Kampusiana

Cegah Berita Palsu dengan Workshop Hoax Busting and Digital Hygiene


Produser Lensa Indonesia Malam RTV, Afwan Purwanto menyampaikan materi tentang alasan penggunaan internet pada Workshop Hoax Busting and Digital Hygiene, di Aula Perpustakaan lt.4 UIN SGD Bandung, Senin, (28/10/2019). (Rini Zulianti/Suaka).

SUAKAONLINE.COM  – Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Suaka UIN Bandung mengadakan half day basic workshop Hoax Busting and Digital Hygiene sebagai penanda milad Suaka yang ke-33, Senin, (28/10/19). Acara yang dilaksanakan di Aula perpustakaan lantai empat ini juga bekerja sama dengan Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) Bandung, Google News Initiative dan Internews bertujuan untuk menangkal hoax serta penggunaan internet secara bijak di era digital.

Tujuan workshop ini, yaitu untuk mengasah keterampilan peserta dengan memanfaatkan sejumlah tool di internet guna melakukan verifikasi online atas beragam informasi yang belum jelas kebenaranya. Ini karena ditengah arus informasi seperti sekarang, sulit bagi kita menentukan berita palsu atau berita asli hanya dengan mengandalkan satu website atau satu sumber. Sehingga diperlukan crosscheck untuk setiap informasi yang kita terima.

Produser Lensa Indonesia Malam RTV, Afwan Purwanto, yang merupakan salah satu pemateri pada workshop ini, menyampaikan alasan yang melatarbelakangi diangkatnya tema tersebut. Dirinya menyebutkan dibalik perkembangan internet, hal itu kemudian menimbulkan masalah disatu sisi, yaitu hoax. Oleh karena itu, diadakanlah kampanye dalam bentuk pelatihan cek fakta.

“Harapannya biar orang-orang yang dilatih itu bisa lebih sadar, misalnya jurnalis, mereka kembali ke redaksinya, dan bisa menerapkan tools-tools yang didapatkan untuk mengecek fakta. Untuk mahasiswa bisa menyadari hal-hal sederhana dari workshop setengah hari yang diadakan dan tools-tools yang dibagikan itu bisa bermanfaat untuk mereka dalam pergaulan sehari-hari.” jelasnya

Materi yang disampaikan diantaranya jenis-jenis misinformasi dan disinformasi, yaitu satire atau parodi; konten menyesatkan untuk membingkai isu atau menyerang individu; konten aspal yang berasal dari sumber palsu tapi dibuat seolah-olah asli; konten pabrikasi yang sama sekali tidak ada faktanya; false connection yaitu judul berita, foto dan captionnya tidak selaras; konteksnya salah dan terakhir konten manipulatif. 

Baca juga:  Kunci Lolos Beasiswa Luar Negeri Ala Yanri Rhamdano

Berikut cara-cara untuk melawan hoax, cek alamat situsnya dengan menggunakan domainbigdata.com, cek detail visual, waspada jika terlalu banyak iklan, bandingkan ciri-ciri pakem media mainstream yang mencantumkan nama penulis atau hyperlink yang disediakan mengarah kemana, cek about us atau tentang kami, waspada dengan judul-judul sensasional, cek berita ke situs mainstream dan cek google image reverse image pada foto utama.

Lain pula dengan tips untuk digital hygiene, yang pertama yaitu membarui software setiap kali ada notifikasinya, membuat password kuat yang terdiri dari kombinasi huruf-angka-simbol, tidak menginstal aplikasi dari sembarang sumber, waspada mengklik link dari sumber-sumber yang tidak jelas, aktifkan ativirus setiap kali terhubung dengan internet, aktifkan dua langkah otentifikasi untuk email dan sosial media serta back up data penting.

Mahasiswa ekonomi syariah, Sidiq Ramdhani, mengungkapkan alasannya mengikuti acara ini salah satunya, untuk mengukur seberapa jauh wawasannya tentang internet yang sekarang sudah menjadi prioritas bagi manusia. Selain itu shidiq juga menjelaskan pentingnya penggunaan internet secara bijak termasuk cek data saat mendapatkan informasi bagi kaum milenial khusunya mahasiswa.

Reporter: Rini Zulianti

Redaktur: Harisul Amal

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas