Advertorial

Mempersiapkan Diri Mengahadapi Era Society 5.0 Melalui Seminar Intelektual

Ketua Ikatan Keluarga Mahasiswa Indramayu (Ika Darma Ayu) Komisariat UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Danu Maulana memberikan sertifikat kepada salahsatu pemateri, Wahyu Iryana pada kegiatan Seminar Intelektual, di Aula Perpustakaan lantai 4, Minggu (15/12/2019). (Shania Anwar/Suaka)

SUAKAONLINE.COM – Ikatan Keluarga Mahasiswa Indramayu (Ika Darma Ayu) Komisariat UIN SGD Bandung meggelar seminar intelektual di Aula Perpustakaan, Minggu (15/12/2019). Seminar ini mengangkat tema “Membongkar Konsep Society 5.0 dan Hegemoni Pengetahuan Barat” dan menghadirkan Wahyu Iryana dan Dian Nurrachman sebagai pemateri.

Dalam pemaparan materi, Dian mengatakan masyarakat hari ini dihadapkan pada revolusi-revolusi yang membuat terhenyak, bahkan secara tidak sadar masyarakat telah memasuki era Society 5.0. Masyarakat 5.0 dapat dilihat dari anomali dan paradigmanya yang berkembang, bahkan sekarang ilmu pengetahuan sudah tidak berporos ke Barat, dan juga adanya prularitas budaya.

“Bahwa hari ini justru sudah tidak ada yang bisa dipungkiri, K-pop menjadi standarisasi budaya pop culture, budaya hari ini yang tidak cuma bagi (poros) orang Asia yang lain, tapi bagi Eropa dan juga bagi Amerika,“ jelasnya.

Dian melanjutkan, tanpa disadari masyarakat sekarang sudah memasuki Society 5.0. Dapat dilihat pada kemudahan menjangkau apapun melalui Smartphone bahkan dunia sudah pada genggaman. “Sebetulnya ketika anda memegang handphone, handphonenya termasuk industri dari 4.0 kemudian Anda merupakan masyarakat 5.0” paparnya.

Dalam menghadapi masa yang akan datang, menurut Wahyu, ada beberapa cara merespon masa depan, antara lain adanya komitmen peningkatan investasi di pengembangan digital skill. Pada era sekarang kemampuan sudah menjadi salahsatu yang diperlu dimiliki oleh masyarakat, agar mampu menghadapi perkembangan zaman sehingga dapat berkolaborasi dalam ranah peningkatan skill.

Wahyu melanjutkan, dalam merespon masa depan harus dilakukannya kolaborasi antara dunia industri, akademisi dan masyarakat untuk mengidentifikasi permintaan dan ketersediaan skill bagi era digital di masa depan, serta menyusun kurikulum pendidikan yang telah menanamkan materi terkait human digital skills.

Menurut Ketua Pelaksana, Suharyati, sebelum memasuki era 5.0, adanya seminar intelektual bertujuan agar masyarakat dapat lebih dulu mengenali bagaimana konsep ini, sehingga tidak menjadi masyarkat yang tertinggal. Mengingat Indonesia yang sudah mulai memasuki era revolusi industri 4.0 dan diperkirakan tidak akan lama lagi memasuki era industri 5.0 yang konsepnya telah diperkenalkan oleh Perdana Menteri Jepang pada Januari 2019 lalu.

“Dengan tujuan bahwasannya ini (Society 5.0) sebeum diterbitkan atau dilegalkan, kita sudah tau bagaimana beradaptasinya, bagaimana cara pencegahannya, bagaimana Society 5.0 menciptakan kemudahan bagi manusia, jangan sampai internet yang dibuat oleh manusia bukan memudahkan manusia malah memunculkan mudharat.” pungkasnya.

Reporter : Shania Anwar

Redaktur : Lia Kamilah

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas