Kampusiana

Hari Pertama Pendaftaran, UIN Bandung Terima 1603 Pendaftar UM

dok. Suaka

SUAKAONLINE.COM – Hari pertama dibuka pendaftaran Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UIN SGD Bandung melalui jalur Ujian Mandiri (UM) mencapai 1603 orang. “Sejak dibuka pendaftaran pada tanggal 11 Juni 2019 dari pukul 15.00 sampai dengan pukul 23.59, alhamdulillah jumlah yang berhasil mendapatkan berjumlah 1603 orang,” ungkap Wakil Rektor I, Asep Muhyidin yang didampingi Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (PTIPD) Undang Syarifuddin.

PMB UM merupakan jalur penerimaan mahasiswa baru yang diselenggarakan secara mandiri melalui Computer Based Test (CBT), ujian masuk menggunakan media komputer; Tahfidz, jalur penerimaan bagi yang mempunyai hapalan Al-Quran minimal lima juz; prestasi, jalur penerimaan dibidang seni, olahraga atau yang lainnya (sesuai yang ditawarkan) dan mempunyai prestasi minimal tingkat regional (Kota/kabupaten) serta jalur khusus Luar Negeri (LN).

Persyaratan pendaftaran: Pertama, Berijazah SMA/SMK/MA/MAK/Pesantren Mu’adalah/Paket C. Kedua, Khusus bagi calon peserta lulusan Paket C, harus menyerahkan fotocopy raport tiga tahun terakhir disertakan saat akan ujian PMB ke panitia. Ketiga, Lulusan 2019, sekurang-kurangnya telah memiliki Surat Keterangan Lulus (SKL) dari Kepala Sekolah/Madrasah yang dilengkapi pas photo dan dicap sekolah.

Mengenai cara daftar PMB UM, Asep menuturkan alurnya. Pertama, calon mahasiswa melakukan pra-daftar online dilaman https://pmb-pradaftar.uinsgd.ac.id/Auth untuk memilih jalur test CBT, Tahfidz, Prestasi serta mendapatkan kode pembayaran. “Kode pembayaran dikirim ke email calon  mahasiswa. Jadi pada saat daftar emailnya harus aktif,” paparnya.

Kedua, calon mahasiswa melakukan pembayaran di bank BRI Syariah sebesar Rp. 250.000 dengan menyebutkan kode pembayaran. Ketiga, calon mahasiswa melakukan pendaftaran online di laman https://pmb-daftar.uinsgd.ac.id/ dengan password dan user name yang telah didaftarkan sebelumnya saat pra-daftar.

Keempat, calon mahasiswa melengkapi data dan memilih program studi serta mencetak kartu ujian. Kelima, peserta melaksanakan ujian sesuai dengan jadwal dan jalur test yang tertera dikartu ujian. Keenam, pengumuman kelulusan dapat dilihat pada laman https://pmb.uinsgd.ac.id/ dan media cetak. Ketujuh, pengumuman penetapan Uang Kuliah Tunggal (UKT). Kedelapan, pembayaran UKT.

Baca juga:  Mahasiswa Keluhkan Kebijakan Wisuda Ganjil Genap

Berikut merupakan jadwal PMB Ujian Mandiri:

– Pelaksanaan ujian akan dilakukan pada tanggal 17 – 23 Juli 2019 di gedung Lecture Hall

– Pengumuman kelulusan pada tanggal 29 Juli 2019

Upload/isi biodata pada tanggal 30 Juli – 03 Agustus 2019

– Penetapan Uang Kuliah Tunggal (UKT) pada tanggal 05 Agustus 2019

– Pengumuman Uang Kuliah Tunggal (UKT) pada tanggal 06 Agustus 2019

– Pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) pada tanggal 07-13 Agustus 2019

– Pemberkasan biodata seluruh jalur test pada tanggal 14-22 Agustus 2019

Menurut Kepala Bagian Akademik Dina Mulyati, pendaftaran UM masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Prediksi kuota UM sekitar 30 persen, tetapi jumlah itu pun belum pasti karena harus menunggu kepastian administrasi calon mahasiswa yang lolos dari jalur Seleksi Nasional Mauk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), dan hal itu terlihat dari pembayaran registrasi UKT pertama.

Lalu kampus sudah mempersiapkan UM sejak lama, hal itu dibuktikan pada jalur CBT yang komputernya sudah ditambah sebagai cadangan. “Komputer untuk CBT sudah dipersiapkan dan ditambah, selain komputer yang berada di Lecture Hall (LH) ditambah dengan komputer yang berada di laboratorium komputer informatika di gedung Saintek menjadi sekitar 550-650 komputer,”  katanya, Selasa (18/6/2019).

Calon mahasiswa yang kesulitan bisa bertanya melalui website PMB, email; contact.pmb@uinsgd.ac.id, dan kontak lain yang tersedia atau bisa datang langsung jika benar-benar kesulitan. Menurutnya, walaupun PMB sudah terdigitalisasi, tetapi pihak akademik masih tetap menerima bantuan langsung apabila calon mahasiswa kesulitan. Karena dari tahun-tahun sebelumnya, ia selalu mendapatkan calon mahasiswa yang belum mengerti cara mendaftar maupun registrasi yang berbasis digital.

Baca juga:  UKM Liga Pastikan LSM AJ 2019 Digelar November

Dirinya juga menghimbau bahwa usia maksimal untuk calon mahasiswa yang mendaftar UM adalah tiga tahun setelah lulus dari sekolah yang terlihat dari tahun ijazah calon mahasiswa. Selain itu jarak pendaftaran dengan pembayaran untuk mengikuti UM hanya 1×24 jam atau satu hari. “Karena kalau lebih dari itu data langsung hangus dan harus mengulang lagi.” tutupnya.

UIN SGD Bandung menerima calon mahasiswa yang berasal dari sekolah inklusi maupun sekolah berkebutuhan khusus, karena menurutnya sudah banyak  lulusan UIN SGD Bandung yang berasal dari anak berkebutuhan khusus (ABK).

Reporter : Gina Handayani

Redaktur : Lia Kamilah

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas