Kampusiana

UIN Bandung Menjadi Tuan Rumah POSPENAS VIII

Juri sedang mengalungkan medali kepada peserta yang berhasil meraih juara, di Aula Gedung Lecture Hall, Rabu (27/11/2019). POSPENAS VIII 2019 cabang seni dilaksanakandi UIN SGD Bandung dengan total Sembilan cabang. (Awla Rajul/Suaka)
 

SUAKAONLINE.COM – Pekan Olahraga dan Seni Antar Pondok Pesantren tingkat Nasional (POSPENAS) VIII 2019 diselenggarakan di UIN SGD Bandung sejak 26-27 November 2019. Ajang perlombaan dua tahunan itu dilaksanakan oleh beberapa Kementrian yang saling bekerja sama. Yaitu Kementrian Agama (Kemenag), Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Kementirian Pendidikan dan Olahraga (Kemenpora), dan Kementrian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK).

Kepala Subdirektorat (Kasubdit) Seni Rupa di Direktorat Kesenian, Dirjen Kebudayaan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Susi Yanti mengatakan, cabang yang dilombakan merupakan cabang olahraga dan cabang seni di tingkat nasional yang diikuti oleh pondok pesantren seluruh Indonesia. Kemendikbud mendapatkan tugas untuk melombakan Sembilan cabang lomba di bidang seni.

Adapun Sembilan cabang tersebut adalah cabang Lukis, Kriya, Kaligrafi, Penciptaan dan Pembacaan Puisi, Pidato Bahasa Indonesia, Pidato Bahasa Inggris, Pidato Bahasa Arab, Hadrah, dan Stand Up Comedy. “Kami ingin memberikan kesempatan menjaring kepada para santri-santri untuk berkompetisi di bidang seni. Jadi memberikan peluang untuk menggali potensi pasa santri. Kemudian bisa mengembangkan sesuai dengan kompetensinya,” Ujar Susi saat ditemui Suaka di Lecture Hall, Rabu (27/11/2019).

Susi juga membeberkan alasan Pospenas cabang seni diadakan di UIN SGD bandung. Menurutnya, kerjasama yang dilakukan dengan UIN untuk menyelenggarakan kegiatan yang bernuansa Islami. Kerja sama yang dilakukan berupa Gedung, sarana dan prasarana, dan Sumber Daya Manusia (SDM). Ia mengaku dalam menjalankan tugas, pihaknya dibantu oleh Protokoler Pramuka UIN SGD Bandung.

“Kami bekerja sama dengan UIN baik gedung, ada beberapa sarana dan prasarana, dan yang terutama ada SDM. SDM dari UIN kami diberi, yang ditugaskan adalah kelompok tim protokol. Ini sangat membantu kami untuk kita tempatkan di masing-masing bidang seni dua orang,” tambahnya. Sebelumnya, Kepala Subbagian (Kasubbag) Umum, Edy Fuadi telah mengkonfirmasi akan diadakannya Pospenas.

Baca juga:  Agro Teknologi Menggelar Perayaan Milad ke-13

“Yg penting pospenas jadi. Pelaksanaannya 25, 26, 27. Jadi intinya kita sebagai tempat acara aja,” ujarnya, Jum’at (15/11/2019). Edy sedikit bercerita, bahwa sekitar tiga bulan sebelum ia mengkonfirmasi hal ini, pihaknya mendapatkan surat dari Kemenag mengenai kesediaan UIN untuk menjadi sarana tempat cabang olahraga dan seni. Setelah surat sampai, juga datang tim panitia untuk memastikan kesiapan dan cek lokasi.

“Awalnya ketika liat di lapangan, ternyata uin hanya bisa melaksanakan cabang seni aja. Dan cabornya dilaksanakan di sport arcamanik. Dan saya, kendala dan hambatan di kami itu pertama fasilitas, khususnya parkir. Terus terang aja, waktu itu kami sempat presentasi, kami sampaikan, jangankan ada kegiatan, tanpa ada kegiatan apalagi di jam kuliah parkir kita crowded. Cuma mereka waktu itu tetap aja karena tempat selain uin gak ada,” jelasnyanya.

Pelaksanaan Pospenas di UIN SGD Bandung berakhir pada hari Rabu. Cabang Stand Up Comedy, Lukis, Kriya, dan Kaligrafi berakhir pada hari selasa. Cabang tersebut hanya diadakan dalam sehari karena diadakannya nilai langsung. Sedangkan cabang lainnya berjalan dua hari karena ada babak penyisihan dan babak final. Pemegang juara tiga cabang lomba Pidato Bahasa Indonesia kategori Putra asal provinsi Aceh, Akbar Miswari, merasa Bahagia dan bersukur karena bisa mengikuti ajang lomba tingkat nasional.

“Mengikuti kegiatan POSPENAS ini tentunya sangat bahagia dan bersyukur karena bisa ikut kompetisi di ajang nasional dan berjumpa dengan teman-teman semua dari seluruh indonesia. yang intinya tujuan ikut lomba ini bukan hanya sekedar mencari juara tapi untuk mencari saudara. Kemudian, setelah keluar sebagai juara tentunya sangat bahagia dan ini bisa menjadi pengalaman baru dalam hidup.” Ungkapnya saat dihibungi via daring, Rabu (27/11/2019).  

Baca juga:  Muradi: Menguatnya Populisme Menjadi Ancaman Demokrasi

Reporter : Awla Rajul

Redaktur : Lia Kamilah

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas