Lingkungan dan Kesehatan

Suarakan Gerakan Peduli Lingkungan Melalui World Clean Up Day


Aksi pemungutan sampah dalam kegiatan World Clean Up Day 2019 di sekitaran Pendopo Walikota Bandung, dan Alun-alun, Sabtu (21/09/2019). Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai komunitas dan individu.  (Awla Rajul/SUAKA)

SUAKAONLINE.COM – Peduli Ciptaan Indonesia (PCI) melakukan kegiatan tahunan World Clean Up Day 2019 di depan Pendopo Walikota Bandung, Sabtu (21/09/2019). Kegiatan yang sudah dilakukan sejak tahun 2015 itu, juga dilakukan bersama di 157 negara di dunia dan serentak dilakukan 27 kabupaten/kota di Jawa Barat. Koordinator kegiatan, Theyo Kustiyo mengatakan bahwa program ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan dan peduli terahadap lingkungan di kota Bandung.

World Clean Up adalah gerakan peduli lingkungan. Kita berbasis pada peperangan tentang sampah. Jadi, program ini berjalan serentak di 157 negara di dunia dan 27 kota kabupaten se-Jawa Barat. Masing-masing titik dikoordinasi oleh koordinator wilayah. Jadi program ini terutamanya untuk mengedukasi masyarakat agar mereka sadar jangan membuang sampah sembarangan seta peduli terhadap lingkungan kota Bandung secara khusus,” ujar Theyo ketika ditemui seusai acara.

Theyo bercerita, kegiatan ini pertama kali diadakan pada tahun 2015 dengan skala lokal Bandung. Kemudian kegiatan ini dilirik oleh Geburnur, lalu diadakan se-Provinsi Jawa Barat pada tahun 2016. Di tahun 2017 acara ini sukses memancing perhatian Presiden Joko Widodo hingga akhirnya diadakan secara nasional. Lantas, pada tahun 2018 acara ini diberi tajuk World Clean Up Day dan diadakan secara internasional.

Kegiatan ini diadakan setiap tahun oleh PCI berkolaborasi dengan instansi pemerintah dengan swasta untuk mengkampanyekan penyelamatan bumi. “Acara ini sudah dimulai dari 2015. Iya, setiap tahun. Dan kebetulan kami selaku pribadi di berikan kepercayaan untuk memegang wilayah pendopo, alun-alun, dan di jalan Asia-Afrika. Peduli Ciptaan Indonesia ini berkolaborasi dengan berbagai intansi pemerintah dan swasta untuk bersama-sama mengakampanyekan hal kepeduliaan lingkungan, penyelamatan bumi lah intinya.” tutup Theyo yang juga sebagai pelopor kegiatan ini di tahun 2015 lalu.

Baca juga:  Menunggu Hasil Keputusan Penyesuaian UKT 2019

Pada kegiatan ini turut hadir komunitas-komunitas dan individu yang menjadi relawan. Berlangsung pada pagi hari, setelah pemungutan sampah selesai dan mengumpulkannya kembali di titik kumpul, masing-masing komunitas diberikan sertifikat sebagai bentuk penghargaan dan terima kasih. Salah seorang perwakilan komunitas dari Clean and Green Universitas Islam Bandung (Unisba), Ilham Fajar memuji kegiatan ini.

“Menurut saya ini kegiatan yang sangat luar biasa, karena ini kepedulian kita terhadap lingkungan di seluruh negara,” puji mahasiswa jurusan Teknik Industri ini ketika ditemui usai penyerahan sertifikat. Ilham mengatakan bahwa kegiatan World Clean Up Day ini merupakan agenda tahunan komunitasnya. Di tahun lalu, ia mengaku komunitasnya mengikuti kegiatan ini di dua kota.

“Clean and Green Tim itu adalah sebuah komunitas yang berbasis organisasi pecinta lingkungan yang ada di Unisba. Sebetulnya, ini agenda tahunan kita. Tahun kemarin juga kita ikut di dua kota, Bandung dan di Malang untuk acara World Clean Up Day,” pungkasnya. Ilham juga mengatakan bahwa kampusnya juga mengadakan acara yang sama. Tidak hanya aksi pemungutan sampah. Pihaknya juga mengadakan diskusi lingkungan dan peresmian Bank Sampah.

“Jadi sekarang ini, yang pagi kita ikut World Clean Up Day yang acara pemerintah dulu, disini (Pendopo Walikota Bandung -Red). Kemudian nanti siang, ba’da zhuhur kita ada acara sendiri di kampus. Acaranya dimulai dengan diskusi lingkungan dulu, kemudian ada peresmian bank sampah, setelah itu kita lanjutkan dengan gerakan pemungutan sampah, saat ba’da ashar.” tutupnya.

Reporter         : Awla Rajul

Redaktur        : Dhea Amellia

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas