Puisi

Masih tentang Sesobek Hujan

Oleh Miko Alonso

di bawah perut langit

tetesan hujan menyertai laju

langkahmu yang tergegapgegap.

kain merumbai menemani pahamu

yang terbalut oleh denting klausaku:

yang belum sempat aku kirim pada

titik camar yang terbang.

di atas awan.

aku mainkan melodi percakapan

bersama beberapa isyarat manusia–

yang tak berhenti memungut

risau di setiap detik

panahpanah menyusup

nistaku. dan hujan memainkan matanya

setelah lama ia berteduh di seikat embun.

kapan kau tahu pee?

aku ingin mengairi ketergersangan ibamu.

bolehkah aku semakin meyakini

sebabsebab kenapa aku menitip

mantra ini pada malam yang jatuh?

aku ingin memburu sisa hujanmu

*Penulis adalah mahasiswa Bahasa dan Sastra Inggris

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas