujian, pertama Paper Based Test (PBT) dan Sistem Seleksi Elektronik (SSE).

Menurut penuturan Wakil Rektor I, Asep Muhyiddin, dalam UMPTKIN di lingkungan UIN Bandung kali ini terdapat lima peserta yang berkebutuhan khusus. Keikutsertaannya merupakan bentuk kepedulian kampus terhadap anak-anak berkebutuhan khusus. Hal ini merupakan implementasi dari pasal 31 ayat (1) UUD 1945 bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan.

Asep mengatakan, di lingkungan UIN Bandung sendiri ada sebanyak 6.240 peserta yang mengikuti tes tersebut. “Sebanyak 6.240 peserta mengikuti tes UMPTKIN hari ini. Terbagi dalam tiga kelompok, pertama IPA yang diikuti 234 peserta, kedua IPS yang diikuti 4.191 peserta, ketiga IPC yang diikuti 715 peserta. Sedangkan untuk SSE diikuti 1.100 peserta,” jelasnya, Selasa(28/5/2019).

Menurut Kasubag Rumah Tangga, Edy Fuady,  ujian kali ini dilakukan di kampus satu dan kampus dua. Untuk di kampus satu sendiri, digunakan oleh peserta kelompok IPS, sedangkan kampus dua diperuntukan bagi peserta kelompok IPA dan IPC. “Kemarin awalnya target kami, pusatnya disini (kampus satu), memang kelasnya kurang memadai makanya ditambah disana. Disini hampir rata-rata semua kelas digunakan, untuk disana (kampus dua) yang digunakan gedung b, pasca, dan labschool,” paparnya, Rabu (29/5/2019).

Untuk materi yang diujikan pada UMPTKIN kali ini, terdapat Tes Kemampuan Dasar (TKD) yang meliputi Tes Potensi Akademik, Bahasa, Keislaman dan juga terdapat Tes Kemampuan Bidang IPA bagi kelompok ujian IPA, dan Tes Kemampuan IPS bagi kelompok ujian IPS. Sedangkan kelompok ujian IPC, mengerjakan kedua Tes Kemampuan IPA dan IPS.

Baca juga:  Wisuda ke-74, UIN Bandung Akan Lepas 942 Wisudawan

Menurut penuturan peserta ujian kelompok IPS, Nindi Juani Faujiah,  dalam pelaksanaannya sempat terjadi kemoloran waktu sekitar 10 sampai 15 menit ketika jam pertama. Dan ia mengaku sempat kesulitan mengisi soal karena jumlah waktu yang tersisa hanya sebentar dari jumlah waktu yang ditentukan.

Sedangkan menurut peserta ujian kelompok IPC ,Livia Putri Septianti, kekurangan dalam pelaksanaan ujian kali ini tidak ada, namun ada beberapa kendala yang dirasakan terutama bagi yang tempat pelaksanaan ujiannya di kampus II. “Kendalanya gersang, ngaruh ke yang ujian, kekurangan informasi juga, tadi banyak banget temen aku yang gak tau juga kalo IPC dan IPA itu di kampus dua sampe mereka ngejar angkot buat nyampe ke kampus dua.” ujarnya ketika diwawancarai via surel.

Tipe ujian PBT merupakan ujian yang diselenggarakan secara tertulis yang disajikan dalam bentuk kertas. Oleh karena itu, peserta yang mengikuti PBT diwajibkan membawa alat tulis. Sedangkan SSE merupakan ujian yang diselenggarakan menggunakan komputer atau paperless. Keduanya memiliki jumlah butir soal dan durasi tes yang sama, yang membedakan hanya teknis pelaksanaan.

Reporter : Shania Anwar, Sani Muhammad

Redaktur : Lia Kamilah

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas