Kampusiana

Mahasiswa UIN Peduli, Merapi Menanti

Bencana alam beruntun menimpa tanah air Indonesia. Mulai dari banjir Wasior di Papua, tsunami Mentawai Sumatera, dan meletusnya Gunung Merapi di Sleman, Yogjakarta. Bahkan, letusan gunung Merapi datang nyaris berbarengan dengan tsunami Mentawai menimbulkan dampak yang luar biasa. Banyak korban, kerusakan dan berbagai macam gangguan di segala sektor.

Beberapa orang mengatasnamakan pribadi atau golongan membuka penggalangan dana serta posko peduli bencana, termasuk di dalamnya beberapa civitas akademika Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung. Mereka melakukan Penggalangan Dana Kemanusiaan (PDK) dengan mengatasnamakan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ), senat fakultas juga organisasi intrakampus.

Ketua HMJ Jurusan Penyuluhan Masyarakat Indonesia (PMI), Verawati mengatakan, HMJ PMI melakukan penggalangan dana untuk korban letusan Merapi yang akan disalurkan lewat TV-One Satu Untuk Negeri melalui rekening BRI. Selain memberikan bantuan finansial, HMJ PMI juga berencana akan turun langsung ke pusat bencana Merapi dengan menyerahkan bantuan bahan makanan pokok, selimut, pakaian layak pakai dan barang-barang yang bermanfaat lainnya. “Dua hari ini kita fokuskan dulu di kampus. Terus Jumat dari tanggal 12 November dan seterusnya kita akan ke luar kampus,” ” tutur Vera, Kamis (11/11).

Dalam aksi PDK di luar kampus, HMJ PMI turun ke jalanan dengan menjual suara di lampu merah, jalanan dan bis, serta memberikan selebaran kertas pada masyarakat luas agar tergerak hatinya untuk ikut menolong korban bencana. “Untuk saat ini kita baru ngamen di jalan Soekarno-Hatta. Rencananya HMJ PMI akan menyusuri Bandung seperti Alun-alun Mesjid Raya Bandung dan daerah sekitarnya,” lanjut Vera.

Hal serupa juga dilakukan oleh HMJ Matematika Fakultas Sains dan Teknologi (Himatika Sains). Himatika Sains memusatkan penggalangan dana di luar kampus dengan mengamen di daerah sekitar kampus. “Rencananya kita juga nggak hanya ngamen di sekitar Cibiru, tapi juga di daerah Dago dan kawasan lainnya, naik ke bis-bis Damri,” kata Sekretaris Umum (Sekum) Himatika Sains, Agustinus.

Agus menambahkan, dalam penggalangan, Himatika Sains melibatkan anak semester satu untuk mengumpulkan dana dan pakaian. Selain meminta dana secara langsung, Himatika Sains juga meletakkan kotak amal di tempat kuliah jurusan yakni di Al-Jamiah dan pesantren Al-Jawami yang dipakai sebagai kampus dua fakultas Sains dan Teknologi. “Khawatir citra UIN dianggap jelek oleh masyarakat, maka kami tidak memakai jas almamater saat penggalangan dana di luar kampus,” katanya.

Tak mau ketinggalan, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslimin Indonesia (KAMMI) pun berencana memberi bantuan langsung kepada korban Merapi. “KAMMI tidak ikut sebagai relawan tapi lebih pada kegiatan psikologis seperti menghilangkan trauma para korban dengan menghibur anak-anak, pelatihan dan pembinaan keluarga, dan pengobatan pada lansia,’’ jelas Ketua umum KAMMI, Toto.

Toto menambahkan, KAMMI baru pertama kali melakukan kegiatan penggalangan dana dan baksos diluar Bandung. “Sebelum-sebelumnya hanya di Bandung saja. Untuk itu KAMMI bekerjasama dengan Aksi Cepat Tanggap (ACT) serta KAMMI dari berbagai universitas Bandung seperti UPI, Polban, dan IT Telkom,” aku Toto.

Aksi turun langsung memberikan bantuan kepada korban Merapi pun dilakukan Fakultas Psikologi. Selain bantuan berupa dana, Fakultas Psikologi akan melakukan kegiatan trauma healing yaitu membantu menguatkan beban psikologis dan rasa bosan di pengungsian korban khususnya anak-anak dengan cara memberikan sebuah permaianan bagi anak-anak. “Kami sebelumnya memiliki rencana dari uang yang terkumpul, sebagian akan diberikan mainan. Namun rencana itu urung kami laksanakan,” tutur Royan.

Menurut Royan, dalam hal penggalangan dana, Fakultas Psikologi bekerjasama dengan HMJ, Senat Fakultas Psikologi, dan Rumah Zakat. Dosen-dosen Psikologi pun ikut menyumbang dana bahkan memberikan pengarahan. ‘’Namun, dalam hal pengiriman orang ke Yogja, awalnya dosen sempat menentang dan tidak menyetujui tapi karena ketua senatnya bersemangat ingin kesana, akhirnya dosen membolehkan,’’ cerita Royan di depan Fakultas Psikologi Sabtu itu, (13/11).

Berbeda dengan KAMMI dan Psikologi yang telah dahulu memberangkatkan orang untuk dikirim ke Merapi. HMJ PMI baru akan menyerahkan bantuan setelah Idul Adha. Hal ini ditegaskan oleh Fatah selaku Sekum HMJ PMI. “Kami akan survei dulu apa yang dibutuhkan masyarakat disana. Apa yang kita galang harus tepat sasaran dan merata,” ucapnya.

Pendapat Fatah tersebut dibenarkan juga oleh Royan, “Penggalangan dana semacam ini direspon positif oleh mahasiswa dan masyarakat. Hanya yang perlu diketahui adalah bagaimana penyalurannya yang tepat sasaran dan bermanfaat bagi korban,’’ pesan Royan. (Indah Nuraeni)

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas