Kampusiana

Tujuh Hari Menjelang PBAK, Ketua Pelaksana Terpilih Mengundurkan Diri

Senat Mahasiswa Universitas (SEMA-U) mengadakan pembentukan panitia di Sekretariat SEMA-U, Jum’at, (16/8/2019). (Rini Zulianti/Suaka)

SUAKAONLINE.COM – Pengenalan Budaya Akademik (PBAK) yang selalu menjadi hajat besar tahunan UIN SGD Bandung rencananya akan kembali digelar pada 26-29 Agustus 2019. Namun, beragam persiapan seperti Rapat Pimpinan dan Koordinasi untuk pembentukkan panitia baru dilaksanakan kurang dari dua minggu pelaksanaan.

Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Dirjen 4962 tahun 2016, Kepanitiaan PBAK terbagi menjadi dua, yaitu panitia pengarah yang terdiri atas unsur pimpinan Perguruan Tinggi Keagaamaan Islam (PTKI), dosen, ketua Dewan Eksekutif Mahasisawa (Dema) dan panitia pelaksana yang berasal dari unsur dosen, karyawan, dan mahasiswa. Adapun nama-nama calon panitia dari unsur mahasiswa diusulkan oleh Dema.

Namun, menurut Ketua Umum Senat Mahasiswa Universitas (Sema-U), Umar Ali Muharom habisnya SK kepengurusan Dema-U saat ini menyebabkan Sema-U mengambil alih kepanitiaan bersama dengan pihak birokrasi, “Melihat situasi dan kondisi di UIN SGD Bandung hari ini, berdasarkan landasan hukum historis dan landasan hukum progresif, ketika Dema-U itu tidak ada maka segala ketetapan hukum itu diserahkan kepada Sema-U,” ungkapnya, Jumat (16/8/2019).

Umar juga menceritakan bahwa Sema-U sudah melakukan Rapat Pimpinan (Rapim) bersama dengan Wakil Rektor III, Wakil Dekan III masing-masing fakultas, beberapa Karo AUPK dan Karo A2KK, Kasubag Kemahasiswaan dan Kabag umum beserta jajarannya. Dari Rapim tersebut diputuskan bahwa  panitia PBAK diakomodir oleh Sema-U yang selanjutnya diadakan pembukaan perekrutan panitia pada tanggal 15-16 Agustus 2019 lalu.

Presiden Mahasiswa Dema-U periode 2018 Oki Reval Julianda, merasa langkah tersebut dinilai melangkahi lembaga eksekutif di kampus, “Okelah hari ini Dema-U tidak ada, tapi kan masih ada Dema-F, kenapa sih mereka melangkahi Dema-F, sebagai lembaga eksekutif, kenapa tidak dikumpulkan terlebih dulu Dema-F atau HMJ, mereka yang lebih berhak”, ungkapnya saat diwawancarai via telepon whatsapp, Minggu (18/8/2019).

Baca juga:  Penentuan Kuota Beasiswa Tahfidz UIN Bandung

Perekrutan yang dilakukan oleh Sema-U dinilainya  juga terkesan terburu-buru. Pasalnya setelah rangkaian tahap pengumpulan berkas administratif dan wawancara pada Jumat 16 Agustus 2019 lalu, sore harinya tepat pukul 17.16 langsung diadakan pengumuman hasil seleksi panitia.

Setelah pengumuman nama-nama panitia yang lolos telah selesai,  dilanjutkan kepada pemilihan Wakil Ketua Pelaksana representatif mahasiswa yang nantinya akan berkoordinasi dengan Sema-U. Proses musyawarah tersebut yang berlangsung tidak lebih dari setengah jam, dan pada akhirnya Taufik Ramadhani dari Jurusan Komunikasi Penyiaran dan Islam (KPI) sebagai satu-satunya yang mencalonkan diri tersebut terpilih.

Seleksi yang terbilang cepat ini juga dirasakan oleh salah satu pendaftar yang enggan disebutkan namanya, “Terbilang cepet sih ya, wawancaranya juga kilat, sorenya udah langsung diumumin dan informasinya pun kurang jelas sih kalau kata aku. Jadinya kemarin aku juga belum tahu apa masuk atau enggak soalnya katanya bakal diumumin di Instagram”, ujarnya saat berbincang dengan Suaka, Sabtu (17/8/2019).

Kendati demikian, Sekretaris Jenderal Sema-U, Jamiludin menjelaskan perekrutan panitia yang terbilang singkat ini dikarenakan waktu PBAK yang semakin cepat. “Kita hanya diberikan waktu sampai tanggal 20 untuk mengusulkan nama-nama kepanitiaan dari tanggal 15 kemarin”, ujarnya, Jumat (16/8/2019).

Senin, (19/8/2019) Suaka menerima kabar bahwa Ketua Pelaksana PBAK terpilih, Taufik Ramadhani mengundurkan diri dari kepanitiaan. Dengan alasan karena adanya permintaan pemilihan ulang ketua pelaksana untuk menggantikan dirinya. Dan belum adanya SK kepanitiaan yang resmi setelah musyawarah pada Jumat (16/8/2019).

Suaka mencoba mengklarifikasi hal tersebut kepada Taufik, namun sampai berita ini diterbitkan, Suaka belum mendapat balasan. Sementara saat ini, panitia delegasi dari masing-masing fakultas telah disetujui oleh birokrasi. Namun untuk ketua pelaksana dari birokrasi pun belum ditentukan.

Baca juga:  Penentuan Kuota Beasiswa Tahfidz UIN Bandung

Reporter : Tasya Augustiya

Redaktur : Lia Kamilah

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas