Kampusiana

Dudang Gojali : SK FEBI Rampung dalam Empat Bulan

Dok. Suaka

SUAKAONLINE.COM – Rencana pendirian Fakultas Ekonomi Bisnis Islam (FEBI) akan memasuki babak akhir. Wacana yang sudah ada sejak tahun 2017 dan baru dimatangkan kembali pada 2018 lalu tesebut kini hanya tinggal merubah revisian yang disarankan oleh Kementerian Agama (Kemenag) yang sebelumnya sudah memalui proses tahapan sidang Senat dan Birokrat terlebih dahulu.

Menurut Rektor UIN SGD Bandung, Mahmud saat dijumpai di Aula Gedung O. Djauharuddin AR pada Kamis,(15/8/2019) proses perizinan Surat Keputusan (SK) pembentukan FEBI ditargetkan akan rampung dalam beberapa bulan kedepan. Dan untuk penempatan fakultasnya berada di kampus satu.

 “Kalau sekarang kita sedang proses, ya mungkin sekitar satu, dua atau tiga bulan kedepan, itu kan tetep harus berdasarkan Dirjen. Tapi semua sudah ada bahannya tinggal menunggu saja,” ujarnya. 

Sementara itu Dekan FEBI terpilih, Dudang Gojali saat diwawancarai diruangannya menargetkan SK yang akan rampung sekitar empat bulan kedepan karena menurutnya hingga saat ini hampir tidak ada lagi kendala yang dihadapi dalam proses pembuatan SK tersebut.  “Sebenarnya kan klo proses itu tegantung dari proses adminstrasi yang ke Kemenag. Tapi dari saya pribadi menargetkan adanya SK pendirian FEBI itu sekitar empat bulan kedepan,tuturnya, Jumat (19/8/2019)

Untuk membantu proses SK, pihak Rektorat membuat sebuah Tim Percepatan Pembangunan Fakultas (TPPF) yang dimana nantinya tim tersebut akan mengurus segala persiapan dan keperluan dalam pembuatan SK. Mulai dari persiapan awal hingga pengerjaan revisi proposal yang diajukan ke Kemenag. Selain Rektorat, dari dalam internal FEBI sendiri juga membentuk TPPF yang terdiri dari dosen dan akan membantu Birokrat untuk mempercepat revisi proposal.  

Seperti yang diketahui proses pendirian FEBI di UIN SGD Bandung sempat menemui beberapa kendala seperti tidak dibolehkannya salah satu prodi oleh induk fakultasnya untuk bergabung ke FEBI, hingga tarik ulur tentang pengajuan mendirikan FEBI yang tertuang dalam proposal. Serta masih ada dari pihak kampus sendiri yang belum mengetahui mengenai kronologi pembuatan FEBI dalam Rencana Strategis (Renstra).

Baca juga:  Penentuan Kuota Beasiswa Tahfidz UIN Bandung

Dudang mengungkapkan bahwa dirinya nanti bisa mengusulkan ke Birokrat mengenai siapa saja yang akan mendampinginya dalam kepengurusan FEBI. “Penunjukan Kajur dan Wadek sendiri itu langsung dari Rektor, karena biasanya sistem penunjukan dari hulu ke hilir itu beliau yang membuat, tapi kita bisa mengusulkan sebagai bentuk aspirasi. Hak prerogratif itu ada di Rektor tapi kita bisa mengusulkan” Ujarnya.

Terdapat empat jurusan yang akan memisahkan diri dari fakultasnya dan akan bergabung ke FEBI. Diantaranya dari Fakultas Syariah dan Hukum yakni jurusan Manajemen Keuangan Syariah, Akuntansi Syariah dan Ekonomi Syariah serta satu prodi dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip) yakni Manajemen. Namun hal tersebut baru rencana awal dan tidak menutup kemungkinan terdapat prodi lainnya yang akan bergabung ke FEBI karena menurut Dudang semua itu masih dalam pengkajian kesesuaian rumpun ilmunya. 

Dudang menambahkan, untuk anggaran ia sama sekali tidak mengetahui berapa besaran dana yang diperlukan dalam proses pembuatan FEBI. Karena ia sendiri baru sekarang menjabat sebagai Dekan sehingga untuk berbagai tahapan awal dalam pendirian fakultas ia sama sekali tidak mengetahuinya termasuk proposal yang diajukan oleh kampus.

“Mengenai dana justru itu yang kita tidak tahu. Kita belum baca dan tahu bentuk proposalnya karena saya tidak pernah melihat sampai saat ini bagaimana proposal itu. Kan proposal itu menjadi dasar yang pertama, kalo ada yang kurang mungkin kita benahi. Tapi suatu saat saya harus tau karna itu menjadi dasar pembentukan FEBI sendiri.” Tutupnya.

Reporter : Andis Andriawan

Redaktur : Lia Kamilah

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas