Advertorial

Pendidikan Fisika Menggelar Seminar Nilai Edukasi dan Sosio Sains

HMJ Pendidikan Fisika mengadakan acara milad yang ke – 21 dengan tema “Optimalisasi Peran Generasi Milenial Melalui Implementasi Nilai – Nilai Edukasi dan Sosio Sains Menuju Indonesia Emas 2045 di aula Abdjan Soelaeman, Minggu, (24/11/2019). Acara ini mengundang guru besar Fisika ITB Mitra Djamal dan Dindin Nasrullah. (Rizki Rahmatullah Hariri/Suaka)

SUAKAONLINE.COM – Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Pendidikan Fisika mengadakan acara milad yang ke-21 dengan tema “Optimalisasi Peran Generasi Milenial Melalui Implementasi Nilai-Nilai Edukasi dan Sosio Sains Menuju Indonesia Emas 2045” di aula Abdjan Soelaeman, Minggu, (24/11/2019). Acara ini mengundang Guru besar Fisika ITB, Mitra Djamal dan Dindin Nasrullah.

Mitra Djamal menjelaskan tentang revolusi industri dari revolusi 1.0 hingga 4.0, kegiatan ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana kehidupan manusia di zaman revolusi industri 4.0. Ada beberapa materi yang disampaikan oleh Prof Mitra yaitu pertama ada generasi builders yaitu generasi pembangunan pada tahun (1946).

 Yang kedua baby bloomers yaitu  generasi pembangunan lanjut (1946-1964), yang ketiga generasi X yaitu orang yang lahir pada tahun (1965-1979), yang keempat generasi Y yaitu orang yang lahir pada tahun (1980-1994), yang kelima generasi Z yaitu orang yang lahir (1995-2009) dan yang keenam generasi Alpha yaitu orang yang lahir (2010-sekarang).

Mitra juga menyampaikan kompetensi yang harus dilakukan para pendidik yaitu, ada Creative, Critical, Competitive, Collaborative, cooperative. Lima kompetensi ini jika dijalankan dan diamalkan akan seorang pendidik yang sukses. Big Data juga menjadi materi yang harus dipahami oleh mahasiswa fisika untuk mendapatkan kreatifitas dalam mengajarkan kepada siswa di sekolah.

Revolusi industri menurut Mitra adalah suatu yang harus dilewati dan bertahap seperti revolusi industri 1.0 yaitu proses dimana tahap ini adalah proses menggunakan mesin uap, revolusi 2.0 adalah proses mesin cetak, revolusi 3.0 proses sistem mekanik dan revolusi industri 4.0 proses mudahnya mendapat sebuah informasi dan sistem network dan Cyber Science. Virtual sosial yang harus di pahami oleh masyarakat pada zaman sekarang dan kemajuan teknologi di era 4.0.

Baca juga:  Muradi: Menguatnya Populisme Menjadi Ancaman Demokrasi

Menurut Mitra ketika di wawancara menjelaskan dan memberi apresiasi kepada fisikawan muda. “Sarana pembelajaran ini sangat penting dan menjadi sarana kedua selain belajar di dalam kelas,” ujarnya. Selain itu ia menjelaskan bahwa pandangannya tentang fisika muda adalah ia yang mempelajari tentang ilmu-ilmu alam dan menghayati ciptaan-Nya.

Ketua Program Studi Pendidikan Fisika Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Bandung Adam Malik menjelaskan acara ini dari tahun ke tahun mendapat sambutan dari guru dan siswa di berbagai sekolah dan ini sebagai tune up atau penambahan wawasan pada keilmuan fisika yang berada di Perguruan Tinggi. Ia juga berharap pada semua civitas akademikabahwa harus bisa mengambil makna dan sikap kreatif, kompetitif, dan kolaboratif untuk menunjang kehidupan menuju Indonesia Emas 2045.

Ketua Pelaksana, Erfin Nurfalah menjelaskan bagaimana bisa acara ini bisa berjalan dengan lancar. “Acara ini sebenarnya sudah dipersiapkan sejak bulan Mei setelah itu kami membuka pendaftaran kepanitian selanjutnya membuat proposal dan mencari dana oleh bidang usaha, alhamdulillah juga mendapat sponsor dalam melaksanakan acara ini,” katanya.

Reporter : Rizki Rahmatullah Hariri

Redaktur : Lia Kamilah

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas