Kampusiana

Pelepasan Kontingen PIONIR IX UIN Bandung

Wakil Rektor III, Muhtar Solihin membuka acara Pelepasan Kontingen UIN SGD Bandung pada kegiatan PIONIR IX yang dilakukan di Ruang Sidang Lt.2 Gedung O. Djauharuddin AR, Selasa (9/7/2019). Sebanyak 115 kontingen mengikuti kegiatan Pionir IX yang akan dilaksanakan pada tanggal 15-21 Juli 2019 di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. (Metha Vegiantri/Suaka)

SUAKAONLINE.COM – Pelepasan kontingen Pekan Ilmiah Olahraga Seni dan Riset (PIONIR) IX UIN SGD Bandung dilaksanakan di Ruang Sidang lantai dua gedung O.Djauharuddin AR oleh Wakil Rektor III, Muhtar Solihin, Selasa (9/7/2019). Sebanyak 115 kontingen mengikuti PIONIR yang akan dilaksanakan pada 15-21 Juli 2019 di UIN Maulana Malik Ibrahim, Malang.

Sebanyak 30 cabang diikuti oleh UIN SGD Bandung tahun ini, diantaranya 10 cabang olahraga, 20 cabang seni. Pada 20 cabang seni tersebut telah masuk nominator 10 besar dari enam cabang seni. Kontingen yang mengikuti PIONIR telah disediakan hotel sebagai tempat untuk beristirahat. Pemberangkatan menggunakan moda transportasi bus yang akan berangkat pada 13 Juli mendatang.

Dalam sambutanya, Muhtar memberikan motivasi kepada kontingen agar percaya diri dengan kemampuan yang dimiliki oleh peserta. Kepercayaan diri merupakan sumber keberhasilan yang bisa menjadi sebuah energi untuk melakukan pertandingan. Muhtar berpesan agar menjaga sikap dan akhlaq selama pertandingan berlangsung.

Spotifitas merupakan penekanan yang diucapkan oleh Muhtar kepada kontingen PIONIR dalam sambutannya. Selain sportifitas, sikap dalam memberikan support kepada peserta PIONIR UIN SGD Bandung lain pun harus ditanamkan. Muhtar berpesan untuk tidak menunjukkan rasa kecewa dimuka umum jika nantinya hal tersebut terjadi.

Muhtar berharap bahwa kejadian pahit yang dialami ketika PIONIR sebelumya di Aceh tidak terjadi lagi. Pada forum Warek III, Muhtar menekankan kepada pihak panitia agar tidak adanya keberpihakan. Muhtar berharap bahwa kontingen UIN SGD Bandung bisa mematahkan image tuan rumah yang menjadi juara umum.

“Kejadian ketika di Aceh jgn terulang kembali. Kejadian itu merupakan pengalaman yang tidak mengenakan, karena banyak cabang yang dicurangi. Jadi selama ini mungkin image bahwa juara umum diraih oleh tuan rumah, mungkin nanti juara umum diraih oleh UIN Bandung. Saya yakin saya percaya,” ujarnya.

Baca juga:  MTMA: Memupuk Intelektualitas dalam Masa Ta’Aruf

Kepala Biro A2KK, Jaenudin menyatakan bahwa kampus ingin memberikan fasilitas yang terbaik bagi peserta PIONIR. Fasilitas yang telah diberikan tersebut bertujuan agar kontingen tidak ada yang terlambat untuk melakukan perlombaan di PIONIR nantinya. Jaenudin berpesan kepada kontingen agar bersemangat dan tidak turun mentalnya sebelum bertanding.

            “Kami berharap kepada seluruh kontingen agar jangan kalah sebelum bertanding. Semangat dulu. Jangan kalah mentalnya sebelum bertanding karena lihat disana bagus-bagus atletnya, udah kalah duluan. Makanya kita harus semangat dulu,” tuturnya.

PIONIR merupakan ajang bergengsi yang harus diikuti oleh UIN SGD Bandung sebagai bentuk trofi kebanggan kampus. Muhtar menuturkan bahwa alat ukur keberhasilan UIN ada pada prestasi mahasiswa yang ditunjukkan ketika kegiatan PIONIR ini. Fasilitas terbaik yang diberikan merupakan upaya kampus agar peserta bisa berkontribusi dengan baik.

Penghargaan akan diberikan kepada UKM/UKK yang nantinya berhasil mendapatkan medali emas. Harapan lain dilontarkan oleh Muhtar untuk memberikan yang terbaik dan tidak adanya cluster diantara kontingen yang ikut. Sehingga semua yang hadir berbaur bersama dan bisa mengharumkan nama baik UIN SGD Bandung.

Perasaan senang yang dirasakan oleh Roy Hanuddin mahasiswa Agroteknologi ketika berhasil menjadi salah satu kontingen PIONIR untuk cabang Karya Inovatif. Cita-citanya menjadi peserta PIONIR akhirnya terkabul berkat usahanya dalam menciptakan teknologi yang inovatif. Persiapan yang terhitung tiga bulan membawanya menjadi kontingan cabang karya inovatif.

Alur seleksi yang ditempuh oleh Roy bermula di Fakultas Sains dan Teknologi (FST) yang dinilai oleh Dekan langsung. Setelah seleksi yang dilakukan, proposal diserahkan pada pihak Aljamiah yang selanjutnya dikirimkan ke UIN Malang. Akhir Juni lalu Roy mendapatkan kabar bahwa dirinya menjadi kontingen PIONIR cabang karya inovatif.

Baca juga:  Musim Wisuda! UIN Bandung Bakal Lepas 2.944 Mahasiswa

Kegiatan perlombaan yang akan dilakukan oleh Roy berupa expo dimana karyanya dipajang di Fakultas Sains dan Teknologi UIN Malang dimulai tanggal 16 Juli. Roy akan berada di tempat untuk menjawab pertanyaan yang jika nantinya diajukan oleh pengunjung yang melihat karyanya. Roy berharap bahwa UIN SGD Bandung bisa menjadi juara umum pada PIONIR tahun ini dan dua tahun selanjutnya.

“Harapannya untuk UIN Bandung menjadi juara umum PIONIR tahun ini dan untuk dua tahun selanjutnya. Harapan pada PIONIR ini agar karya ilmiah PTKIN tidak kalah dengan univ negeri lainnya,” tutupnya.

Reporter : Metha Vegiantri

Redaktur : Lia Kamilah

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas