Advertorial

Hari Bahasa Arab Sedunia, HMJ BSA Adakan Karnaval Bahasa

Penampilan para pesilat pada acara puncak Festival Bahasa Arab yang diadakan oleh HMJ Bahasa dan Sastra Arab di Aula Abdjan Soelaiman, Rabu (18/12/12).

SUAKAONLINE.COM Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Bahasa dan Sastra Arab mengadakan acara Karnaval Bahasa Arab dalam rangka menyambut Hari Bahasa Arab Sedunia dengan mengusung tema “Habituasi Dalam Sadjiwa, Selaras Padu Dengan Bahasa” di Aula Abdjan Soelaiman, Rabu (18/12/2019).

Menurut Ketua Pelaksana, Ghugron Nul Amin mengatakan bahwa tujuan di angkatnya tema tersebut ada dua alasan, yang pertama karena dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), habituasi bermakna pembiasaan sementara sadjiwa mengambil dari jargon jurusan BSA sendiri yang bermakna kultur di jurusan harus menjadi kebiasaan, bukan sekedar kultur semata.

“Selaras Padu Dengan Bahasa, karena kita mengambil momennya peringatan bahasa arab sedunia, yang tadi kita awali membiasakan kultur yang ada di jurusan kita, kita juga memadukan dengan bahasa, jadi jangan kita fokus ke kultur yang ada di jurusan kita tanpa ada kaitannya dengan bahasa,” tuturnya.

Dalam acara tersebut terdapat tiga katergori perlombaan. Pertama katergori olahraga yang di dalamnya ada terdapat futsal, voli dan bulu tangkis. Kedua kategori Kesenian yang di dalamnya terdapat ghina arabi, taqdimul qisshoh, dan kaligrafi. Dan yang ketiga ada kategori Kebahasaan yang terdiri dari lomba essai dan debat bahasa arab.

“Untuk rangkaian acara sendiri kebetulan hari ini hari puncaknya, jadi selama lima hari kebelakang kami mengadakan perlombaan yang mana pesertanya itu perwakilan dari setiap kelas mulai dari semester satu sampai semester tujuh, jadi perlombaan-perlombaan di situ banyak,” tambahnya.

Ada yang unik dari acara Festival Bahasa Arab ini dimana semua panitianya merupakan mahasiswa semester tiga, tujuan dari penghususan panitia hanya dari semester tiga menurut ketua pelaksana yaitu untuk membuat tali kekeluargaan antar sesama angkatan semakin erat terjalin.

Ia menambahkan untuk kedepannya bahasa arab itu menjadi sebuah kebiasaan. “Jadi kita bukan hanya masuk di bahasa dan sastra arab, tapi yang dimaksud kearaban di sini lebih kepada kebahasaannya dan kita tidak mengambil semuanya dari arab walaupun kita berbahasa arab tapi kita tidak menghilangkan budaya kita, jadi lebih kepada membiasankan bahasa arab,” tutupnya.

I Made Cahyana, salah satu peserta yang hadir mengatakan acara tersebut sangat menarik karena penyampaian yang disampaikan oleh pemateri mudah dimengerti, tetapi ia sedikit menyayangkan karena masih banyak bangu yang belum terisi. “Sayang antusias dari temen-temen kayanya kurang, keliatan banyak bangku yang masih kosong.” Ujarnya.

Reporter : Fajar Hidayatullah

Redaktur : Lia Kamilah

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas