Kampusiana

Penyerapan Aspirasi, Sema-U Tentukan Arah dan Gerak Ormawa Intra Kampus

(dari kiri) Ketua Umum Senat Mahasiswa Universitas (Sema-U), Umar Ali Muharom, dan Sekretaris Jendral, Jamiludin memimpin kegiatan Penyerapan Aspirasi yang bertujuan untuk menentukan arah dan gerak ormawa intra kampus di Aula Student Center, Jumat (28/6/2019). (Anisa Nurfauziah/Suaka)

SUAKAONLINE.COM- Senat Mahasiswa Universitas (Sema-U) UIN SGD Bandung menyelenggarakan kegiatan Penyerapan Aspirasi yang dihadiri oleh beberapa Ketua Senat Mahasiswa Fakultas (Sema-F), Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas (Dema-F) dan Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) di Aula Student Center, Jumat (28/6/2019).

Mengusung tema “Aspirasi Mahasiswa Terkini Demi Terwujudnya Prolegma Yang Ideal” Ketua Sema-U, Umar Ali mengatakan bahwa tujuan dari tema tersebut  adalah untuk menentukan arah gerak ormawa intra kampus yang bergerak dilegislatif, dan legislatif akan membuat kebijakan berupa undang-undang yang sesuai dengan kebutuhan ormawa yang ada disetiap fakultas pun dengan keadaan sekarang.

“Maksud dan tujuan diadakannya penyerapan aspirasi ini adalah ingin menyesuaikan dengan kebutuhan dan bisa membaca tantangan zaman yang sekarang sedang terjadi,” paparnya. Umar pun menambahkan untuk kedepannya setelah mengadakan penyerapan aspirasi akan dibuat prolegma yang nantinya akan disosialisasikan.

Ketua HMJ Ilmu Alquran dan Tafsir, Apip Ruhimat menanyakan mengapa aspirasi HMJ tidak dinaungi oleh fakultas terlebih dahulu. Umar Ali menjawab bahwa Sema-U akan mengimplementasikan dalam prolegma yang akan dibuat dan nantinya akan disosialisasikan bersama karena sebelum terbentuknya prolegma yang menjadi kebijakan dan aturan senat pun harus tepat sasaran karena terkadang Sema-F ataupun Dema-F tidak menyepakati aturan yang ada.

Perwakilan Sema-F Adab dan Humaniora, Rusli Hermawan menanyakan perihal keorganisasian yang terdapat di komosi I, tentang bagaimana suatu organisasi mampu membuat garis besar haluan program terkait lembaga eksekutif yang diantaranya terdapat pengabdian masyarakat. Menurutnya itu adalah program penting dimana program tersebut bisa dikatakan program pra-KKN untuk mahasiswa agar kita mempunyai bekal sebelum terjun kepada masyarakat.

Selain menanyakan perihal keorganisasian, Rusli pun menanyakan peran komisi advokasi yang menurutnya komisi advokasi kehilangan peran dalam menangani kasus yang ada dilingkungan kampus seperti pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum dosen, yang mana seharusnya Sema-U yang mengadvokasi terhadap jajaran birokrasi.

Baca juga:  IKA DARMA AYU Gelar Kemah Bakti Mahasiswa

Sekretaris Jendral, Jamiludin menjawab bahwa keorganisasian yang terdapat pada komisi I, yaitu karena adanya lokus yang berbeda terkhusus pada eksekutif. Seperti yang ada di Fakultas Syariah dan Hukum yang mengadakan Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) yang berfungsi sebagai kontribusi jurusan terhadap masyarakat agar peran mahasiswa dirasakan.

Karena menurutnya hal tersebut perlu dikembangkan dan dituangkan didalam produk hukum, dan apabila nanti telah adanya Garis Besar Program Kerja (GBPK) maka akan terwujud dengan baik ditingkat jurusan ataupun fakultas. Jamil pun menambahkan bawa pada saat terjadi kasus pelecehan tersebut itu masih diurusi oleh Sema-U terdahulu dan hingga sekarang masih belum menemukan solusi yang konkret dan ini merupakan tugas Sema-U agar ada advokasi yang mengawalnya begitupun dengan dosen-dosen yang menjadi oknum.

Penyerapan aspirasi yang hanya dihadiri oleh beberapa Ketua Sema-F, Dema-F dan HMJ tersebut mendapat kritikan dari audiens. Waktu penyelengaraan yang dirasa kurang pas karena kesibukan dari tiap ketua ormawa yang berbeda-beda menyebabkan tidak hadirannya pada acara yang diselenggarakan oleh Sema-U tersebut.

Reporter : Anisa Nurfauziah

Redaktur : Lia Kamilah

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas